Terjebak Konflik Dinasti Hylva

Terjebak Konflik Dinasti Hylva
29. Ratusan pertanyaan


__ADS_3

“Tenanglah, tanyakan semua pertanyaan yang ingin kau tanyakan didalam, pertama beri dulu aku makanan masakanmu. Terakhir kali aku akan mencobanya selalu saja ada halangan” Sahut Hardijaya seraya melirik dengan kesal kearah Rarapati.


Pun Rarapati hanya bisa terkekeh. Memang kejadian terakhir kali sebelum berangkat ke istana mereka tengah makan siang bersama, belum sempat sesuap nasi pun di telan Hardijaya, Rarapati sudah menyeret nya keluar.


“B-Baiklah ayo masuk dulu semuanya."


Milo berlari kedalam rumah sembari menggedor pintu kamar Abi dan Gavi. Gadis itu sudah tidak sabar ingin mendengar kenyataan yang sudah lama ia nanti nanti.


Tok


Tok


Tok


“ABII, GAVI KELUARLAH ADA TAMU!” Teriak Milo dengan lantang.


"Abiii!"


"Gavi!"


Tak lama kedua lelaki tersebut keluar dengan tergesa gesa, sebab dibangunkan dengan heboh oleh Milo.


“Kenapa sih mil, berisik banget masih pagi ni.” sahut Gavi dan Abi yang keluar bersama.


Gavi dan Abi mengedarkan pandangan kearah ruang tamu yang terdengar cukup ramai. Dalam sekejap mereka terkejut melihat kedatangan orang orang berpakaian mewah bak keluarga kerajaan, namun mereka lebih kaget lagi mendapati yang menggunakan pakaian itu adalah Isyah dan Arya.


“Arya? Isyah? Kenapa kalian berpakaian seperti ini? Dan kenapa orang orang kerajaan itu ikut bersama kalian?” Tanya Gavi.


Bukan hanya Milo, tetapi juga Gavi dan Abi juga belum menyadari bahwa orang yang mereka tolong berkali kali selama ini adalah orang yang mereka cari.


“Sudahlah duduk dulu, aku akan menceritakan semuanya secara singkat dan jelas.” sahut Rarapati.


Mereka pun duduk bersama di ruang tamu, Rarapati mulai menceritakan semua kejadian di masalalu semenjak ditemukan di jurang sampai Rarapati bertemu dengan 3 sahabat


...----------------...


“.......Kira kira begitu kisah singkatnya.” Ujar Rarapati.

__ADS_1


Setelah sepanjang cerita ketiga sahabat hanya bisa menganga dan tertegun, Gavi Milo dan Abi tak percaya bahwasannya yang mereka tolong berkali kali dan yang mereka cari setiap hari adalah orang yang sama.


“A-aku tidak menyangka bahwa kalian berasal keluarga yang sangat terhormat.” ujar Gavi.


“Aku lelah dengan semua ini, setiap hari selalu saja ada hal baru yang mengejutkan. Sepertinya dunia ini benar benar sedang mempermainkan perasaanku.” keluh Milo.


“Kalau begitu, aku yakin Paulo sudah memberitahumu bahwa kamu sedang mencari Nyimas Rarapati, ahhh tidak maksudku mencari dirimu selama ini?” Tanya Abi.


“Tentu, dengan alasan itu aku datang kesini untuk bertanya apa yang kalian butuhkan dariku.”


Sebuah kesempatan dan titik terang yang mereka cari selama ini akhirnya menemukan petunjuk. Mata Gavi, Abi dan Milo bersinar terang. Harapan yang sedari awal sempat diniatkan terkubur pada akhirnya di gali kembali dengan senang.


“Ini adalah topik yang sensitif, dan disini terlalu ramai.” ucap Abi memberi kode.


Rarapati mengangguk paham, ia mendelik ke belakang dimana dayang dan para prajurit nya berjaga. Kemudian Rarapati berkata


“Kalian keluarlah, kami ingin berbicara sebentar."


Semua pelayan dan prajurit pun keluar dan hanya menyisakan Rarapati, Hardijaya serta 3 sahabat


“Baiklah, mungkin mendengar kisah kami kamu akan sedikit tidak percaya tapi sumpah ini nyata adanya. Percaya tidak percaya, itu tergantung dari usahaku menjelaskannya.“ ucap Abi.


“SABAR DONG!" Ketus Abi.


"Jadi sebenarnya kami bukan berasal dari dunia ini, kami berasal dari masa depan, sekitar 1.500 tahun dari sekarang adalah waktu dan tempat kami berasal. Ntah apa yang membuat kami terdampar di dunia ini. Namun satu hal yang pasti, Jika kami ingin kembali, kami harus menemukanmu.” ujar Abi.


“Hahh? Maksudnya bagaimana? Aku tidak mengerti. Apakah maksudmu, kalian berasal dari dunia lain?” tanya Hardijaya.


Hardijaya adalah satu satunya orang yang belum tahu mengenai kisah tiga sahabat. Jelas saja bila ia terperanjat kaget mendengar penuturan Abi, sebab yang ia tahu ketiga sahabat adalah pengembara biasa.


“Iya, kurang lebih seperti itu. Kami bisa bertahan sejauh ini juga sebelumnya berkat Paulo. Dia orang yang kami temui pertama kali di dunia ini.” timpal Gavi.


“Siapa Paulo?” tanya Hardijaya


“Dia kekasih kakakmu, masa kau tidak mengenalnya.” tegas Milo.


“H-hah kekasih? Sejak kapan Nyimas memiliki kekasih? Kenapa Nyimas tidak pernah bercerita padaku?”

__ADS_1


Saat ini pusat pertanyaan keluar dari Hardijaya, bagaimanapun tidak banyak yang ia ketahui baik tentang kakaknya maupun ketiga sahabat.


“Kami sudah selesai. Tidak ada yang perlu dibicarakan padamu." Rarapati memutar bola matanya dengan canggung.


“Kalian putus? Kenapa sangat tiba tiba?” tanya Gavi.


“Ini terlalu rumit untuk diceritakan, intinya aku sudah tidak memiliki hubungan apapun dengannya.” tegas Rarapati.


Bukan hanya Gavi, tetapi Milo dan Abi juga penasaran, karena selama ini keduanya selalu nampak rukun dan harmonis. Namun mereka tak bisa berbuat banyak karena sepertinya Rarapati telah mantap dengan pilihan untuk mengakhiri hubungan.


“Baiklah kembali ke topik awal. Jika memang kalian berasal dari masa depan, tahukah kalian siapa yang selanjutnya akan menjadi pewaris tahta kerajaan?” ucap Rarapati.


“Tentu, pewaris selanjutnya adalah kamu! Ketua suku juga menanyakan hal yang sama sebelumnya, namun aku lupa. Tapi setelah diingat ingat lagi sepertinya memang benar kamu.” ujar Abi


“A-aku? Kenapa aku, saat ini pewaris tahta masih adikku”


“Ntahlah, kami tidak tahu. Hanya itu yang tercatat di sejarah. Kamu adalah ratu yang akan membawa Nusantara pada masa masa kejayaan”


“Terlepas dari apapun yang akan terjadi di masa depan. Sepertinya penerawangan kalian tentang perlunya aku dalam menyelesaikan masalah kalian agar bisa kembali ke dunia kalian adalah sesuatu yang salah. Aku tidak tahu menahu apapun tentang itu, lantas tidak da banyak hal yang bisa kulakukan.”


Mereka kembali terdiam, suasana hening mulai menyapa. Nampak jelas terlihat dimuka 3 sahabat tatapan kekecewaan dan wajah lesu seakan tak ada harapan lagi yang bisa mereka lakukan saat ini untuk kembali ke dunia asalnya.


“Aku tidak akan menyerah. Aku yakin pasti ada sesuatu yang berkaitan denganmu dan harus kami selesaikan agar bisa kembali ke dunia kami” ujar Abi


“Aku setuju...” ucap Milo dan Gavi serentak...


Mungkin mereka terlihat tidak bersemangat sebelumnya, namun sedikit saja percikkan api semangat mereka dinyalakan maka kobarannya tidak akan pernah padam selamanya.


"Aku yakin pasti orang misterius yang memberikan mu petunjuk itu hanyalah mimpi semata!" Celetuk Milo seraya menyipitkan mata terhadap Gavi.


"Tidak, aku yakin dia nyata!" Ketus Gavi.


"Mimpi apa yang kalian maksud?" Tanya Rarapati.


"Ini, Gavi sering di datangi pria misterius dalam mimpinya, pria itu memberi petunjuk dengan syair. Dan makna syair terakhir kali adalah kami harus mencarimu!" Ujar Abi.


“Hmm...Baiklah, Aku akan mencari orang orang yang ahli dalam hal spiritual atau diluar nalar seperti ini, mungkin hanya itu yang bisa kulakukan untuk kalian.” ujar Rarapati.

__ADS_1


Lagi, ketiga sahabat mengangkat kepala dengan semangat. Satu pintu harapan tertutup, pintu lainnya terbuka. Benar benar permainan takdir tuhan telah menaik turunkan perasaan mereka.


......................


__ADS_2