Terjebak Konflik Dinasti Hylva

Terjebak Konflik Dinasti Hylva
08. Rela berkorban


__ADS_3

Abi dan Milo semakin kehilangan harapan untuk menyelamatkan Gavi dalam keadaan hidup hidup.


“T-temanku terjebak didalam gua itu untuk menyelamatkan Isyah” ucap Abi dengan gemetar.


Paulo juga nampak kaget mendengar hal tersebut, mengetahui bahwa orang orang dari suku Tamboyan memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa hebat apalagi dalam hal berburu manusia, kemungkinan untuk selamat dari cengkraman suku itu sangatlah sedikit


“Aku tahu bahwa ini terdengar mustahil, tapi aku punya sebuah cara untuk menyelamatkan teman kalian” ucap Paulo yang nampak ragu


“Apa itu? Kumohon beritahu kami, aku sangat ingin menyelamatkan Gavi hkss...hkss” Ucap Milo sembari menghampiri Paulo dan memegang tangannya dengan tatapan penuh harap.


“Suku Tamboyan dikenal mengkonsumsi laki laki dengan cara direbus hidup hidup terlebih dahulu mengulitinya dan menggunakan kulitnya sebagai bahan pakaian, sedangkan perempuan mereka akan menyetubuhinya selama berhari hari sampai perempuan itu mati karena kelelahan. Barulah mereka membakar dan memakannya” jelas Paulo.


Penjelasan Paulo itu seketika membuat bulu kuduk Abi dan Milo merinding. Mata mereka terbelalak karena tak menyangka akan mendengar bahkan mungkin akan melihat hal seperti itu nantinya.


“L-lalu apa yang harus kami lakukan” tanya Abi.


“Melihat celah yang ada, kita harus menggunakan satu orang umpan untuk mengalihkan perhatian orang orang suku itu. Dan sebisa mungkin adalah perempuan” ucap Paulo sembari melirik kearah Milo.


“K-kenapa kau melihatku!! Harusnya kau biarkan Isyah melakukannya, karena semua ini terjadi disebabkan oleh dia!” sentak Milo dengan tatapan ketakutan dan duduk mundur kebelakang Abi.


“Betul, aku harap Isyah mau menjadi umpan. Bagaimanapun semua ini terjadi bermula darinya” tegas Abi.


“Aku tidak setuju jika harus menjadikan Isyah sebagai umpan. Dia adalah anggota dari suku Asmat, cepat atau lambat hal yang disembunyikan pun akan terungkap dihadapan ayahku. Bagaimana jika hal itu memicu terjadinya perang antara dua suku? Aku tidak bisa mengorbankan banyak nyawa demi menyelamatkan satu nyawa” tegas Paulo.


“Lah Lo mikir b*ngs*t, Gavi ngorbanin dirinya buat nyelamatin ni cewe yang gak tau berterimakasih. Kalay kita gak ada distu mungkin sekarang ni cewe udah ada diperut orang orang suku Tamboyan itu! Gunain otak lo anj*ng!” sentak Milo sambil menunjuk kearah Paulo dan Isyah.


“tenang Mil tenang, duduk dulu. Kita nyari solusi lain” Abi berusaha menenangkan Milo.


Paulo dan Isyah hnya tertunduk dengan tatapan penyesalan mendengar ucapan Milo


Sampai tiba tiba seekor semut menggigit tangan Milo yang sontak membuat dia mengerang kesakitan dan segera menghempas semut itu. Saat menghempas semut, Milo melihat sebuah gelang berwarna pink yang merupakan tanda persahabatan mereka.


Milo mengingat dulu Gavi memberikan gelang berwarna pink padanya, biru pada Abi dan merah untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Mengapa kenangan manis itu harus terlintas sekarang.


Saat ini Milo mengingat ucapan Gavi “Gue mau kalian pake gelang ini sampe kita udah tua dan punya cucu, nanti kita ngumpul ngumpul dipanti jompo sambil baca koran dan nyeruput susu anget hahaha”


Mengingat peristiwa itu membuat Milo sedikit tersentuh dan kembali meneteskan air mata.


“Oke, kali ini saya mau jadi umpan.” Milo Menghela nafas panjang dengan tatapan kosongnya.


“LO GILA MIL, LO MAU NINGGALIN GUE JUGA HAH?” sentak Abi yang kaget sembari menggoyah goyahkan pundak Milo.


“Terus mau lo apa, Gue diem aja gitu gak ngelakuin apa apa? Gue gak mau jadi sekejam itu bi!” lirih Milo bersama air mata yang kembali pecah.


“Tapi gak gini caranya, gue masih bisa mikir cara lain mil. Plis, jangan” Abi memelas, matanya berbinar.


“Gak ada waktu lagi bi, plis lo jangan egois.” sahut Milo seraya memegang tangan Abi dengan tatapan sendu.


Ditengah pertengkaran kedua sahabat itu, Isyah dan Paulo juga saling bertatapan iba, mereka juga merasa prihatin dengan nasib yang dialami ketiga sahabat tersebut.


“Oke, lanjutkan saja Paulo” ucap Milo dengan mata berbinar sembari memegang erat Abi. Sementara Abi hanya bisa bungkam menahan amarah, sedih dan kecewa di relung dada.


Sebuah perasaan ketidakberdayaan yang menyiksa.


*****


Rencana telah disusun. Saatnya menunggu malam untuk meluncurkan aksi.


Saat ini Abi dan Milo hanya duduk berdampingan memeluk lutut masing masing, dengan tatapan kosong kearah pintu gubuk. Sementara Isyah dan Paulo pergi beberapa menit lalu untuk mengambil barang barang Milo, Abi dan Gavi yang ditinggalkan dirumah ketua suku.


“Bi, kalau misalnya gue gak selamat. Tolong bawa gelang ini ke dunia kita dan rawat dengan baik” ucap Milo sembari menyodorkan gelang tanda persahabatan mereka.


“Mill.....” lirih Abi yang langsung menangis dan memeluk Milo.


“lo janji harus bisa bertahan, gue juga janji bakal ngelindungin Lo” bisik Abi.

__ADS_1


Pelukan hangat itu dibalas dengan erat oleh Milo diiringi isak tangis dari keduanya yang terdengar seperti pelukan perpisahan terakhir.


Mengingat kembali kilas balik kebersamaan mereka bertiga selama bertahun tahun, membuat suasana semakin menyedihkan. Gavi yang selalu semangat dengan tingkah konyolnya sangat dirindukan oleh Milo dan Abi. Jika bisa mereka mau kembali ke beberapa hari yang lalu dan memanfaatkan kebersamaan mereka dimana pun mereka berada.


Selain angin yang menerpa pondok itu, terdengar juga tangisan Abi dan Milo yang terdengar semakin sayu. Takdir macam apa yang membuat mereka menjalani hal tak terduga diluar nalar manusia ini.


*****


Disisi lain, Paulo dan Isyah sedang mengendap ngendap masuk kedalam rumah Paulo. Mereka tahu bahwa hari ini ayah Paulo sedang keluar bertemu dengan tetua suku.


Melihat situasi yang nampak sepi, mereka berdua segera berlari ke kamar yang sebelumnya ditempati Gavi, Milo dan Abi. Paulo mengunci pintu dan segera mengemasi barang barang, dibantu dengan Isyah yang pergi kedapur dan mengambil beberapa persediaan makanan.


“Ayo, aku sudah selesai membereskan semuanya” ucap Paulo dengan tergesa gesa.


“Iya ayo cepat...” balas Isyah sembari mengantongi makanan kedalam sebuah tas besar


Mereka pun segera keluar dari rumah dengan buru buru. Tanpa disadari Astra tengah mengamati pergerakan dua orang itu dari samping rumah. Merasa ada yang aneh, Astra segera bergegas mengikuti Paulo dan Isyah.


Setelah beberapa lama berjalan memasuki hutan pinus, akhirnya Paulo dan Isyah sampai dipondok tempat Abi dan Milo bersembunyi. Begitu juga dengan Astra yang bersembunyi dari balik pohon dan mengintip mereka.


“Tok...tok...tok..Abi, Milo ini kami” bisik Paulo sambil mengetuk pintu


“Masuklah...” Sahut Abi sembari membukakan pintu.


“Itukan laki laki yang berasal dari masa depan, aku kira dia sudah kembali kedunia nya karena hilang tiba tiba. Bagaimana bisa tuan muda menyembunyikan mereka disini dan kenapa tuan muda masih dekat dekat dengan perempuan terkutuk itu. Aku harus melaporkan semua ini pada tuan” ucap Astra yang kaget melihat Abi masih berada di desa ini, dia pun bergegas untuk menemui tuannya.


Sementara itu, Abi, Milo,Paulo dan Isyah duduk memakan makanan yang dibawa oleh Isyah. Bagaimanapun mereka membutuhkan energi untuk melakukan pertempuran malam ini.


Setelah makan, Paulo dan Isyah duduk diluar untuk mengobrol meninggalkan Abi dan Milo tidur berdua di dalam pondok agar mereka bisa beristirahat.


“Aku benar benar merindukanmu Isyah, setelah ini aku akan berbicara pada ayahku untuk membahas mengenai hubungan kita” ucap Paulo sembari menatap Isyah dengan penuh kasih.


......................

__ADS_1


__ADS_2