
.....
Keesokan harinya.
"Breng*ek lepasin gua!!!..Aaaarrrrrgghhh."
Roy yang masih berada di gudang mengamuk agar di lepas oleh Leo.
Gudang Leo terletak di bawah tanah,hanya Vani yang tidak tau keberadaan Roy disana.
"Kalian berdua pindahkan baj*ngan ini,kirim dia ke villa yang berada di luar pulau!!."
Leo mengutus kedua bodyguardny mengirim Roy keluar pulau milik pribadi Leo,yang hanya dapat di jangkau kapal dan helikopter,hanya ada penjaga villanya yang mengurusi.
Roy yang mendengar berusaha menolak karna dia tau tempat itu pribadi tidak akan ada yang bisa kesana tanpa ijin Leo.
"Leo aku sepupumu tega sekali kau,lepassss..."
Leo yang mendengarnya hanya berdecak kesal.
"Kau bilang kau sepupuku hah,kau bahkan menghancurkan hidup wanita yang aku cintai Roy!!!!."
Leo menarik kerah Roy,dan menghempaskanya hingga Roy tersungkur ke lantai.
"Kalian berdua dengar!!!,pindahkan dia setelah aku pergi dengan kekasihku,aku ingin kalian secepatnya maem ndahkan dia sebelum aku dan wanitaku pulang ke mansion."
"Baik bos."
serempak bodyguard menganggukkan kepalanya,kedua bodyguard itu tetap menjaga Roy sampai waktunya tepat untuk melancarkan tugasnya,
Leo berencana membawa pergi Vani saat pemindahan Roy.
**ini cara yang terbaik yang bisa aku lakukan,membawa Roy pergi jauh dari hadapan Vani,jika aku melaporkan kejahatan Roy gimana nasib Aleta.
Batin Leo dengan meraup kasar wajahnya, bodyguard Leo kembali melakban mulut Roy.
Leo berjalan keluar gudang,dia kaget karna melihat Vani dari kejauhan sedang menatapnya,dalam hatinya apakah dia ketahuan dan Vani mencurigainya.
"girl, why are you looking at me like that??."
Ucap Leo ingin tau.
Vani terlihat memonyongkan bibirnya,yang malah terlihat imuet.
"Aku lapar kenapa belom ada makanan untukku???."
"Hahh.."
Leo terkejut dengan ucapan Vani,hatinya merasa lega tp yang dia herani mlh kegiatan Vani,sepagi ini dia merasa kelaparan,bahkan leo melirik jam di phonselnya masih menunjukkan jam 04.30,ya memang kebiasaan Vani selalu bngun pagi,tapi tidak untuk sarapan sepagi itu.
*padahal aku sengaja bangun pagi pagi bener biar dia tidak tau..
Gumam Leo yang masih terdengar oleh Vani.
"Soal apa???."
"Hah ti tidak."
Jawab Leo saat Vani memergokki dirinya yang terlihat gusar.
"Apa kau merencanakan sesuatu,dan kamu juga dari mana kok kayak keluar dari pintu itu???."
Vani menengok kebelakang Leo yang terdapat pintu Vani merasa ada sesuatu yang disembunyikan Leo.
"Ituu ada bangkai tikus.Ik iya bangkai,kau pasti tidak suka bukan makany aku mau buang bangkainya pagi gini."
Vani yang mendengar penjelasan Leo mengerutkan keningnya.
"Lah kan ada pak Kumar(sopir pribadi Leo)."
__ADS_1
"Udah udah gk usah dipikirin lagi,oya kamu mau makan apa???."
Vani hanya tersenyum,yang memperlihatkan lesung pipinya menambah kecantikanya,Leo terasa terhipnotis dengan kecantikan gadisnya.
Entah kenapa tiba tiba Leo mendekatkan wajahnya pada wajah Vani,Vani yang menyadarinya seketika gugub,saat Leo ingin menc*um bibir Vani.
"Ihhhh dasar mesummm...."
Vani meraup wajah Leo kasar dengan ekspresi wajah cemberut.
"Girl.."
Ucap Leo dengan memelas memperlihatkan puppy eyesnya.
"Enggggaaakk!!!!."
"Sedikiiit saja yah yah..."
Goda Leo pada Vani,Vani yang mendengarnya membuat pipinya memerah,ia langsung menutup bibirnya saat Leo ingin mendekat,lantas dia cepat cepat kabur dari Leo.
"Sayaang jangan lari!!!."
Leo terkekeh geli melihat tingkah Vani,
Leo mengelus dadanya karna merasa sedikit lega setidaknya Vani tidak lagi membahas bangkai yang dia maksud.
Vani yang berada di kamar dengan bersandar di pintu kamarnya memegangi dadanya yang terasa jantungnya derdetak kencang,bukanya dia yang mengerjai Leo tapi mlh merasa dia yang dikerjai sampai nafasnya takberaturan karna harus berlarian sepagi itu.
Setelah hampir 1 jam berlalu Vani yang berada di kamar hanya mondar mandir bukan karna lapar lagi,tapi penasaran dengan masakan apa yang akan disajikan Leo untuknya,karna udah jelas tidak mungkin bisa Leo memasak untuknya.
Karna penasaranya yang menggebu gebu,Vani memutuskan untuk kedapur melihat aktivitas Leo.
Dengan pelan bahkan jalan berjinjit Vani mencoba mendekati dapur,saat mengintip dapur seketika Vani hanya melongo melihat aktivitas Leo.
Seketika tawa Vani pecah saat mendapati Leo dengan berpakaian tertutup,bukan pakaian biasa melainkan mantel yang ia pakai,dan juga penutup kepala dengan helm,bahkan melihat Untari yang di lakban mulutnya dan terduduk di samping kursi yang berada di dapur dan juga kondisi dapur yang berantakan.
"Ha ha ha ha.....Aduh aduhh perutku ha ha ha..."
Leo yang berada di pojok dapur melihat kearah Vani,begitu juga Untari.
"Girl.."
Ucap Leo setelah melepas helemnya.
'"Eh tuan es balok,ngapain pake jas hujan segala,emang didapur bisa kehujanan atau...ha ha ha ha."
Vani bahkan tak bisa melanjutkan kata katanya karna kekonyolan yang Leo lakukan.
Leo hanya menggaruk kepalanya,karena malu pada gadis kesayangannya.
"Tuan..."
Uun melepas lakbanya berusaha bersuara.
"I told you to shut up!!!,hari ini aku mau memasak khusus buat my girl."
Tanpa menatap Uun Leo menjawab Uun dengan jengkel,ya Uun sampai di lakban dan di suruh duduk Leo karna berusaha membantunya memasak karna Uun merasa tak tega dengan Leo.
Leo bahkan hanya melalui google untuk mengetahui bumbu bumbunya,Leo ingin membuat nasi goreng dengan telur mata sapi.
"Tapi tuan telurnya gosing lagi."
Leo yang mendengar ucapan Uun seketika yang tadi pandanganya hanya tertuju pada Vani kini ia alihkan ke telur yang ia masak.
"What?????."
Leo berlari menuju telur yang kini udah menjadi telur gosong,karna buru buru membalik telurnya tak sengaja tanganya menyenggol wajan penggorengan,"Auuuw.."
Leo merasa kesakitan,melihat Leo yang kesakitan Vani berlari dan mematikan kompornya membawa Leo ke keran air dan membasuh luka bakarnya dengan air mengalir selama 20 mnit untuk mendinginkan luka,agar lukanya juga tidak infeksi setelahnya Vani mengobati dengan salep antibiotik.
__ADS_1
Vani meniup tangan Leo yang terasa panas,Leo tersenyum melihat perhatian yang Vani berikan padanya.
"Ihhh ngapain senyum senyum.."
Vani mengerutkan keningnya melihat Leo yang selalu menatapnya.
"I like the attention from you girl.."
Ucap Leo dengan memegang jemari Vani.
"Jangan kepedean tuan es balok,yah aku bakal ngelakuin hal yang sama kok kalo kondisinya pada orang lain."
Vani terlihat memanyunkan bibirnya,membuat Vani terlihat imuet.
Leo yang melihatnya hanya tersenyum.
"Tuan kak Vani nasi gorengnya sudah siap,sudah saya taruh di atas meja."
Leo yang mendengarnya mendengus kesal karna kejutanya buat gadisnya gagal.
Vani melirik kearah Leo dan mengusap pipi Leo,dia bisa merasakan apa yang difikirkan oleh Leo.
Kini Leo dan Vani berada di ruang makan,melihat Leo yang kesusahan untuk makan karna tangan kananya yang kena penggorengan,lantas Vani berinisiatif menyuapi Leo.
Perlahan Leo mengunyah makananya,suapan pertama dari gadis yang dicintainya dengan penuh perhatian.
"Sorry.."
Ucap Vani lirih dengan menatap luka bakar Leo.
"Why, dear..??"
Leo menatap Vani yang teelihat sendu.
"Gara gara aku,kamu jadi luka kayak gini."
Vani merasa dirinya teramat bersalah.
"No no you're not wrong girl, believe me I'm fine okay.."
Leo membelai lembut rambut Vani,mencoba meyakinkan Vani.
Vani hanya tersenyum,lalu di bangkit dari kursinya dan menuju dapur.
"Uun..",Vani memanggil Uun,saat Uun sampai Vani menanyakan apa yang terjadi sampai dia juga di lakban Leo,Uun menceritakan apa yang di lakukan Leo dari memasak nasi sampai 3 kali karna pertama masih mentah je dua kelembekan karna kebanyakan air yang ketiga baru pas,trus bikin nasgornya yang terlalu kebanyakan minyak juga ke 5 kali goreng telur selalu gosong,Uun juga menceritakan Leo yang melakbanya karna berusaha memberi tahu cara cara yang benar,Leo ingin semua yang di lakukan tanpa campur tangan dari Uun.
Vani merasa gak tega lalu,
"Tolong yah ambilkan apa aja yang sudah di masak tuan Leo,aku ingin memakanya."
Uun yang mendengarnya hanya melongo,begitu juga Leo.
"no girl,kau bisa sakit kalo memakanya."
Leo yang baru sampai di dapur dan mendengar ucapan Vani lantas melarangnya,ia pergi ke dapur karna ingin menyuruh Vani makan karna sedari tadi Vani hanya menyuapinya.
.
.
.
.
.
.
.******Maaf ya Readers karna udah gak rajin lagi up nya,karna aku udah mulai bekerja lagi setelah istirahat habis kuret,mohon doanya yah karna skrng aku baru mulai kerja lagi buat lanjutin promilku semoga berhasil bisa secepatnya punya baby.
__ADS_1
aku jg harus membagi waktu untuk kerja keluarga juga bikin lanjutan ceritanya,semoga reader bisa memakluminya...
Semoga sehat selalu***.....