
"Biar cepet urusanku untuk membawamu nona".
vani terperanjat ketika mendengar suara pria asing yang dia dengar,dengan senyum menyeringai di sudut bibir pria itu
"Siapa kamu,????!!!".
Vani panik,saat pria itu menoleh vani benar benar syok.
penculi itu menjelaskan dia hanya mengambil mobil yang di bawa pak yoga untuk membawa vani ke bos yang menyuruhnya,
Kini vani merasa dia telah di culik,vani memberontak ingin turun hingga mobilnya menabrak pohon,vani mencoba keluar dan kabur,
vani berlari dan hujan turun deras mengguyur tubuhnya,vani mencoba bersembunyi di gudang kosong milik warga yang ada jauh dari pemukiman,dia mencoba menghubungi papa Adi namun sayangnya nomor papa Adi tidak aktif,begitu juga nomor Dion yang tidak aktif
Di kediaman Dion
Aleta berkunjung ke rumah Dion,yah ternyata Dion telah di jebak,mamanya baik baik saja.Dion merasa ada yang tak beres,saat dia hendak menghubungi Aleta datang,Aleta mencari kesempatan saat Dion lengah handphone milik Dion dimatikan Aleta,Aleta berjaga jaga jika saja vani menelpon nya,Aleta juga selalu mengalihkan perhatian Dion agar tidak tertuju pada handphonenya.
Aleta berpura pura sudah iklas tapi dia juga berakting memperlihatkan kesedihanya yang membuat Dion iba,
Dilain sisi handphone milik papa Adi juga telah di sempunyikan Alice sebelum dia pergi mengikuti vani,
bahkan dia juga mencabut kabel sambungan telepon rumahnya.
Rencana berjalan dengan sangat baik dan rapi,
Vani melihat nomor leo,vani mencoba menelfon,
beberapa panggilanya tak di gubris leo,karna leo yang sudah terlanjur sakit hati.
Dret Dret Dret,
Sudah puluhan kali namun leo hanya memandanginya,dan merasa frustasi dia melempar handphonenya,
Vani harus menerima kenyataanya,saat merasa nomor leo di matikan,
Saat keputus asaanya,vani teringat dengan zola,
dia mencoba menghubunginya namun dia tak menjawabnya hanya pesan masuk yang dia terima,
Ada apa van,
please tolongin aku zo,aku di kejar kejar penjahat yang ingin menculikku.
Kau dimana
aku ada di gudang jauh dari pemukiman zo,dekat perbatasan desa * aku takut zo, please tolongin aku.
ok aku kesana.
Tanpa vani sadari dia malah meminta para penculik itu datang ke persembunyiannya.
Di lain sisi,zola yang sudah keluar dari toilet karna pintu di buka pengunjung lain yang menolongnya saat teriak teriak,dia bergegas mencari vani dan Dion,
zola hanya mendapati meja makanya yang bersih tanpa kedua sahabatnya itu,
Zola melirik jam sudah jam 9.00 malam,dia beranggapan vani sudah pulang bersama Dion,tapi dia merasa ada yang aneh karna saat dia ke toilet tiba tiba ada yang memukulnya dari belakang hingga dia tak sadarkan diri,dia terbangun dengan kondisi dia yang terkunci di toilet.
Vani meringkuk,rasa takut juga bingung harus apa dia,vani hanya bisa menangis dan berharap ada keajaiban seseorang datang untuk menolongnya...
"Hiks hiks,paaaa maaaa vani takut,".
Tubuhnya bergetar hebat antara menggigil juga ketakutan,
vani mendengar suara langkah kaki,dia mengira zo lah yang datang,saat dia mencoba melihatnya Alangkah dia terkejut dengan kedatangan ke dua pria yang menggunakan jas hujan hitam dan juga menggunakan masker,
Vani kaget dia mencoba kabur,dia melempar barang barang yang berada di sana,
Di sisi lain Leo merasa ada sesuatu yang terjadi pada gadi yang dia cintai itu,leo mengambil handphone nya,tapi sayang handphone milik nya telah mati akibat lemparan kerasnya pada lantai.
Leo mencoba datang kerumah vani,walaupun sudah mulai larut malam,tap leo berusaha memastikan keadaan vani,
__ADS_1
saat tiba ke rumah vani,leo mencoba menjelaskan pada papanya,papa Adi kaget dengan kenyataanya,mencoba ingin menelfon namun handphone nya tidak ada di tempat biasanya ia menaruhnya,saat hendak telfon dengan telfon rumahnya,anehnya mati setelah di cek,kabelnya terputus,
Leo yang melihatnya merasa aneh,setelah di benerin telfonnya papa Adi mencoba menelfon nomor vani,
Vani mencari suara handphone nya yang berdering,tapi ternyata handphone miliknya berada di dekat Roy, handphonenya terjatuh saat penculik itu datang.
Roy mengambil phonsel vani,
dan tersenyum setelah melihat nomor rumah vani.
Roy mengirim pesan pada mama Vani istri Adi,jika dia akan menginap di rumah zola,lalu dimatikan handphone milik vani.
mama Amanda yang melihat kecemasan Adi suwaminya,dia memberi tahu kepada suwaminya jika barusan vani telah mengirim pesan kepadanya,
Adi dan leo yang panik,merasa lega dengan kabar vani.
Dion yang tiba tiba merasa aneh karna dirinya yang seakan di kerjai untuk menjauh dari vani,diapun mencoba menelfon nya,tapi saat dia melihat phonsel nya mati,dia merasa aneh,setau dia batrenya masih 80%,tidak mungkin tiba tiba mati,
walau Aleta mencoba menghentikan Dion,Dion tetap menghubungi vani karna perasaanya yang tidak enak,
banyak sekali panggilan tak terjawab dari vani Dion merasa khawatir saat dia menghubungi nomor vani sudah tidak aktif.
Dion mencoba menghubungi papa Adi tapi tidak aktif juga,saat dia menghubungi di nomor rumah vani,Adi mengatakan jika vani bersama zola,
untuk memastikan vani aman Dion mencoba menghubungi zola,tapi tak diangkat hanya ada pesan masuk dari phonsel nya.
Klunting
vani sedang menginap dirumahku,
saat Dion membalas nomor zola,nomornya sudah tidak aktif,
Dion merasa sedikit lega,
"Siapa kalian,tolong jangan sakiti aku hiks hiks...".
Vani ketakutan,sekuat tenaga dia berusaha untuk tidak tertangkap oleh penjahat itu.
vani merasa tak asing dengan suara itu,vani masih tak mau mengalah dia terus mencari barang untuk di lempar kepada penculik itu,vani melihat botol minuman dan melemparnya pada salah satu pria itu,
Dug pyar,,..
"Auuuw ssst sialan,Kurang ajar kau,".
suara erangan kesakitan setelah lemparan botol mengenai keningnya dan botol itu jatuh kelantai,
Darah mengalir di keningnya membuat pria itu murka,
Vani memiliki kesempatan keluar dari gudang namun dia tidak mengetahui ada 2 orang lagi yang menjaga di luar gudang...
Alice sudah berada di hotel,bahkan sudah menunggu hampir 1jam.
"Kemana mereka kenapa belom sampai,atau jangan jangan wanita itu kabur,".
Gumam Alice saat jengah karna menunggu kedatangan rekan rekanya,.
Vani tertangkap dan di bawa masuk lagi oleh penjaga itu,setelah di dapatkan penjaga itu di suruh keluar Roy juga Evan,
"Hiks hiks kumohon lepasin aku, hiks hiks,,"
vani teramat ketakutan tapi justru malah membuat penculik itu merasa senang,keindahan tubuh vani semakin terlihat sexy dengan bajunya yang melekat di tubuhnya akibat basah kena guyuran hujan,
"Melepasmu sama saja kebodohan yang aku lakuka cantik,".
Belaian jari jemari Roy membuat vani ketakutan,.
tapi vani terperanjat ketika dia melihat cincin yang sama di ginakan dengan zola.
"Roy,!!!!".
Roy kaget karna vani mengetahuinya,yang membuat Roy terpaksa membuka maskernya.
__ADS_1
"Kau sudah tau aku van,buat apa aku menutupinya,".
Alangkah terkejutnya saat dia melihat sosok Roy dihadapanya,Roy membuka maskernya.
Plak,
Vani menampar keras Roy,hingga terlihat darah segar di ujung bibirnya,Roy mengelapnya dengan ibu jarinya lalu ia hisap,dengan tersenyum seakan penuh na*fsu,
"Apa kau sudah gila Roy!!!!,,kenapa kau melakukan semua ini,".
Derai air mata vani terasa tak bisa ia bendung,ia mengkrutuki dirinya sendiri karna merasa terlalu lemah di hadapan pria.
"Iyaaa,aku memang sudah gila van,gila karna cintaku padamu,tapi kau malah menghinaku apa kau sudah lupa hah,!!!!!".
"Arrrrghhhh,,".
Vani merasa kesakitan saat rambutnya yang panjang di tarik ke belakang oleh Roy dengan kasar,
Roy ingin mencium vani,
cuh..
Vani meludahi Roy,yang membuat Roy begitu
emosi,
"Dasar wanita ja*ang,".
Plak plak,
"Auww sakit hiks hiks,".
Vani merintih kesakitan,ujung bibir juga hidungnya berdarah,
Evan merasa iba kepada vani,dia mencoba menghentikan kekejaman Roy,
"Roy apa yang jau lakukan,kau jangan keterlaluan Roy,!!!".
Dengan kasar Roy melepas vani,dia mendekati Evan,
"Lu gak usak sok suci van,lu juga sebelumnya punya perasaan pada wanita ini bukan,kita sudah ketahuan,dan aku juga ingin membalas penghinaan gadis sialan ini,!!!.
"Tapi bukan ini rencana kita Roy,".
Evan masih bersikukuh untuk Roy tidak melakukan lebih kejam terhadap vani.
"luu jangan muna van,luu jangan kayak banci,klo lu nggak mau lu pergi sekarang,!!!"
Roy sedikit kesal dengan evan yang dianggapnya lemah,Evan merasa gak tega dia memilih keluar gudang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#**kira kira apa yang akan terjadi pada vani,kalo penasaran ikuti trus ya man teman,dan mohon dukunganya like dan tinggalkan jejak komentar di sini yah,
semoga sehat selalu**...
__ADS_1