Terenggutnya Kesucian Sang Primadona

Terenggutnya Kesucian Sang Primadona
57.Carlos dan Monica


__ADS_3

Leo yang masih kebingungan melirik ke Evan,Evan mengangguk seakan membenarkan jika dirinya benar benar di hubungi Carlos.


Sedangkan saat Leo menanyakan posisi handphone milik Carlos handphone miliknya berada di luar mobil Carlos,bahkan panggilan keluar terakhir ke nomor Leo di phonecell milik carlos sebelum polisi itu yang menelfon adalah jam 08.00 Pagi,dimana dia mengabarkan jika dia dan anak istrinya akan berkunjung kerumahnya.


Entah itu mimpi atau firasat atau benar benar Carlos menghubunginya entahlah,Leo tak mau ambil pusing sekarang dirinya hanya tertuju pada Carlos yang sudah terbujur tertutup kain putih di depan matanya.


Leo hanya bisa menyesali kenapa Leo tak bisa mencegah Carlos pulang.


Leo baru teringat putri kecil Carlos baby Michelle saat menanyakan keadaan baby Michelle,tak lama terlihat baby Michelle sudah dalam gendongan suster yang merawatnya bersama Evan menghampiri Leo,


Leo masih bersyukur putri Carlos hanya luka ringan tapi masih butuh perawatan takut jika itu akan menjadi trauma baby itu.


Baby Michelle selalu rewel, tangisannya membuat orang yang mendengarnya bahkan ikut menangis, teriris mengingat apa yang telah dialami baby sekecil itu.


Baby Michelle baru terdiam dari tangisnya setelah Leo menggendongnya,entah karna ketulusan Leo atau memang dia tau bahwa orang tuanya telah mempercayai Leo untuk merawatnya.


Tak berselang lama ibunda Carlos datang dengan tangisan yang sudah mulai pecah.


Ibunda Carlos begitu terpukul dengan kematian putra semata wayangnya.


Leo hanya bisa mencoba menenangkan beliau.


Tak lama petugas ruang ICU yang menjaga Monica berlari memberitahu ibu Carlos beserta Leo dan yang lainnya jika Monica sudah tersadar dari komanya,tapi kesehatan Monica semakin menurun.


Dokter hanya mengijinkan Leo juga ibu Carlos untuk memasuki ruangan mengingat keadaan Monica yang semakin menurun.


Disitulah dimana seorang mertua bertemu menantunya untuk yang pertama dan terakhir kalinya.


"Ma..ma..,mah.."


Suara Monica terasa lirih di telinga Leo dan Carlos.


Leo juga teringat putri Carlos tak butuh waktu lama pergi untuk membawa baby Michelle masuk keruangan Monica berada,walaupun itu bertentangan dengan peraturan Rumah sakit,namun Leo tak perduli.


Leo mematung di pintu melihat Monica tengah berbicara dengan mertuanya untuk pertama kalinya.


"Ma..."


Lelehan mata monica terlihat membuat Leo pun seakan ikut terbawa suasana,Leo melihat baby Michelle dengan tatapan sedih.


"Iya sayang..Ini mama nak mertua kamu."


Ibu Carlos merasa begitu menyesal karna sudah menyianyiakan menantunya itu karna keegoisan itu.


"Monic gak bisa jadi me menantu yang baik mah,Monic gak bisa jaga suami Monica.."


Monica tau jika suaminya sudah tiada karna sebelum dia koma sang suami sempat masih bisa berbicara bahkan pamit,juga menyuruh Monica menitipkan putrinya pada Leo,mengingat ibu Carlos yang juga sudah mulai sakit sakit tan.


Monica menjelaskan pesan dari suaminya pada ibu mertuanya yang bahkan di dengar langsung oleh Leo.


"Iya sayang,mama mengerti apa yang di inginkan Carlos putra mama,kamu juga gak salah sayang,semua ini salah mama,hikss hikss....


Andai saja mama tidak memaksamu untuk membujuk Carlos menemui mama,ini semua tidak akan terjadi."


Ibunda Carlos begitu menyesali,memang dia tak menyukai Carlos karna Monica namun dia sangat merindukan putranya hingga tanpa sepengetahuan Carlos mamanya sempat mengancam Monica jika dia tak bisa membuat hubungan antara ibu dan anak itu baikan ibu Carlos mengancamnya akan memisahkan mereka berdua,namun takdir berkehendak lain,bukan karna sang mama,namun kematian lah yang memisahkan mereka berdua.


Ibu Carlos menyesal karna apa yang menimpa putranya seakan akibat dari keegoisannya bahkan ucapan ucapannya yang menginginkan mereka berpisah.


Carlos memang di bujuk sang istri untuk mau berbaikan dengan sang ibu dan mau menemuinya,namun Carlos bersikeras untuk tidak menemui sang ibu jika tidak bersama istri juga putrinya,karna itu Monica mau di ajak bertemu yang mertua,walaupun hatinya saat itu masih merasa takut.


"Mah..."


Ucap lirih Monica,"bolehkah Monica meminta peluk mama.."


Ucapan Monica yang tulus itu membuat hati sang mertua begitu tersayat karna men nyia nyia kan kesempatan untuknya memiliki menantu yang begitu tulus menyayangi dan tak pernah membencinya.


"Iya sayang,putri mama,kau adalah menantu yang baik,maafkan mama yang tak pernah melihat ketulusan mu sayang.."


Pelukan pertama dan ucapan mertuanya yang sudah mau mengakuinya sebagai menantunya membuat Monica begitu bahagia disaat saat terakhirnya.

__ADS_1


Disaat saat Monica perlahan hilang kesadaran Leo berlari mendekati Monica bersama putri Monica.


"Hai Monica kau harus kuat, lihatlah putrimu...Dia masih membutuhkanmu.."


Leo mencoba menyadarkan Monica disaat dia sudah mulai menutup matanya.


Perlahan Monica tersadar kembali.


"Sayang...Maaf..Maaf mama tak bisa menjaga baby Michelle sampai dewasa..."


Cup...


Kecupan demi kecupan diberikan Monica pada putrinya.


Monica merasa waktunya tak lama lagi.


Monica menitipkan putri semata wayangnya dan ibunya pada Leo.


"Tolong j...a...Jaga jaga putri dan ibuku Leo...."


Deg...


Hati ibu Carlos merasa sedih mendengar saat saat terakhir menantunya masih sempat memikirkan dirinya.


Tiiiiiiiiitt.....


Lagi lagi Leo harus melihat garis datar di layar,dia seakan harus menelan pil pahit dalam kehidupannya.


Leo berlari memanggil Dokter.


"Maaf tuan,nona Monica sudah tiada."


Leo tersungkur mendengar kata kata Dokter itu,melihat putri sahabatnya itu terasa hatinya teriris,anak sekecil itu harus kehilangan kedua orang tuanya.


"Hiks hiks... Monic putri mama,hikss hikss...


"Hua.pa..pa...hikss hikss,mam mam mam..hua...."


Baby Michelle Menangis hingga suaranya serak,seakan tau jika mamanya yang sudah pergi.


"Mam..mam.maaa...hua....ha....he


huekk.......pa....ma..ma..hiks hua...huek."


Leo merasa bersalah saat melihat baby Michelle yang menangis sampai serak dan muntah.


Baby Michelle yang sudah mulai belajar berbicara,di sela sela tangisnya selalu menyebut mama dan papanya membuat seisi ruangan ikut menangis.


"Sayang lihat papa...Ini papa kamu sayang papa Leo..."


Leo memeluk baby Michelle dan menenangkannya.


Entah kenapa seketika baby Michelle terdiam,dan di lihatnya Leo yang ternyata baby Michelle sudah tertidur dengan lelehan air matanya yang belom kering,mungkin karna kelelahan dengan tangisnya yang membuatnya lelah hingga tertidur.


Mentari mulai terbit di ufuk timur,Leo pulang ke rumah takut jika mama Amanda khawatir karna dirinya yang belom juga pulang,Leo juga berniat memberitahunya apa yang telah terjadi pada Carlos dan Istrinya.


Ceklak...


Saat Leo berniat mengetuk pintu,pintu terlebih dulu terbuka,Amanda yang membukakan pintunya membuat Leo kaget.


Amanda memang merasa khawatir dengan Leo yang tak pulang hingga fajar tiba,Amanda ternyata sudah menunggunya di ruang tamu mendengar suara mobil Leo,Amanda yang bergegas membukakan pintu.


Amanda dikejutkan dengan kedatangan Leo bersama baby Michelle.


"Ma..."


Leo terkejut.


"Sayang,loh kok...Kok Michelle..???."

__ADS_1


Amanda merasa bingung karna seharusnya baby Michelle bersama orang tuanya bertemu omanya.


"Iya mah."


Leo langsung mengajak mamanya masuk ke dalam.


Leo menyuruh Uun untuk menjaga Michelle,sementara Yuni disuruh membuatkan teh hangat untuk mamanya,sementara Leo mempersiapkan diri untuk mengatakan kabar buruk tentang keluarga Carlos.


"Nak ada apa???."


Amanda semakin penasaran.


"Mah,Leo mau ngomong sesuatu sama mama."


Leo bingung ingin memulai dari mana dia menjelaskan pada mamanya.


"Nyonya tuan teh dan kopinya,ini buat tuan Leo kopi tanpa gula."


Yuni datang dengan membawa minuman yang di minta Leo.


"Iya makasih."


Leo langsung menyodorkan teh buat mamanya.


"Makasih sayang."


Amanda yang memang lagi haus langsung meminum teh hangat buatan Yuni.


"Nak Leo kenapa bisa pulang sama cucu mama hem,kenapa dari tadi mama perhatiin nak Leo seperti kebingungan,coba cerita pada mama,apakah nak Carlos dan nak Monica gak jadi pulang hem??."


Amanda mulai pembicaraannya kembali.


"Ma..Carlos dan Monic...."


Leo terasa tak sanggup bicara lagi,lidahnya terasa kelu.


"Nak Leo???."


Amanda mulai ngerasa ada yang gak beres.


"Mah sebenarnya Leo pulang mau jemput mama."


Leo tak sanggup jika memberitahu kondisi keluarga Carlos.


Amanda mengerutkan keningnya merasa ada yang di sembunyikan Leo,tapi Amanda mencoba menepis pikirannya,Amanda mengira jika Carlos dan Monica tak jadi pulang karna konflik dengan ibunda Carlos.


"Jemput mama,Kita mau kemana nak Leo."


Amanda sudah tak ada pikiran yang nggak nggak.


"Kita ke makam mah."


Ucap Leo.


"Loh ke makam???,bukanya kemaren abis dari makam nak Leo,nak Keo mau berziarah ke makam nak Vani lagi???,atau ke mama papa nak Leo???."


Jawab Amanda yang mengira Leo hanya ingin ke makam untuk berziarah seperti biasanya.


"Leo mau ajak mama ziarah ke makam teman Leo ma,hari ini teman Leo meninggal."


Leo mencoba menyembunyikannya


"Innalilahi teman nak Leo meninggal??."


Amanda kaget.


"Iya mah."


Jawab Leo.

__ADS_1


__ADS_2