
Dreeet dreett...
Leo yang hampir tidur terlelap mendengar Handphone Leo yang bergetar tanda ada panggilan masuk,Leo dengan malasnya melihat panggilan masuk tersebut,
tertera nama Carlos di phonecell milik Leo,Leo melirik jam pada phonecell miliknya jam sudah menunjukkan pukul 00.15 dini hari.
"Hallo."
Suara malas Leo menyapa sahabatnya itu.
"Kau sudah tidur Leo??."
Terdengar suara di sebrang sana yang di ketahui itu suara Carlos.
"Sialan kau,baru aja aku mau tidur,kau menghubungi ku hanya tanya aku sudah tidur belom??."
Leo mendengus kesal karna seharian sahabatnya itu selalu membuatnya kesal dengan tingkah tingkahnya.
"He he he...Iya iya maaf."
Terdengar Carlos yang cengengesan karna merasa berhasil menggoda dan membuat Leo kesal.
"Cengengesan lagi,ada apa cepat katakan apa mobilmu ada masalah,bocor atau apa??,kalau iya biar orang ku segera ke sana untuk mengantarmu pulang."
Leo mulai serius takutnya jika mobil sahabatnya mogok atau bannya bocor.
"Iya mobilku mogok Leo,aku dan istriku tidak bisa melanjutkan perjalanan,kau tak perlu mengirim orang untuk membantuku,karna sudah ada banyak orang yang kesini untuk membantuku,Leo jaga mama Amanda dan mamaku,sampaikan rasa sayang dan rinduku bersama istriku untuk mama."
Entah kenapa Leo merasa ucapan Carlos seakan terasa aneh.
"What, speak clearly!!”
Leo merasa Carlos sedang ingin membuatnya kesal kembali.
"Aku titip putri kecilku juga,sudah waktunya aku pulang dan menjemput istriku pulang."
Ucapan Carlos membuat Leo bertambah bingung.
"You are crazy,apa kau baru bangun tidur putri kau saja pulang bersama kalian,bahkan istrimu bersamamu,kenapa aku harus menjaganya,sudah aku mau tidur,bercanda lain kali saja aku ngantuk,oh ya jika kau mengantuk jangan paksakan untuk mengemudi,istirahatlah dulu,kau cari hotel terdekat oke."
Leo sudah merasakan mengantuk berat.
"Baiklah jaga dirimu,ingat jangan menyerah apapun yang terjadi kau pasti kuat."
Carlos menutup panggilannya.
"Eh,main matiin aja,dasar aneh."
Gumam Leo.
Leo tetap menelfon Evan untuk mengecek mobil Carlos yang dia bilang sedang mogok,karna Leo tau Carlos tak tau tentang mesin mobil,sedangkan Evan tau tentang otomotif.
Leo kembali melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda.
Hanya berselang 15 menit handphone Leo bergetar kembali,dilihatnya nama Carlos.
Leo mendengus kesal,merasa sahabatnya sedang ingin bercanda,tapi dia merasa waktunya tidak tepat.
"Apa lagi Carlos,apa kau tidak ada kerjaan lain selain menggangguku hahh..!!!."
__ADS_1
Leo kesal di buatnya.
"Selamat malam tuan."
Terdengar suara pria yang sama sekali asing bagi Leo.
Leo mengerutkan keningnya melihat handphone miliknya,dan benar saja tertera nama Carlos,namun suaranya jelas itu bukan sahabatnya.
"Iya malam,who are you???,kenapa handphone sahabatku ada di kamu,kemana dia."
"Maaf tuan kami menghubungi tuan karna kami menemukan kontak anda di panggilan phonecell ini,kami dari pihak kepolisian ingin mengabarkan jika di duga pemilik phonecell ini dan mobil ber plat xxxxx yang kami duga satu keluarga telah mengalami kecelakaan di xxxxx."
Leo yang mendengarnya kaget karna baru saja sahabatnya itu menelponnya.
"Jangan bercanda lagi,berikan handphone ke sahabatku."
Berniat akan memarahinya polisi yang tengah mengurus kecelakaan itu menyuruh Leo ke rumah sakit di mana Carlos berada,untuk meyakinkan Leo pihak kepolisian mengirim beberapa foto mobil Carlos yang tengah rusak parah yang berada di pinggir jalan dengan posisi terbalik.
Leo tak butuh waktu lama langsung menghubungi kembali Evan untuk menjemputnya,menuju dimana Carlos di larikan ke Rumah Sakit.
Leo yang buru buru saat ingin keluar kamar dikagetkan karna Amanda yang juga tengah berada di luar kamar Leo.
"Mama,kenapa mama disini,dan kenapa mama belum juga tidur???."
Leo takut jika Amanda tau tentang apa yang terjadi.
"Nak Leo mama terbangun karna mimpi nk Carlos,mama merasa ada sesuatu degan nak Monica,entah kenapa mama merasa gelisah,tadi mama mimpi nak Monic dan suaminya pamit dan menitipkan putrinya pada mama dan kamu nak,mama tanya dia hanya bilang jika mereka akan pergi jauh jauh sekali tugas mereka sudah selesai untuk menjaga mama..."
Amanda mulai menitikkan air mata,takut jika terjadi sesuatu.
"Nak Leo coba nak Leo hubungi nak Carlos sudah sampai mana mereka."
"Eh em....Ini ma tadi Carlos juga abis hubungi Leo,mereka bilang mobilnya mogok makannya ini Leo mau nyusul mereka ma.."
Leo mencoba mencari alasan agar mamanya tak lagi khawatir.
"Oh gitu ya,ya sudah nak Leo hati hati nak Leo minta diantar sopir atau nak Evan saja ya,takutnya ngantuk kalo nak Leo nyetir sendiri."
Ucap Amanda pada Leo.
"Iya ma,Evan juga sudah di depan,Evan yang akan nemenin Leo kok,mama istirahat saja jangan nungguin Leo pulang,Leo pamit takutnya jika Carlos menunggu Leo terlalu lama."
Leo pamit pada Amanda.
"Iya nak Leo."
Tak berselang lama Leo dan Evan bergegas ke Rumah sakit dimana Carlos dan istrinya berada,Leo merasa gelisah terlihat jelas dari raut wajahnya.
"Leo,kau kenapa."
Evan penasaran dengan apa yang terjadi,Leo pun menceritakan apa yang terjadi.
Setelah sampai di Rumah sakit dimana Carlos dan istrinya berada,Leo menanyakan ruangan mereka dirawat,setelah memberi tau nama namanya,bukan ruang rawat yang mereka dapatkan melainkan ruang ICU dan ruang jenazah yang di sebut penjaganya.
Leo yang merasa di permainkan marah seketika,bahkan kepalan tangannya menggedor meja administrasi.
Para petugas sampai di buat merinding melihat tatapan tajam Leo,Evan mencoba menenangkan Leo.
Polisi yang tengah menunggu kedatangan Leo mendekat kearah Leo karna mendengar kegaduhan yang di buat Leo.
__ADS_1
"Ada apa ini??.."
Polisi itu menanyakan apa yang terjadi.
"Ini pak,tuan ini menanyakan korban kecelakaan tadi,tapi beliau malah marah marah."
Petugas itu memberitahu apa yang terjadi.
"Oh maaf apa anda tuan Leo???."
Tanya polisi itu.
"That's right,di mana saudaraku."
Leo balik tanya.
Polisi itu menunjukkan ruangan di mana Monica di rawat.
Setelah berjalan melewati beberapa ruangan kini Leo dan Evan berada tepat di depan ICU di mana Monica terbaring koma,Leo kaget dengan keadaan Monica.
Leo baru menyadari jika masih ada yang ingin dia lihat,Carlos...
"Carlos..Dimana dia,dia baik baik saja bukan??."
Leo mempertanyakan keberadaan juga keadaan sahabatnya itu.
"Maaf tuan,tuan Carlos sudah meninggal di tempat kejadian,saat tim kami datang tuan Carlos sudah tak bernyawa di dalam mobil yang ringsek,sementara istri tuan Carlos terlempar jauh keluar dari mobil,kemungkinan..."
Belum sempat selesai penjelasan polisi itu Leo memotong ucapannya jika dia tak percaya apa yang di ucapkan polisi itu.
"Apa kau bercanda hahh...Ini bukan saatnya bercanda dan candaan mu itu,sama sekali tak lucu,15 menit sebelum kamu menelfon saudaraku ini menelfon,bahkan dia terdengar baik baik saja."
Leo masih tak percaya,Polisi itu tercengang dan kembali menjelaskan jika itu tidak mungkin karna dia sendiri ikut mengevakuasi korban bahkan dia sendiri yang menelfon Leo setelah berada di rumah sakit di mana para korban di larikan,namun korban sudah meninggal di tempat sedangkan sang istri koma.
Agar Leo percaya Leo di bawa ke ruang jenazah di mana Carlos berada,saat di depan jenazah yang tertutup kain putih hati Leo terasa khawatir namun ia masih meyakini jika yang didepan dia bukanlah Carlos.
"Kalian lihat dia bukan Carlos saudaraku!!!!."
Dengan lantangnya Leo berucap bersamaan dengan dia membuka kain putih yang menutupi tubuh Carlos,namun Leo belum melihatnya karna dia takut kebenarannya jika memang itu dia.
Leo melihat ekspresi dari Evan yang mematung dengan keterkejutannya,hati Leo terasa tak karuan.
"Why are you Evan, what are you looking at stupid???"
Leo bahkan berucap kasar pada Evan karna untuk menyembunyikan hatinya yang tak karuan.
Evan hanya menunduk,dia hanya terdiam.
Leo perlahan menoleh apa yang ada di sampingnya.
Deg....
Leo hampir saja terjatuh saat melihat Carlos lah yang terbaring di sampingnya,Leo terdiam sesaat sunyi tak ada satupun yang berani berucap hanya air mata yang tiba tiba memenuhi pelupuk mata Leo.
Terasa tak bertulang Leo tubuh Leo terasa lemas,Leo seakan masih tak percaya.
"Tuan Leo,tuan Carlos sudah meninggal di tempat saat kami mulai mengevakuasi korban,di perkirakan korban meninggal tepat saat mobil mengalami kecelakaan,jam 00.15 dini hari,karna kerusakan yang terlalu parah kami baru bisa mengevakuasi korban jam 00.30,dan membawa korban ke sini,karna kebetulan tempat kejadian berdekatan dengan Rumah sakit ini."
Leo hanya terdiam,Leo menyadari dan melihat phonecell miliknya memang ada panggilan dari phonecell Carlos,namun bukan jam 00.15 melainkan jam 00.30,Leo tercengang lantas siapa yang menelepon dia jelas sekali itu suara Carlos.
__ADS_1