
Pagi yang indah,vani terasa tidak sabar menunggu kedatangan Dion,
"Kak Dion mana yah kok gak dateng dateng,".
Vani mondar mandir di ruang tamu,
"Sayang,kau kenapa mondar mandir seperti setrikaan aja,duduklah nak Dion pasti datang sayang,kyaknya udah kangen banget yah,???".
Goda papa Adi pada putrinya.
"Ih papa,,siapa juga yang kangen,".
Vani memanyunkan bibirnya,dan kelakuannya yang manja membuat gelak tawa papa Adi,
"Beneran gak kangen nih,??".
"Enggak kan vani cuman nunggu kak Dion jemput buat fitting baju pernikahan,takutnya mbak mbaknya kelamaan nunggu,".
"Yaudah kalo gak kangen padahal nak Dion udah di depan tuh,".
"Mana mana pah,".
Vani berlari kedepan dan ternyata papa Adi hanya bercanda.."Ihh papa dosa lohh,bo'ongin anaknya sendiri,".
"Hahahaha,,anak papa ini kalo lagi ngambeg udah terasa lupa umur ya,udah gedhe ngambegnya kayak umur TK,".
"Tauk ah papa,".
Papa Adi terlihat bahagya,saat menggoda putrinya itu.
Din din..
Suara klakson mobil Dion.
"Nah tuh nak Dion datang,".
Seketika vani tersenyum melihat kedatangan Dion.
Tapi berbeda dengan papanya,entah kenapa dia merasa akan ada hal buruk,tp Papa Asi selalu menepis pikiranya itu saat mendapati wajah putrinya yang terlihat bahagia,
"Pagi om,".
Sapa Dion pada calon ayah mertuanya.
"Pagi nak Dion,mau masuk dulu atau,,???.
"Nggak Om,Dion langsung berangkat saja,sekalian Dion mau minta ijin mau ajak Vani diner terakhir masa bujang kami om,sebelum kami menikah,".
"Ya sudah tapi jangn malam malam yah pulangnya,om nitip anak om".
Walaupun ada perasaan khawatir papa Adi memberi ijin dan percayakan semua pada Dion.
"Iya om pasti,lagian nanti ada zola juga ikut kok om,buat nemenin vani."
"Yasudah hati hati,".
"Pah vani bukan anak kecil masak di titipin kayak bocah aja pah,".
Bisiknya vani sebelum pergi pada papanya,papa Adi tersenyum dengan wajah vani yang sudah merona,.
"Karna bagi papa kamu tetap gadis kecil kesayangan papa,sudah sana berangkat,".
Vani mencium punggung tangan Adi,dan Adipun mengusap kepala vani dengan sayang.
Setelah masuk mobil,vani mencari zola.
"Mana bocah itu kak,??".
vani celingukan mencari zola,
"Katanya sih sudah di jalan,tapi katanya dia hanya ikut saat kita fitting baju pengantin saja".
jawab Dion
"Loh gak bareng sekalian,mau kemana dia???".
"Nggak tau sih,katanya sih dia juga sama Roy,.
jawab Dion
"Apa???,..."
"kenapa sayang,"
"Oh nggak nggak papa kak,"
jawabnya vani dengan sedikit tidak nyaman adanya Roy
Dion melajukan mobilnya menuju salon yang di sarankan mama Dion,
Vani dan Dion melakukan perawatan,setelah siangnya Vani dan Dion berhenti di restauran mewah,Vani bercanda ria dengan Dion,makanan favorit nya menggugah seleranya,tapi Dia harus menjaga pola makanya takut melar dan tidak muat bajunya,
Saat selesai makan Dion dan Vani bergegas menuju butik,
Saat ingin keluar restauran,mereka bertemu dan tidak sengaja vani menabrak Leo,saat vani terjatuh dengan refleknya Dion dan leo ingin menolong vani,
Dion menatap leo dengan ketidak sukaanya,begitu juga leo,
Vani menggapai tangan Dion,leo melihat tangan vani yang tergenggam erat di tangan Dion,membuatnya begitu sakit,
Vani sebenarnya gk tega tapi dia juga tidak ingin leo berharap lebih,
"Sayang,ayo kita harus segera pergi ke butik untuk fitting baju pengantin kita,",Sengaja Dion mengucapkannya di depan Leo.
__ADS_1
Leo begitu terlihat marah ingin rasanya dio menonjok pria dihadapanya itu,mungkin saja dia akan melakukanya jika tidak teringat dengan vani,.
"Em ma..maaf,"
Vani munundukkan kepalanya,tanpa berani menatap mata Leo.
Dion melajukan mobilnya,
"Sayang",
sapa Dion setelah mendapati gadis kecilnya berubah jadi pendiam setelah bertemu Leo.
"Hem..",
"Apa kau benar2 tidak ada perasaan terhadap leo,???".
Vani kaget dengan pertanyaan Dion,apakah Dion bisa merasakannya,
"Ti tidak,ap apa kak Dion tidak percaya padaku,??".
Jawab vani terbata bata,
Dion tidak menjawabnya,sebenarnya Dion tau perasaan apa yang vani rasakan saat ini,
Terasa Hening di dalam mobil Dion,
Vani hanya menghela nafas panjang menghadapi suasana saat ini.
Setelah sampai sudah terlihat zola menunggu di parkiran butik milik teman mama Pamela,
"Sudah sampai zo,mana Roy???".Tanya Dion yang tidak mendapati Roy didekatnya,zola mengedikkan bahunya,
"Tadi sih masuk duluan mau ke toilet katanya,"
Merekapun memutuskan untuk masuk,vani mencoba beberapa gaun pengantin,.
Tidak hanya zola yang terperangah melihat jejeran gaun gaun cantik yang siap untuk di coba vani,vani yang melihatnya pun terasa enggan mencobanya,bukan karna tidak suka,namun ketakutanya memakai gaun yang terlalu indah baginya,
"Apa gak ada gaun yang biasa saja,".
vani beetanya pada pegawai yang melayani vani,
"kalo yang biasa disini tidak ada nona,disini hanya gaun gaun pengantin kelas atas,bahkan orang orang tidak bisa asal memesanya tanpa melalui pemiliknya langsung,karna butik kita hanya memproduksi setelah ada pesanan yang sudah di setujui pemilik butik ini sekaligus desainernya,
vani hanya menganggukkan kepalanya,
"Nona,nona sangat cantik sepertinya gaun yang akan nona pakai pas dengan nona,".
Vani hanya tersenyum,
"Mari nona,ikut dengan saya untuk tuan Dion silahkan ikut dengan rekan saya,.
Vani melihat Dion,Dion yang melihat Vani hanya mengangguk tanda menyetujuinya.
Gaun pengantin putih panjang berlengankan panjang dan pendek yang di pake vani dengan belahan dada yang tidak terlalu terbuka juga renda renda menampilkan vani yang semakin cantik,
Dion yang melihatnya hanya terperangah tanpa berkedip dari pandanganya pada vani.
Roy yang baru keluar dari Toilet juga terpana saat melihat Vani,
"Ehemm,".
Deheman Zola membuyarkan pikiran Roy,.
"Cantikkan sahabatku,".
"Ik iyaa,tapi tetap cantikan kamu sayang,"Elak Roy yang kebingungkan menjawab kata kata zola,
Zola yang mendengarnya menjadi tersipu malu dengan wajah yang sudah merah merona,
Sedangkan vani hanya memutar malas mendengar gombalan Roy,karna dia tau siapa Roy sebenarnya.
"Kau lama sekali ketoilet sayang,".
sapa zola pada tunangannya.
"Em iya,aku..em perutku sakit dr pagi bolak balik trus ke toilet,".
"Tapi kau tidak papa kan sayang,??".
Tanya zola yang merasa cemas,
"Tidak,kok."
Roy hanya mencari cari alasan,karna sebenarnya dia menyusun rencana penculikan vani,.
Di sela sela waktu luangnya vani mengobrol dengan zola,
"van,kenapa tiba tiba aku keinget kata kata Melly yah,".
zola merasa perasaanya yang tidak enak terhadap sahabatnya itu.
"Soal pamali,yang gak boleh ketemu sebelum nikah itu,atau pingitan??".
jawab vani.
"Iya,"
"sejak kapan kamu jadi ikut paranoid kayak melly zo,aduh kamu ada ada aja deh,udah ah aku laper nih udah keroncongan perutku".
__ADS_1
Zola menganggukkan kepalanya,
jam sudah menunjukkan jam 7.00 malam.
setelah fitting baju,vani mengajak makan malam Dion yang juga ada zola,saat makan Roy tiba tiba pamit dan bilang pada zola ada kerjaan dadakan,
tinggal zola vani dan Dion,saat zola pamit ke toilet,tak berselang lama tiba-tiba ada telfon masuk di phonsel Dion,yang menyatakan sebagai dokter menangani mama Dion.
"Hallo,..Apaa,,??".
Dion melihat vani,dia tidak bisa memberitahunya tentang keadaan mamanya,.
"Kenapa kak,??".
Tanya vani yang penasaran dengan ekspresi wajah Dion yang terlihat panik,
"Tidak papa sayang,aku gak bisa lama kita pulang sekarang yah,".
"Tapi gimana dengan Zo,???dia masih ada di toilet kak,sebenarnya ada apa,???".
Dion bingung harus menjawab apa,sedangkan dia tidak bisa mengatakan pada kekasihnya,
"Kalo kak Dion belom bisa cerita gak papa kak,".Vani merasa Dion menyembunyikan sesuatu,tapi dia juga tidak mau terlalu ikut campur.
"Kak Dion kalo boleh vani pulang sama zo saja ya,kasian kalo tiba tiba kita pulang,nanti aku pulang biyar di jemput sopir saja,".
"Baiklah,hati hati kalo pulang,".
Vani mengangguk,dan Dion mencium keningnya,.
"Hallo rencana berhasil,",
Ucap evan yang memang memata matai vani,
saat vani sendirian,zola tiba tiba kirim pesan.
klunting
van aku pulang dulu tiba tiba perutku sakit
"Kok tiba tiba,aku saat ini sendirian dong,"
Duh maaf ya,kan ada taksi online,atau suruh sopir lo jemput oke,
"Tapi barang barangmu masih di sini,".
Aku nitip kamu saja,
"Yaudah aku akan hubungi pak yoga buat jemput aku",
ok..
"Huhh,,kenapa tiba tiba zo ada urusan kak Dion juga buru buru pergi,yaudah deh mending aku suruh pak yoga kesini,".
Gerutu vani.
Zola sebenarnya terkunci di toilet,dia di kunci Alice yang juga mengikuti kegiatan mereka,
Handphone zola telah di bawa oleh Roy tanpa sepengetahuan zola,bahkan yang berkirim pesan pada vani adalah Roy.
Vani kedepan menunggu sopirnya datang,setelah melihat mobil datang vani langsung masuk kedalam mobil,
Vani merasa aneh,sopirnya yang biasa ramah kini menjadi pendiam tapi dia mengacuhkan perasaanya,
Vani merasa ada yang nggak beres,karna saat ini jalan yang dia lewati tidak biasanya dia lewati.
"Pak kenapa lewat sini,???".
vani merasa heran.
"Biar cepet nona,".
vani terperanjat ketika mendengar suara pria asing yang dia dengar,
"Siapa kamu,????!!!".
Vani panik,saat pria itu menoleh vani benar benar syok.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.#**Duh gimana nasib vani selanjutnya yah,
jika penasaran ikuti trus ya...
Jangan lupa tinggalkan jejak komen dan like makasih..
Sehat selalu**....
__ADS_1