Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
45.Kado gaun pengantin untuk Claire...


__ADS_3

"Sayang bangun.."


Amanda membangunkan putrinya.


"Mama,tumben pagi pagi udah bangunin Vani."


Vani mengucek matanya yang masih terasa ngantuk.


"Eh eh eh,sayang udah siang loh,ini udah jam 6."


Vani langsung membuka matanya lebar lebar,lanjut melihat jam yang berada di nakas.


"Yah,mah kok tumben aku kesiangan sih."


Vani merasa gak enak sama mamanya.


"Udah gak papa,udah sana mandi siap siap."


Vani mengernyitkan dahinya.


"Siap siap,buat apa mah??,kayak mau pergi saja."


Vani tidak tau jika Leo meminta Amanda buat mendampingi Vani fitting baju pengantin.


"Kita akan fitting baju pernikahanmu sayang,mama sudah lihat lihat kemaren,dan gaunnya cantik cantik mama pikir pasti kamu akan cocok memakainya."


Mama tersenyum sambil membayangkan putrinya memakai gaun pengantin.


"Ya kalo mama udah lihat,ya buat apa Vani dateng cobain gaunnya mah."


Vani merasa malas membahas gaun pengantin.


"Eh...Ya nggak gitu juga sayang,kan mama gak tau kamu suka apa nggak,trus pas apa nggak nya jg mama gak tau."


Vani hanya mengangguk-angguk.


"Yaudah Vani mandi dulu mah."


Vani bergegas untuk mandi.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Vani tiba di butik yang mamanya maksud,Vani menatapnya dengan sendu,butik yang pernah di datangi sebelumnya saat fitting baju pengantin saat ingin menikah dengan Dion.


"Sayang ada apa???."


Ucap Amanda.


"Em enggak,gak kok ma Vani baik baik saja."


Amanda Yuni dan Vani memasuki butik mewah itu.


"Selamat pagi nyonya dan nona,selamat datang.."


Ucap salah satu pegawai yang menyambut kedatangan Vani.


"Pagi."


Jawab Amanda dan Vani serempak,Vani tersenyum memperlihatkan gigi putihnya.


"Apakah saya dengan nyonya Amanda dan nona Vani??."


Tanyanya lagi,dan di benarkan oleh Amanda.


Mereka semua diantar ketempat gaun gaun pengantin berada.



Yuni yang ikut melihatnya di buat takjub dengan pemandangan indah yang ada di depan matanya.


"Wah,baru kali ini Yuni lihat gaun gaun pernikahan yang sangat indah."


Vani dan Amanda tersenyum melihat kelakuan Yuni.


"Ada gaun yang sudah mama pilihkan buat kamu sayang,semoga kamu suka."


Amanda dan Yuni juga Vani diantarkan ke tempat gaun itu berada.


"Lihat lah sayang gaunnya.."



Vani tersenyum melihat gaun itu,benar benar cantik dan indah gaunnya,bukan hanya Vani tapi juga Yuni sampe sampe melongo dan tanpa kedip melihatnya.


"Cantiknya...."

__ADS_1


Ucap Yuni.


"Heh,itu nanti kemasukan lalat loh."


Ucap Amanda dengan tawanya.


"Iy iya nyonya,ya gak mungkin juga toh butik semewah ini ada lalat,pilihan nyonya pokoknya jos dah he he he.."


Ucap Yuni dengan cengengesan.


"Em maa,Vani angkat telfon dulu yah nanti Vani coba setelah angkat telfonnya."


Amanda mengangguk.


Setelah kepergian Vani tiba tiba Yuni merasa mulas dan pamit pada Amanda untuk ke toilet.


Amanda hanya sendiri, pelayannya juga sedang mencari gaun yang satunya untuk Vani.


Amanda melihat gaunnya,meraba merasakan kecantikan putrinya akan lebih terpancar saat memakai gaun itu.


"Get out of the way I want this dress!!!!"


Ucap seorang gadis yang tiba tiba datang dan menghempaskan tangan Amanda dari gaun itu.


"Maaf anda siapa??,dan maaf gaun ini sudah saya pesan buat putri saya."


Jawab Amanda.


"What???,This dress is for my daughter???"


Gadis itu merasa tak percaya,gadis itu melihat Amanda dari atas sampai kaki merasa Amanda hanya kalangan orang biasa,ditambah lagi dengan kondisinya yang memakai kursi roda membuat gadis itu tak percaya.


"Maaf nona,gaun ini memang sudah pesanan nyonya ini."


Pelayan yang mengantar gadis itu membenarkannya.


Vani datang dan mendapati gadis itu marah marah.


"Maaf ada apa ini???,"Vani melirik mamanya,


"mama gak papa kan???."


Vani memastikan kondisi mamanya.


"Jadi kamu putrinya???"


Lanjutnya lagi setelah melihat Vani,biarpun pakaian Vani terbilang sudah modis,tapi gadis itu masih menilai Vani kalangan bawahnya.


"Aku bisa bayar lebih mahal dari mereka,aku ingin gaun ini mengerti!!!."


Ucap gadis itu dengan sombongnya.


"Maaf nona,kami tidak bisa memberikannya pada nona,karna mereka lebih duluan,gaun yang lainnnya juga tak kalah indah nona,nona bisa memilihnya."


Pelayan menolak dengan halus.


"Kalian tidak tau aku siapa hah!!!!,aku calon istri keponakan pemilik butik ini,dan aku ingin gaun terindah di butik ini,aku ingin gaun ini untuk pernikahanku,pasti aku akan terlihat sangat anggun dengan gaun ini!!!."


Gadis yang diketahui bernama Claire tetap dengan sombongnya meminta gaun itu,


namun ucapan gadis itu membuat Vani bertanya tanya,calon istri keponakan dari pemilik butik itu yang dia tau keponakan cowoknya hanyalah Dion.


Belom selesai Vani bergelut dengan pikiranya,terdengar seseorang datang dengan pelayan.


"Ada apa ini???."


Ucap pria itu,membuat semua menoleh


"Dion..."


Ucap Vani,saat mendapati mantan tunanganya ada di hadapannya.


"Nak Dion.."


Ucap Amanda serempak dengan Vani.


Dion datang karna pelayannya sudah tak bisa menghadapi Claire.


"Vani,tante...."


Ucap Dion saat melihat Vani dan mamanya.


"honey, you know this girl???"


Claire kaget karna tunanganya tau gadis itu.

__ADS_1


"Iya,dia teman kuliahku."


Ucapan Dion,membuat hati Vani perih karna dia hanya dianggap teman,walaupun kini hatinya sudah ada Leo tapi tetap masih sedikit ada rasa pada Dion,karna Dion memutuskan mengakhiri hubungan yang sepihak,Vani merasa perih karna hubungannya yang pernah terjalin tidak hanya sebatas kekasih melainkan pernah sampai mau menikah.


"Oh,kenalin..Aku Claire,calon istri Dion."


Entah kenapa Vani merasa Claire tiba tiba lembut saat ada Dion.


"Vani.."


Vani menjabat tangan Clair,terlihat senyum palsu dari Claire.


"Jika memang gaun ini kau menyukainya ambillah,anggap saja ini kado pernikahan kalian dariku.."


Ucap Vani yang melirik pada Dion,tersemat senyum getir Vani,Dion hanya terdiam.


"Sayang,ini gaun mama dan tunangan kamu yang milih loh nanti.."


Ucap Amanda yang terpotong dengan Vani.


"Tidak apa apa mah,gaun tidak menjamin kebahagiaan mama ingat gaun putihku dulu bukan???.


Ucapan Vani membuat Dion merasa bersalah.


"Dalam rumah tangga yang terpenting pasangan kita bisa terima apa adanya kondisi kita ma...."


Vani memegangi jemari Amanda,Dion benar benar sakit mendengarnya.


"Kau mau menikah???."


Tanya Dion.


"Ya."


Jawab singkat Vani.


"Dengan siapa,apa kau yakin akan menikah denganya,kenapa kau tidak bilang padaku!!!."


Dion yang mendengar Vani akan menikah membuatnya cemburu karna sebenarnya dia masih mencintai Vani,dia bertunangan dengan Claire pun karna mamanya.


"Maaf itu tidak penting buat anda,anda siapa saya???,apakah anda mau menikah pun bilang padaku,yang jelas aku akan menikah dengan pria yang tulus sayang dan mencintaiku,dan bisa menerima kekuranganku.."


Vani menjawabnya dengan nada tak suka,membuat Dion terdiam.


"Nyonya ini gaun yang keduanya."


Datang pelayan yang tadi mencarikan gaun kedua pilihan Amanda.


"Boleh bawa sini mbak,biar aku coba,gaun yang itu bisa mbak kasih ke siapa tadi namanya em,Clara..."


Clara merasa terhina dengan ucapan Vani,tapi dia juga tidak bisa menolaknya karna dia akan lebih malu,akibat tingkahnya tadi yang bersi kekeh mendapatkan gaunnya.


Vani mencoba gaunnya,saat keluar dari ruang ganti Vani terlihat begitu cantik.


"Sayang kau begitu cantik..."


Amanda memuji kecantikan putrinya.


"Oalah non Vani cantik banget,biarpun pake gaun yang gimanapun tetap non Vani wanita tercantik yang Yuni pernah lihat non."


Puji Yuni,bahkan sebenarnya Dion yang masih di situ pun merasa kagum.


Vani Amanda dan Yuni pulang kini memutuskan untuk pulang setelah mencoba gaunnya,Amanda memberitahu Leo jika gaun yang di pilih Vani adalah gaun yang satunya,Vani meminta mamanya untuk tidak memberi tahu Leo tentang kejadian yang di alaminya.


Di dalam mobil Vani termenung karna kejadian tadi,


Hatinya hancur merasa dengan mudahnya Dion melupakannya,bahkan hari pernikahannya pun,bertepatan dengan pernikahannya.


Buliran air mata tak terasa menetes di pipi ayu Vani,Amanda tau betul perasaan Vani,Amanda hanya mengelus pundak putrinya yang kini bersandar di pundak Amanda.


Tak hanya Vani kini Dion pun di buat melamun,ada rasa bersalah bahkan ucapan Vani membuat hatinya sedih,memang tak seharusnya dia meninggalkan Vani begitu saja tanpa kejelasan dari Vani.


.


.


.


.


.


.


**Hai Readers,makasih masih mengikuti Vani sampai sini,trus ikuti lanjutan lanjutannya ya.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak komen juga like,makasih...q


Sehat selaluπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™**


__ADS_2