
Di perusahaan leo merasa gelisah mendengar keadaan vani yang berada di rumah sakit,tapi dia juga merasa sakit hati dengan gadis itu,
Dia tidak bisa terus terusan memikirkan vani,karna hanya hitungan hari dia akan menikah dengan Dion,
Walau dia bersikeras untuk menjauhi gadis itu,tapi nyatanya hatinya tetap memilih dia,leo begitu frustasi dengan keadaanya sekarang.
Entah apa yang dia pikirkan tapi terlihat senyum menyeringai dia merencanakan sesuatu.
tok tok tok,
terdengar ketukan di pintu ruangan Roy.
"Masuk."
"Maaf pak leo,ada nona Alice ingin bertemu bapak."
Ucap sekretarisnya,Leo menyeringai dia yang biasanya merasa acuh atau bahkan mengusir Alice kini dia seakan senang dengan kedatanganya.
"Hay kak,"
sapa Alice setelah sampai ruangan leo.
"Ada perlu apa kau kesini."
"Em enggak ada perlu apa apasih cuman kebetulan aku lewat,mobil aku kan di bengkel mau nggak kak leo pulang bareng aku,???please",
kilah Alice mencari alasan untuk bisa pulang bareng leo.
"Baiklah."
Jawab singkat leo,sebenarnya dia begitu risih saat berdekatan dengan Alice,bukan wajahnya melainkan sikapnya yang terlalu bar bar padanya,
"Hahhh..."
Alice kaget baru kali ini dia tidak begitu sulit mengajak leo pulang bareng,Alice masih bengong mendengarnya karna tak percaya dengan jawaban leo.
"Jadi tidak,kalo tidak.."
"Jadi jadi kak jadi!!!."
Senyum mengembang di bibir Alice,
Di sepanjang jalan Alice selalu memperhatikan ketampanan pria pujaanya itu,bahkan senyumnya terus terukir,
"Apa kau tidak bisa untuk tidak menatapku trus",
Ucap leo dengan dingin,
"Ik iya kak."
Alice begitu gugup.
Sesampainya di rumah Alice mobil leo hampir bersamaan dengan papa Adi yang pulang dari rumah sakit,yah malam itu Dion juga zola yang akan menjaga vani.
"Papaa!!."
Alice menyapa Papanya.
"Sayang,..",sapa pula papa Adi dia melirik pria yang mengantar putrinya pulang,"pak leo???."
Papa Adi begitu terkejut dengan adanya leo yang bahkan mau mengantar Alice.
"Maaf om,jika di luar pekerjaan om bisa memanggilku leo saja",pinta leo yang merasa sedikit tidak enak hati.
"oh iya maaf nak leo,Silahkan masuk,"papa Adi mempersilahkan leo masuk.
Mama Amanda yang mendengar suwara mobil swaminya pulang bergegas menemui swaminya.
"Pahhh,loh kok udah pulang siapa yang jaga vani???."
Tanya Amanda pada swaminya yang belom melihat kedatangan leo.
"Ada Dion juga Zola mah,oh ya ini ada pak leo tapi beliau mengantar Alice."
"Oh ya,maaf nak Leo tante tidak melihat,silahkan duduk."
Amanda begitu terkejut melihat Alice pulang di antar leo,
sedangkan leo begitu kesal saat mendengar papa Adi bilang Dion menjaga vani.
__ADS_1
"Kalo gitu om tinggal sebentar nak leo",papa Adi ingin meninggalkan Alice bersama leo berdua atas intruksi istrinya.
"yun tlong buatkan minum buat nak leo ya."
Pinta Amanda pada yuni.
"Tidak perlu om tante,saya hanya sebentar."
suara leo membuat henti langkah kedua pasutri ini,
"Maaf om tante,ada yang leo mau bicarakan."
Pasutri itu mengerutkan keningnya dengan saling pandang.
"Ada apa ya nak leo."
Tanya papa Adi dan istrinya setelah duduk di hadapan leo,papa Adi menanyakan maksud dari leo,
Leo mulai membuka suara maksud kedatanganya bukan hanya ingin mengantar Alice.
"Om tante,Leo kemari bukan hanya untuk mengantar Alice,tapi leo kemari ingin melamar Alice."
Ucapan leo membuat ketiganya tak percaya,wajah Alice begitu berbinar,sungguh tak pernah ia bayangkan leo akan melamarnya.
"Apa nak leo yakin???."
Papa Adi ragu,karna dia begitu yakin leo masih memiliki perasaan pada Vani putri bungsunya,
leo hanya menganggukkan kepalanya,
Malam ini adalah malam terindah bagi Alice,hal yang bahkan terasa tak mungkin kini menjadi nyata,
🍂🍂🍂
Keesokan harinya,vani diperbolehkan untuk pulang,
Dion masih setia menemani vani,Dion sedikitpun tak pernah mempermasalahkan tentang vani yang sudah tidak virgin,hanya saja dia harus merahasiakanya pada kluarga besarnya,atau mereka tidak akan setuju dengan pernikahan itu,terlebih pada mamanya yang memiliki penyakit jantung.
saat jam makan siang,leo datang ke rumah Alice saat mengetahui kepulangan vani,
Ting tung,
"Bik bukain pintunya yah,"
"Iy non,"
Yuni membuka pintunya.
Leo masuk ke rumah papa Adi dan mendapati vani Dion juga zola sedang asik bercanda,
Tatapan tajam leo memperlihatkan ketidak sukaanya pada Dion,begitupun Dion.
Vani terlihat cemas,entah kenapa pikiranya begitu kalut,Dion yang melihatnya memegangi jjari jemari vani dengan erat.
"Ngapain kamu kesini."
Ucap Dion sinis kepada Dion.
"Itu bukan urusanmu."
Dion hanya memperlihatkan senyum sinisnya,walau dalam hati Leo benar benar merasa cemburu.
Dion sudah mengepalkan tanganya,saat hendak mendekati leo.
Terdengar suara Alice,
"Honey."
Alice mendekati leo,mengalungkan tanganya pada leher leo,bahkan tak segan segan menc*umnya di depan Dion dan vani,vani Dion bahkan zola tercengang melihat kemesraan mereka,
"Kalian kenapa bengong???,oh iya vani Dion kenalin calon kakak ipar kalian,"
senyum mengembang di bibir Alice.
"lu jangan bercanda deh."
Ucap zola yang gak percaya.
"Ehh luu siapa sih jangan ikut campur deh,mau kalian percaya atau enggak terseraaah!!!."
__ADS_1
Alice langsung menggandeng lengan Leo untuk pergi meninggalkan mereka.
Vani masih tak percaya,entah kenapa vani juga sebenarnya merasa sedikit tak suka dengan kedekatan leo dengan kakaknya,tiba tiba dia juga teringat akan phonsel milik Roy,sayangnya Roy berhasil mengambil phonsel miliknya,vani masih bertanya tanya siapa pemilik nomor yang di beri nama "A"yang mengirim pesan adanya,kenapa hanya ada 2 panggilan terjawab antara Alice juga Leo di phonsel Roy.
"Dear, are you ok??."
Suara Dion membuyarkan lamunanya,
"Em ik iya kak.I'm ok."
Vani tertangkap basah sedang melamun,Dion hanya tersenyum.
Leo berfikir jika dia tidak bisa medapatkan vani setidaknya dia bisa melihatnya,dan bisa berada didalam keluarganya,
walaupun pada akhirnya dia akan mengorbankan perasaanya,
5hari menuju pernikahan vani dan Dion,acara sudah dipersiapkan.
Aleta menemui Roy di apartemennya untuk membicarakan rencananya,
tok tok tok.
Roy membuka pintunya,ia terkejut melihat Aleta.
"Aleta ngapain kamu kesini???."
"Aku gak mau basa basi lagi Roy,gimana lanjutan rencana kita??,Dion masih tetep mau nikahin wanita si*lan itu,kau juga kenapa kau susah di hubungi Roy dan mana hasil foto juga video itu??."
"Aku gak ada waktu,terserah kau rencana selanjutnya,akan aku kirim ke nomormu!!."
Ucap Roy dengan nada kasalnya,"oh iya Vani mengetahui kalo yang menculiknya adalah aku,bahkan dia juga sempat mengambil phonsel milikku.
"Apaa!!,kok bisa?."
Aleta terkejut dengan pernyataan Roy,tp dia sedikit lega karna Roy mengatakan nomornya hanya di beri Inilah,
chhh,
Roy berdecak kesal.
"Mending sekarang lo pergi."
Usir Roy pada Aleta,tapi Aleta malah mau numpang ke toilet Roy.
"Iya aku balik,tp numpang ke toilet dulu."
Aleta langsung menerobos dia tidak perduli jika dia melihat ruangan apartemennya.
Aleta terkejut dengan banyaknya foto foto dan poster milik Vani,nahkn satupun tidak ada foto Zola tunanganya.
*Nih si Roy sampe segitunya tergila gila sama wanita itu,sampe hampir semua dinding foto wanita si*lan itu,
gumam Aleta saat melihat dinding dinding di penuhi gambar Vani..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
##Duh kira kira rencana apa lagi yah yang akan dia lakukan kepada Vani untuk menghentikan pernikahanya,yuk tetap kasih dukungan ke Vani dengan tetap mengikuti kisah kisahnya di novel
__ADS_1
"TERENGGUTNYA KESUCIAN SANG PRIMADONA"
di jamin pasti se