Terjebak Konflik Dinasti Hylva

Terjebak Konflik Dinasti Hylva
12. Misteri syair mimpi


__ADS_3

Disisi lain, Abi Gavi dan Milo tengah berjalan menuju tempat yang di arahkan oleh Paulo.


“Kalian ingat ga, dulu pas kelas 10 Gavi nembak Ariel di perpustakaan sambil nyodorin kue kukis?” tanya Abi “Gue kira tu kue diterima karena emang dia suka sama Gavi, eh ternyata buat di jual ke bu Iyem hahaha” ucap Abi sembari tertawa mengejek.


“Dih apaan sih lo. Orang abis itu juga dia tetep nerima gue” elak Gavi.


“Iya sih, tapi jadian cuma sehari. Besoknya langsung putus hahahaha” tawa Abi semakin lepas.


“Gara gara kue kukis yang dijual ke Bu iyem ternyata udah basi kan hahaha” imbuh Milo.


Mereka bertiga tertawa bersama sama, benar benar situasi yang cukup tenang. Sengaja mereka menciptakannya agar tidak terlalu stres memikirkan situasi sebenarnya yang sangat rumit.


“Eh jadi ini kita udah sampe?” tanya Milo.


“Iya kayanya udah, ini tempat yang diarahkan paulo.” sahut Gavi.


Mereka melihat ke sekelilingnya. Benar benar pemandangan yang luar biasa indah. Air sungai yang bening sampai ikan ikan terlihat dari atas, aliran air sungai yang terdengar merdu, udara segar dari pohon Pinus disertai langit biru yang cerah.


Benar benar jauh dari hiruk pikuk kota tempat mereka berasal.


Merekapun bergegas mengeluarkan kerangka tenda dari dalam tas ransel dan segera memasangnya. Gavi pergi mencari kayu bakar, Abi pergi mencari ikan dan Milo membereskan barang barang didalam tenda.


Kehidupan yang sederhana itu semakin menguatkan hubungan persahabatan mereka bertiga. Seakan jika mereka terjebak selamanya disana asalkan hidup bahagia seperti ini mereka tidak masalah.


Duduk mengelilingi bara api, menyanyikan lagu bersama, bercerita dan tertawa bersama. Anggap saja mereka sedang menikmati kebersamaan yang ntah bisa bertahan sampai kapan itu.


Tiba tiba Gavi teringat kejadian saat bertemu dengan pria misterius didalam mimpinya dan saat berada digua yang terasa memiliki kaitan satu sama lain.


“Gue akhir akhir ini sering mimpi aneh. Masa ada laki laki bertopeng di mimpi gue sambil ngomong kaya sebuah syair gitu. Cuma anehnya laki laki itu mirip banget dari postur tubuh dan pakaian sama laki laki yang mukul gue waktu di gua.” ucap Gavi mengalihkan topik pembicaraan.


“Hah...syair apaan emang?” tanya Abi.


“Gue ga terlalu inget, Cuma kaya pepatah gitu. Dan hebatnya pas gue bangun kalian juga udah bangun.” imbuh Gavi.


“Coba diinget inget lagi syairnya, barangkali kan petunjuk yang datang dari tuhan hehe.” ucap Milo.


“Kayanya gini deh, Dunia selalu menyajikan teka teki setiap hari. Tugasmu hanya mengkaji puisi. Seperti sang gagak yang terbang menuju mentari. Berniat mencari mangsa dipesisir padi.  Malah mendapati diri mati terbakar api. Kurang lebih gitu deh” ujar Gavi.


“Tugasmu hanya mengkaji puisi yaaa...Hmm...apa dia memberikan petunjuk melalui puisi?” tanya Abi.


“Mungkin aja.... kalimat selanjutnya kan seperti gagak yang terbang menuju mentari. Apa dia nyuruh kita berjalan kearah timur?” tanya Milo.

__ADS_1


Semuanya saling bertatapan dan mulai memikirkan maksud dari syair tersebut


Krik krik...krik krik....suara jangkrik menemani keheningan malam.


Hari mulai malam, mereka masih termenung memikirkan maksud tersirat dari syair yang diucapkan laki laki tersebut


“Aku rasa kita harus membahas masalah ini dengan Paulo. Mungkin dia bisa membantu kita memecahkannya.” ucap Milo.


“Yasudah, sekarang kita tidur saja. Gak tau apa yang akan terjadi besok, jadi lebih baik kita beristirahat.” balas Gavi.


Kini Milo dan Abi sudah tertidur dan masuk kedunia mimpi masing masing. Sementara Gavi masih terjaga karena memikirkan pria misterius dalam mimpinya, Dia merasa ada yang janggal dengan pria misterius itu, seperti segala sesuatu telah diatur olehnya dan semua kejadian ini merupakan ulah pria tersebut


*****


“Permata merah terpasang dikepala, cakar elang ditangannya. Tatap mata menyayang putra, tutup mata merindu putri.” ucap pria misterius


“Ka-kamu muncul lagi...” ucap Gavi.


Sejenak Gavi merasa kaget dibarengin rasa ragu, apakah ini benar benar nyata atau itu hanya mimpi semata.


“Apa sebenarnya maksudmu, dan Si-Siapa kamu?” imbuhnya.


“Aku adalah petunjuk bagimu. Jika ingin kembali ke dunia mu, ikutilah perintahku.”


“Ta-tapi aku tidak....” racau Gavi dalam tidurnya.


“Vi, bangun woi Lo kenapa...vi!“ Ucap Abi.


Karena Abi melihat Gavi terus menggerutu dalam mimpinya, dia terus menggoyangkan tubuh Gavi agar terbangun.


“Ahh sialan...Lo ngapain bangunin gue, tadi lagi part terpenting.” gerutu Gavi.


“Hayoo mimpi apaan lo?? Jangan jangan...” sahut Abi sembari tersenyum nakal.


“Otak Lo emng harus dicuci. Tadi gue mimpi ketemu pria misterius itu lagi.” ujar Gavi .


“Terus Lo dapet info apa?” Abi mengerutkan dahi.


“Dia baru sempet nyampein teka teki baru, eh Lo malah bangunin gue.”


“Hehe ya sorry gue kan Gatau.” Abi tersenyum kecil seraya mengusap punuk.

__ADS_1


“Nanti gue bahas kalo Paulo udah Dateng kesini.”


Pagi itu seperti biasa mereka mulai aktivitas dengan membersihkan badan, mencari kayu bakar dan menangkap ikan. Sejauh ini kisah cinta segitiga ketiga sahabat itu masih belum terbongkar.


Dari setiap perilaku yang ditunjukkan ketiganya, sebenarnya mereka sudah saling mengetahui perasaan masing masing. Namun mereka lebih memilih menutupinya demi mempertahankan hubungan persahabatan mereka.


Gavi, Milo dan Abi yang tengah duduk didepan bara api sembari memanggang ikan dan beberapa ubi mendengar sayup sayup suara seseorang memanggil mereka.


Ternyata itu adalah Paulo yang datang membawa kantong besar.


“Akhirnya saya menemukan kalian.” ucap Paulo yang nampak terengah-engah.


“Duduklah Paulo mari makan bersama.” ucap Gavi


“Apa yang kau bawa itu?” imbuhnya.


“Ahh ini beberapa makanan dan pakaian untuk keperluan kalian. Mungkin sedikit, tapi semoga cukup untuk kalian bertiga.” ucap Paulo


“Terimakasih Paulo, kami benar benar bersyukur bisa bertemu orang sebaik dirimu di dunia ini.” ucap Milo.


“Tidak masalah, kita kan teman.” sahut Paulo seraya tersenyum kecil.


Perkataan nya itu disambut dengan senyum ramah dari wajah Gavi, Milo dan Abi. Kini mereka duduk melingkar menikmati makanan bersama sama.


“Ngomong ngomong, tadi malam seorang pria misterius datang ke mimpiku. Sepertinya meminta kami menyelesaikan sebuah misi dalam teka teki agar bisa kembali kedunia kami” ucap Gavi.


“Teka teki seperti apa?” tanya Paulo.


“Kurang lebih dia berkata seperti ini permata merah terpasang di kepala, cakar elang ditangannya. Tatap mata menyayang putra, tutup mata merindu putri. Apakah kau paham maksudnya?” ucap Gavi.


“Hmmm....rakyat biasa sepertiku tidak mungkin bisa menggunakan permata merah. Setahuku permata itu hanya digunakan oleh kalangan bangsawan, dan banyaknya permata itu menunjukkan tingkat kekuasaan mereka” ujar Paulo dengan serius.


“Sepertinya istri istri raja saat ini menggunakan permata merah di mahkotanya. Namun raja candrayana memiliki 4 orang istri jadi aku tidak tahu yang pastinya nya yang mana” imbuhnya.


“Lalu maksud dari cakar elang ditangannya itu apa?” tanya Milo.


“Mungkin maksudnya adalah salah satu istri raja yang suka memelihara elang?” Abi menebak dengan ragu.


“Nahh...kalau itu aku tahu. Ada istri raja yang dulu pernah mengadakan sayembara. Orang yang bisa menangkap dan memberinya elang terbesar dan tergagah akan diberi hadiah ribuan keping koin emas” ujar Paulo


“Dan sayembara itu sudah selesai. Seorang warga berhasil memberikan apa yang beliau inginkan” imbuhnya.

__ADS_1


“Apa kau tahu sesuatu tentang istri raja itu?” Gavi semakin penasaran.


......................


__ADS_2