
Leo dan Amanda naik satu mobil menuju pemakaman Carlos dan Monica,hati Leo begitu sakit tapi dia harus terlihat tegar di depan semua orang tak terkecuali Amanda sang mama.
"Nak Leo,apa tidak sebaiknya Michelle di rumah saja dia masih kecil kasian kalo diajak ke pemakaman,nak Leo juga belum cerita kenapa bisa Michelle bersama nak Leo??,apa saat nak Leo menyusul nak Carlos dia nangis mau ikut???.."
l"Iya ma, Michelle nangis mau ikut Leo,em soal sekarang ikut,sepertinya juga baby Michelle hanya mau dengan Leo ma,bahkan mama tadi lihat bukan dia selalu menangis walaupun bersama Uun,padahal Uun sangatlah tau bagaimana cara merawat anak kecil."
Jawab Leo dengan menunduk,Amanda merasa aneh karna baby Michelle tak seperti biasanya,hanya semalam baby Michelle berubah seakan tak bisa jauh dari Leo,bahkan dengan Uun yang sudah biasa merawatnya di saat Monica dan Carlos datang,namun Amanda tak permasalahkan mungkin karna Leo sudah dianggapnya sebagai ayahnya juga,seperti halnya putri yang sedang ingin di manjakan ayahnya.
"Yasudah terserah nak Leo saja."
Jawab Amanda.
Hampir satu jam berlalu kini Leo Evan Amanda juga Michelle telah sampai ke pemakaman.
Mobil ambulance yang membawa jenazah Carlos dan Monica juga baru datang beriringan,mobil pribadi dari keluarga Carlos pun baru sampai.
Amanda merasa tak asing dengan salah satu mobil yang barusan datang yaitu mobil keluarga Carlos.
"Die ajeng???."
Amanda melihat mama Carlos.
Deg...
"Loh kenapa mama Carlos juga datang dan,kok itu?.."
Amanda melihat kearah Leo,saat Amanda melihat foto yang di bawa ibunda Carlos bahkan ibunda Carlos menangis tersedu sedu.,memeluk foto Carlos juga foto Monica.
Leo berhenti dari langkahnya dan menatap Amanda dengan perasaan yang teramat perih.
"Maa..Maaf Leo tidak jujur pada mama,teman yang Leo maksud itu Carlos dan Monica."
Mendengar ucapan Leo membuat Amanda lemas,Evan yang selalu berada di sisi Leo dengan sigap memegangi Amanda yang hampir saja terjatuh tak sadarkan diri.
Leo menyuruh Evan membawa mamanya ke mobil,Leo mengikuti proses pemakaman Carlos dan Monica.
Setelah pemakaman selesai ibunda Carlos menemui Amanda yang baru saja sadar dari pingsannya.
"Amanda.."
Ucap lembut wanita paruh baya itu.
"Die ajeng..."
Amanda dan Ajeng ibunda Carlos berpelukan,selama mengenal Carlos Amanda tak tau wajah ibundanya,tanpa di duga Carlos adalah putra satu satunya dari sahabat Amanda semasa SMA,sampai akhirnya Ajeng harus berpisah dengan Amanda ke luar negri untuk melanjutkan kuliahnya juga menetap ke negara lain,tapi mereka tetap masih berkomunikasi,sampai pada saatnya mereka memiliki putra dan putri,
mereka berniat kelak ingin menjodohkannya disaat anak anak mereka dewasa,itulah sebabnya Ajeng tak merestui Carlos menikahi Monica selain latar belakang kehidupannya Ajeng masih berharap Carlos putranya menikah dengan putri temannya.
Ajeng yang pulang ingin memberi kejutan untuk menemui Amanda,harus menelan pil pahit saat berkunjung ke rumahnya Amanda tak lagi tinggal di kediaman tempat yang Ajeng ketahui,bahkan handphone milik Amanda pun tak dapat di hubungi,sedikit kecewa Ajeng mengira Amanda mengingkari janjinya,tapi karna saling sayangnya mereka melupakan itu semua.
Amanda menceritakan kehidupannya saat mengalami kecelakaan dia harus meninggalkan rumah dan membuka lembaran baru,dan kondisi Amanda yang mengalami sakit membuatnya dan suaminya,seakan hilang kontak dengan Ajeng.
Sungguh pertemuan yang teramat perih karna dipertemukan dalam kondisi Ajeng berduka.
Hari hari berlalu dengan Leo yang selalu dekat dengan baby Michelle bahkan ke kantor pun,Leo lebih sering membawa Michelle ketimbang Farah sebagai tunangannya.
__ADS_1
Farah begitu cemburu,bahkan sebenarnya dia tak menyukai jika Leo mengangkat Michelle sebagai anaknya kelak,namun dia harus mengalah sementara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
Kini pernikahan Leo dan Farah telah di tetapkan tanggalnya,bahkan kabar tentang pernikahannya sudah menyebar.
Farah dan Leo berada di butik yang pernah Vani datangi untuk fitting baju pengantin,Leo begitu malasnya hingga berjalan pun seakan terlihat malas.
Leo memandangi potret Vani bersamanya,Leo tersenyum senyum sendiri saat mengingat kebersamaannya.
"Sayang lihatlah aku cantik bukan???."
Farah berputar dengan gaun pengantinnya didepan Leo,entah kenapa tiba tiba dia melihat Farah seakan itu Vani.
Leo terlihat tersenyum bahagia.
"My beautiful girl."
Ucapan Leo membuat hati Farah begitu bahagianya,Farah segera mendekati Leo dengan manjanya memeluk tubuh kekar Leo,karna itu adalah ucapan yang sangat dia tunggu tunggu selama ini.
"Thank you dear.....
Mmuacchh,"
Sebuah kecupan mendarat di bibir Leo.
" I'm really happy today, thank you for smiling for me honey."
Farah kembali memeluk Leo.
"Iya my girl,kau adalah my angel Vania Adonia Prameswari."
"Vania!!!."
Farah berontak melepas pelukan Leo,Leo tersadar mendengar suara wanita lain yang bukan wanita yang dia rindukan selama ini.
Leo mendorong Farah dengan kasar saat mengetahui itu bukan Vani.
Bruk....
"Ah,sakit sayang kau kasar sekali hiks..,seharusnya aku yang marah aku tunangan kamu tp kenapa nama wanita lain yang kau sebut hikss hikss..."
Farah menangis tersedu sedu membuat Leo sedikit ada rasa bersalah.
"Sorry Farah..."
Leo berlalu setelah meminta maaf.
Farah mengelap air matanya dan mengepalkan tangannya merasa sangat kecewa pada Leo,bukan menolongnya untuk bangun hanya ucapan maaf yang dia terima.
Hari dimana acara pernikahan Leo dan Farah telah tiba,acara terlihat sangat mewah berkat mama Amanda dan ibunda Carlos yang memang ahli untuk mengatur dekorasi untuk acara acara pernikahan,Farah pun begitu anggun dengan gaunnya pesta megah dengan beberapa kamera dan media pun sudah bersiap untuk mengabadikan momen pernikahan seorang Leo pengusaha sukses orang nomor satu di negara itu,sebenarnya Leo tak mau pernikahannya di sorot media,namun Farah tetap mengundang para awak media.
Banyak sekali hati wanita yang merasa sakit hati melihat acara tersebut tak terkecuali Grace yang juga sakit hati pada Leo karna hanya menjadi tamu undangan.
Amanda dan ibunda Carlos terlihat antusias akan menyaksikan pernikahan Leo,mereka lah yang merencanakan pernikahannya.
setelah hampir satu jam Farah turun,Leo sama sekali tak terlihat,Evan keluar dari ruangan Leo mencari Amanda,setelah mendapati keberadaannya Evan membisikkan sesuatu pada Amanda,Amanda mengangguk dan ikut dengan Evan.
__ADS_1
Ceklak...
Pintu terbuka terlihat Leo menghadap jendela dan memandangi kota tersebut,sampai sampai ia tak tau Amanda sudah berada di sampingnya.
"Ma...."
Leo kaget dan menoleh kearah Amanda saat Amanda menepuk pundaknya.
"Kamu kenapa nak,acara sudah mau di mulai tinggal menunggu kamu turun."
Amanda tau kegelisahan hati Leo,Amanda mencoba meyakinkan dan menenangkan hatinya,"Apa nak Leo teringat anak mama????..."
Tanya Amanda pada Leo.
Leo hanya mengangguk.
"Leo tak ingin mengkhianati My girl mah.."
Ucap Leo pelan.
"Nak,sudahlah jangan berlarut larut dalam kesedihan, ini sudah berlalu,bahkan putri mama sudah meninggalkan kita bertahun tahun,biarkan putri mama bahagia di sana,kalo kamu seperti ini putri mama pun akan bersedih di sana,kamu berhak melanjutkan hidupmu,kamu butuh keluarga,yang di butuhkan putri mama saat ini adalah doa kita sayang."
Mata Amanda berkaca kaca saat mengucapkannya, sebenarnya ia pun masih teringat kenangan bersama putrinya,bahkan dia seakan tak rela tempat yang seharusnya putrinya tempati bersama Leo terganti oleh wanita lain,tapi dia menyadari semua itu sudah takdir.
"Pa..pa.paaa..."
Terdengar ocehan baby Michelle,membuat Leo dan Amanda menoleh,terlihat Evan yang tersenyum membawa baby Michelle.
"Hai...cucu oma,.."
Amanda mendekati dan memeluk baby Michelle,betapa bahagianya dia akhirnya baby Michelle sudah mau bicara lagi setelah kecelakaan yang membuatnya trauma.
Leo juga berlari dan memeluknya.
"Lihatlah nak putrimu sudah kembali ceria dan mau bicara lagi."
"Iya ma."
Leo begitu bahagia memeluk putrinya.
"Nak apa kamu tega putrimu besar tanpa seorang ibu??."
Amanda mencoba meyakinkan Leo kembali.
"Ma..Leo bisa memberikan segala kebutuhan Michelle,bahkan perhatian Leo akan Leo berikan sepenuhnya pada Michelle."
Leo tetep kekeh untuk mencari alasan agar tak menikah.
"Michelle tidak hanya butuh sosok ayah nak,dia juga butuh sosok seorang ibu,dan nak Leo tidak mungkin bisa menjadi Ibu utuh untuknya,nak Leo juga tidak mungkin selalu berada di sampingnya,lagian apa kamu ndak kasihan pada nak Farah serta keluarganya,mereka pasti akan malu jika nak Leo membatalkan pernikahan ini,apa lagi para tamu bahkan awak media sudah datang."
Ucap Amanda dengan lembutnya memberi pengertian padanya.
"Iya ma,Leo mengerti Leo akan turun dan menikahi Farah ma."
Pada akhirnya Leo pun menyetujuinya.
__ADS_1