
Di rumah sakit di mana sopir dari vani mulai sadar dari komanya setelah kejadian itu,mama Dion yang selain pemilik universitas Airlangga dia juga pemilik Rumah sakit yang di tempati sopir vani dirawat,mama Dion mengirim pesan ke Dion kalo sopirnya telah bangun dari komanya,
"Hallo ma,apa bener sopir vani udah sadar??"
"Iya sayang,mama juga udah menanyakan tentang apa yang terjadi sebelum kecelakaan,"
"Lalu apa yang dia bilang mah,???"
"Sebelum sopir itu membanting stir,ada 2 mobil yang mengikuti mereka,satunya dengan sengaja memberhentikan mobil vani,saat mobil menabrak pembatas jalan dia sudah tidak ingat apa apa tentang vani",
Dion terlihat syok,dia yakin kalo gadis kecilnya memang di culik,
Setelah percakapanny dengan mamanya terputus,entah kenapa Dion masih kepikiran tentang data yang di rumah sakit dimana nama Aleta tertera,
Dion memutuskan tanpa sepengetahuan Aleta dia ingin seharian mengikuti aktifitas nya,dia yakin ada sesuatu yang bersangkutan denganya atau kakaknya,.
🍂🍂🍂
Di meja makan,vani makan dengan lahap hatinya begitu bahagya dia berharap akan segera bertemu kluarga tercintanya,
tapi entah kenapa dia juga merasakan sedih,yah jikalau dia pulang pastilah dia tidak akan bersama leo lagi,.
"Girl kau kenapa,???".
"Ehh,eng enggak,gak papa kok,".
"Girl kalo kau pulang,apa kau akan melupakanku,?".
Leo merasa sedih jika vani benar benar pulang,.
"Enggak kok,aku gak akan lupa dengan tuan dinginku tuan es balok,,hehehe,,".
Vani mencuba agar suasana tidak terasa canggung.
"Apa aku boleh tanya sesuatu Girl,,???"
"Apa,??"
"Apakah tidak ada sedikit saja ruang untuk aku dihatimu girl,,???",
Leo berharap sekali vani bisa membalas cintanya,dan mengatakannya sebelum dia pergi dan vani juga kembali ke kluarganya.
Vani menunduk,ingin rasanya dia berucap tapi entah apa yang akan dia berikan untuk jawaban leo.
"Girl,,???"
"Em maaf akuu...aku gak bisa balas perasaanmu,".
Entah kenapa vani juga merasakan perasaan yg aneh,tp dy juga tdak tau kenapa.
"Em yaudah gk papa,siapa tau suatu saat masih ada kesempatan buat aku di hatimu,,".
Vani hanya menunduk.
"Yaudah girl aku berangkat yah,kamu jaga diri. Secepatnya aku akan pulang,".
Leo beranjak dari kursinya dan menghampiri vani,direngkuhnya vani yang masih keadaan duduk,di acak acaknya kepala vani dan di cium keningnya.
Vani terlihat malu,dan salah tingkah karna perhatian leo begitu tulus.
Vani mengangguk kan kepalanya,Setelah beberapa langkah leo,Vani beranjak dari kursinya berlari dan memeluk leo dari belakang,
"Hati hati Tuan es,aku pasti merindukan kedatanganmu,,"
Leo membalikkan badan,dan mencakup pipi vani dengan kedua tangannya lalu menganggukkan kepala,vani tersenyum memegang kedua tangan leo dan,
Cup,,
Kecupan singkat di bibir leo dari Vani,leo tersenyum bahagya,beda dengan vani yang pipinya sudah memerah,
entah kenapa leo merasa berat meninggalkan vani.Andai saja dia tidak harus keluar negeri.
__ADS_1
"Bik,tolong jaga dia untukku,"
pinta leo pada bik Nur.
"Iya aden,,".
Leo berjalan mulai memasuki mobil,mobilnya pun mulai melaju,vani melihatnya dengan tatapan sendu,terlihat buliran air mata terjatuh di ujung mata indahnya,mobil leo terlihat semakin menjauh jauh dan akhirnya menghilang dari pandangan vani.
jam menunjukkan jam 09.30 pagi,suasana yang gerimis membuat vani merasa ingin bermalas malasan apa lagi setelah kepergian leo,dia merasa bosan.
Di kamarnya,
Vani bersantai dengan membaca novel kesukaanya untuk menghilangkan kebosenannya,dia membaca noveltoon,kegemaranya membaca novel romantis,membuatnya tersenyum senyum sendiri bahkan terkadang terbawa ceritanya yang membuatnya menangis,entah kenapa dia malah terbayang bayang dengan wajah leo,seketika ia tersadar dengan adanya Dion yang jadi kekasihnya..
Di halaman mansion Aleta telah sampai,dua bodyguard saling pandang dan mendekati Aleta yang ingin menuju pintu mansion leo,
"Maaf nona,tuan tidak mengijinkan anda masuk,".
Kedua bodyguard mencoba menahan Aleta,
"get away from me!!!!!,aku tidak ada waktu meladeni kalian,menyingkirlah dariku!!!!".
"Tapi non,".
"Apa...kalian mau usir aku dari mansion kakakku sendiri hah,,,!!!,denger ya,aku akan menyuruh kakakku memecat kalian,kalo kalian berani menyentuh dan mengusirku,ingat itu!!"".
Aleta berhasil masuk,karna pintu tidak di kunci.
"Gimana ini broo,bos pasti marah,"
"Gak tau,"jawab rekanya dengan mengedikkan bahunya,"aku juga bingung,diusirpun nona marah gk mungkin kita menyeret nona bukan,".
"Hem iya,".
Saat ingin menaiki tangga Aleta yang berhasil masuk,Aleta melewati dapur,seketika matanya membulat merasa kaget karna melihat Inaya yang berpakaian layaknya pelayan dan membersihkan dapur.
Aleta mendekati dan dengan cepat dia menyaut lengan Inaya,saat Inaya merasa cengkraman keras di lenganya seketika dia menoleh,
Inaya ketakutan melihat Aleta dengan tatapan bencinya,
Aleta melepas tanganya dan menepuk nepuk telapak tanganya terlihat jijik,
"Kau,,,kau pelayan hah!!!!",
Inaya terlihat bingung dengan jawabanya,Kebetulan bik Nur sedang ada urusan.
"Maaa,maaf nona aku,"
Plakk,,
tamparan keras mendarat di pipi Inaya,Aleta marah karna merasa telah di bodohi seorang pelayan dan kakaknya,
"Berani beraninya kau menipuku,hahh,,!!!"
Jambak an keras di rambut Inaya membuat Inaya menangis,
Uun yang mendengar kegaduhan di dapur akhirnya memutuskan untuk mendekatinya.
"Nona Aleta,"
Aleta melempar tatapan tajamnya.Uun merasa takut dia tau sifat dari Aleta yang selalu menyiksa pelayanya, kalo merasa tk menyukainya.
Aleta mendekatinya,Uun menunduk dengan badan sedikit gemetar,.
"Katakan padaku,siapa gadis yang selama ini bersama kakakku hah,!!!".
Aleta terlihat murka,dia juga menjambak rambut Uun yang di kucirnya,Uun kesakitan dan merasa bingung harus berkata apa,.
Uun masih tetap diam walaupun air matanya menahan rasa sakitnya,karna teringat kebaikan vani juga pesan leo untuk menjaga nonanya,
"kalo kalian diam,aku akan mencari tahu sendiri,,!!!!",
__ADS_1
Bruk.
Suara badan Uun yang di dorong Aleta dan terhuyung ke lantai.
Aleta menuju kamar kakaknya,karna di sanalah dia pernah melihat pakaian pakaian wanita.
Brakkkk..
Suara pintu kamar vani yang di dorong paksa seketika terbuka karna tidak di kuncinya..seketika vani menolehnya,
"Kauu..???".
Lagi lagi vani kaget di buatnya,sesosok wanita yang juga dia kenal.
Aleta mendekat vani,dan bergegas vani turun dari kasurnya,
"Dasarrr manita j*****,beraninya kau mendekati kakakku,,".
plak,,,
tamparan keras yang di layangkan Aleta,kini
darah segar pun mengalir di ujung bibir vani,.
"Ap,,apa maksudmu,kakak???"..
"Jangan pura pura bodoh kamu,di balik wajahmu yang sok polos itu ternyata kau wanita mu*****!!!.
"Ahhh Sakit,,".
Vani merasa teramat sakit dan terasa panas kepalanya karna tarikan kuat dari tangan Aleta di rambutnya vani.
"Kau sudah mengambil Dion dariku kau juga sudah merebut kedudukanku sbagai primadona di universitas Airlangga,sekarang kau ingin mendekati kakakku hah,,???".
"Siapa yang kau maksud Aleta aku tidak mengerti,".
"Jangan pura pura bodoh ******,Leo Davies Guinandra adalah kakakku,kakak dari Alleta blossom Guinandra kau mengerti,,".
Vani merasa kaget dia tidak menyangka leo kakak dari Aleta dan slama ini tinggal di rumah kakak mantan kekasih Dion.
"Aku memang menyuruh kakakku untuk menjauhkanmu dari Dion,tapi bukan berarti kamu malah berusaha mendapatkan hati kakakku wanita si****".
Seketika bak terasa tersambar petir di siang hari,Vani merasakan benar benar sakit hati dengan kenyataanya.
Brak!!!!
Kening vani mengeluarkan darah karna terbentur nakas yang berada di sebelah tempat tidur vani,vani memegangi keningnya dan terisak,tangisanya menahan sakit,bukan karna benturanya tapi kenyataan tentang di balik penculikan yang di lakukan leo kepadanya.
"Bereskan semua barangmu,dan segera pergi dari sini dan dari kehidupan kakakku,kau mengerti,,,!!!!!.
Bentakan Aleta yang di angguki vani dengan lemah,
Setelah berberes Aleta menarik vani turun dan menuju teras,Aleta mendorong Vani ke luar dan melempar tasnya yang berisi pakaiannya,hingga guyuran hujan membasahi sekujur tubuh vani,Uun dan Inaya yang melihatnya tidak bisa berbuat apa apa,bahkan ke dua bodyguardnya pun hanya pasrah melihat nonanya diusir seperti sampah dari mansion,
bahkan sopirpun di larang untuk mengantarnya.
.
.
.
.
.
###**Malang sekali nasib vani,Gimana yah kalo sampai leo tau pemilik hatinya di perlakukan seperti sampah itu,pasti murka banget,tapi entahlah karna Aleta juga adiknya,kalo orang lain mungkin sudah habis dia.
mohon dukungan like juga tekan favorit nya yah kakk kalo kalian suka,biar akunya lebih semangat buat bikin cerita novelnya,tinggalkan jejak di kolom komentar juga...
Semoga sehat selalu**....
__ADS_1