
Sinar mentari menyapa tubuh Abi dari balik jendela. Ia bangun dari ranjangnya dan membuka gorden, sesaat ia melamun dihadapan teras sembari mengumpulkan nyawa. Saat berbalik hendak mandi, Abi melihat Gavi yang tidur di ranjang sebelah nampak merintih kan sesuatu hingga sekujur tubuhnya bercucuran keringat dingin.
“Vi bangun Vi! Vi....udah siang woi bangun!” Ujar Abi sembari berusaha membangunkan Gavi.
“Wah susah ni anak kalo udah begini, harus pake cara nenek moyang!” Abi bergegas mengambil segelas air dan mencipratkannya pada Gavi berulang kali.
“Woi kebo bangun! Siang ini woii!”
“Arghh Apa si lo bi. Gue lagi mimpi serius tadi!”
“Hayoo mimpi apaan lo? Gue curiga Lo sampai keringet dingin gitu haha.”
“Otak Lo emang harus di cuci! Gue tadi mimpiin Fathur. Dia bilang liontin ini bisa ngelindungin kita dan bisa ngabulin 2 permintaan!”
“Serius Lo Vi? Masih pagi ini jangan ngasih gue harapan palsu.”
“Gue juga percaya gak percaya sih. Apa kita coba aja?”
“Nahh, coba Lo pikirin kita mau minta apa. Yang gampang aja dulu.” Sahut Gavi.
“Liontin ajaib, gue mau mobil Lamborghini Aventador keluaran terbaru yang warna hitam pekat dengan plat A1M.” Ujar Abi sembari mengatupkan kedua tangannya.
Tak lama kalung tersebut bersinar sangat terang, Gavi dan Abi nampak kaget hingga mematung. Dalam sekejap sinarnya kembali meredup dan mereka tak mendapati apapun muncul dihadapan mereka. Abi juga bergegas melihat kebawah dari jendela kemudian mengamati sekeliling, namun dia tak melihat mobil yang dia mimpikan itu terparkir di manapun.
“Tuh liat gada apa apa! Jangan ngayal yang aneh aneh deh Vi, lagian kan Cuma mimpi.” Gerutu Abi dengan kesal dan berlalu pergi ke kamar mandi.
“Gak mungkin! Gue yakin kalau Fathur gak bakal boong!” Gavi mengeriyatkan dahi.
“Iya terserah Lo aja!” sahut Abi dari dalam kamar mandi.
Merasa tidak percaya bahwa keinginan Abi tersebut tidak terkabul atau mimpinya hanya mimpi belaka, Gavi bergegas turun menuju garasi. Di ruang makan Gavi melihat Milo yang tengah mengoleskan selai pada roti dengan santai.
“Eh Vi, udah bangun. Sini sarapan bareng gue.”
“Kebetulan mil, gue mau cerita." Gavi mendekat.
"Semalem Fathur dateng ke mimpi gue. Terus dia bilang kalau liontin ini bisa ngelindungin kita dari bahaya. Selain itu liontin ini juga bisa ngabulin 2 keinginan kita." Imbuhnya.
“Masih pagi Vi, jangan bikin gue ngehayal yang nggak-nggak.” Ketus Milo.
“Ihh serius mil, tadi gue juga sempet buktiin sama Abi!”
“Terus gimana? Terbukti ngga?”
“Ini gue mau cek ke garasi, soalnya dia minta Lambo Aventador.”
__ADS_1
“Buset, tu anak ngelunjak juga keinginannya. Ya udah yuk kita periksa bareng bareng.”
Mereka bergegas menuju pintu belakang garasi yang terhubung dengan pintu belakang dapur. Terlihat Gavi sedikit ragu saat hendak membuka garasi, namun Milo membantunya dengan cepat.
“I-ini....?!”
Gavi dan Milo langsung terperanjat kaget dengan mata terbelalak lebar saat melihat mobil Lamborghini Aventador yang diinginkan oleh Abi terparkir rapi di garasi mobil Milo.
“Jujur gue gak punya mobil ini, dan kalo emang ada yang masukin atau nitip harusnya pak satpam ngabarin, tapi ini gak ada.” ujar Milo dengan gemetar.
Mendengar itu Gavi langsung berlari sekuat tenaga menuju lantai atas, dengan kaki yang sempoyongan karena lemas dia terus menitih anak tangga hingga sampai di depan pintu kamar mandi.
“Bi...tok tok tok...Bi buka bi cepet bi....tok tok tok.”
“Apa si-” tanpa pikir panjang Gavi langsung menarik tubuh Abi yang hanya berbalutkan handuk kimono itu turun ke bawah menuju garasi.
“Woi vi kenapa si, gue pake baju dulu bentar woi ahhh-"
“Udah Lo harus liat dulu ini."
Mereka sampai di depan garasi, sebelumnya Abi tampak heran saat melihat Milo berdiri dengan tatapan kosong kearah garasi. Tatapannya perlahan menuju kearah benda yang ditatap oleh Milo, dan “brukk” Abi jatuh bersimpuh saat menyadari mobil impiannya itu benar-benar ada dihadapannya.
“Lamboo gue? Itu punya gue Vi?” Ucapnya terbata bata.
Melihat anggukan dari Milo dan Gavi, Abi langsung menghampiri mobil tersebut dan memeluknya di segala sudut sembari berjingkrak kegirangan. Dia juga mencoba menyalakan mesinnya dan benar saja, mobil itu berfungsi dengan baik.
Ketiga sahabat duduk diruang tamu dengan tatapan kosong sembari mengamati liontin biru yang mereka kenakan. Seolah mereka sedang memikirkan dengan serius hal apa yang harus mereka minta.
“Pagi sayang, pagi Gavi, Abi.” Sapa Maria-Mama Milo.
“Pagi mahh.”
“Pagi Tante Maria.”
“Mamah berangkat kerja dulu ya, kalian have fun aja di rumah.”
“Ga sarapan dulu mah?”
“Nggak nanti saja di kantor.” Ujar Maria sembari bergegas pergi.
Kehidupan Milo sendiri nampak sangat tercukupi, mengingat keluarganya memiliki kebun sawit, nampaknya Milo tidak akan membutuhkan permintaan apapun dari liontin yang dia miliki.
“Oke, jadi kalau masing-masing dari kita punya dua permintaan, kecuali Abi Lo tinggal satu. Berarti kita punya lima permintaan lagi. Kalian udah mikirin mau minta apa?” Tanya Gavi.
“Gue mau minta uang 5 triliun! Dengan uang itu kita bisa beli tempat liburan di Bali.” Sahut Abi.
__ADS_1
“Nah kalo gitu kita gunain satu satu aja liontinnya, sekarang kita gunain dulu punya Abi. Ayo bi, biar kita bisa cepat pergi liburan!!” ujar Gavi.
“Oke oke. Liontin ajaib, gue mau uang 5 triliun cash sekarang juga!”
Tak lama liontin Abi kembali bersinar terang, ketiga sahabat sampai harus menutupi mata karena silau yang terlalu kuat. Perlahan saat membuka mata, mereka merasa tertimbun dalam sesuatu yang banyak dan halus.
“Wahhh, ini?? Kita kayaaa!!” ujar Abi dengan girang.
Begitu juga Gavi dan Milo yang kegirangan hingga melempar lemparkan tumpukan uang yang menggunung hingga berhamburan kemana mana. Mereka bergegas membawa uang uang tersebut mengendarai mobil Abi dan melaju menuju salah satu pusat perbelanjaan terbesar di ibukota Jakarta.
Musik DJ kembali di dendangkan, sepanjang jalan mereka terus bernyanyi dan berjoget ria. Suatu keajaiban yang membawa kebahagiaan besar ini mereka raih dengan mempertaruhkan nyawa selama 6 bulan di dunia antah berantah sebelumnya.
Sesampainya di mall mereka turun dari mobil, seluruh pandangan orang dalam mall tertuju pada mereka. Benar-benar terlihat seperti sosialita dan selebritis! Mereka bertiga berpencar mencari hal yang ingin mereka beli dari mulai baju, celana, tas, aksesoris, alat elektronik dan lainnya yang mereka beli tanpa melihat harga sama sekali.
Tempat yang pertama kali Gavi tuju pastinya adalah Valentino. Disana banyak barang-barang favoritnya berkumpul.
“Gavi??” Sapa seorang perempuan cantik dan anggun dengan outfitt dress cewek bumi yang khas.
“Ariell? Lama gak ketemu nih.” sahut Gavi canggung.
“Wahh iya, pangling banget ya kamu sekarang.”
“Kamu juga ril, makin cantik aja hehe.”
“Bisa aja kamu. datang sendiri kesini? Atau sama doi?”
“Dateng sama Abi dan Milo juga ril, mereka lagi keliling.”
“Oh iya, boleh gabung belanja gak? Gue Dateng sendiri.“
“Oiya ayo ayo, santai aja.” Mereka pun berkeliling mall bersama.
Ariel ini merupakan cinta pertama Gavi semasa SMA, mereka berpisah dan tak pernah bertemu lagi semenjak kelulusan, ntah takdir apa yang membuat mereka bertemu lagi saat itu.
Disisi lain, Abi nampak tengah asik mencari sepasang cincin di toko emas.
“Mba saya mau cincin tunangan yang unik dan terbaik di toko ini.”
“Ada mas, sebentar.....ini mas silahkan dilihat dulu.”
Penjaga toko tersebut menyodorkan sepasang cincin dengan model yang sangat cantik, cincin si pria bertabur 2 mata berlian merah, sementara cincin si perempuan bertabur 5 mata berlian merah dengan motif daun dari emas murni serta keduanya dapat di costum nama.
“Cocok untuk nya, Oke saya mau yang ini aja!”
“Baik mas, atas nama siapa biar kami costum kan nama?”
__ADS_1
......................