Terjerat Cinta Duda Kece

Terjerat Cinta Duda Kece
Chapter 37. Dina dan Joe


__ADS_3

*******


Dokter Dinda tersenyum melihat hasil dari tespek ya Velia bawa. Ia menatap Rian dan Beli bergantian.


"Selamat tuan Rian, istri anda positif hamil." Ujar dokter Dinda. Velia menunggu reaksi Rian. Namun tampaknya pria itu terlihat tak acuh. Velia langsung menunduk, tatapannya berubah sendu. Tapi baru sekian detik, Velia terkejut saat tubuhnya terasa melayang. Ternyata Rian mengangkat tubuhnya dan membawanya berputar. Ara menjerit karena kepalanya kini semakin pusing.


"Hei turunkan aku, kepalaku semakin pusing." Ujar Velia. Tangannya mencengkeram erat pundak Rian.


Velia dapat melihat senyum terukir di bibir pria itu.


"Terimakasih sayang .. " Bisik Rian. Dokter Dinda hanya geleng kepala menyaksikan kemesraan keduanya. Tetap jaga kondisi istri anda. Saat ini tekanan darahnya rendah, Saya akan resep kan beberapa vitamin untuk penambah darah dan juga yang mengandung asam folat. Jangan lupa nanti juga tuan harus menyediakan susu untuk ibu hamil." Ujar dokter Dinda. Setelah menuliskan resep, dokter Dinda langsung undur diri.


Rian sudah mengirim foto resep juga meminta joe membeli susu untuk ibu hamil. Pria itu hanya garuk kepala mendapatkan perintah itu.


Saat joe tiba di sebuah supermarket tanpa sengaja dia bertemu dengan Dina. Dia tampak melamun di sebuah rest area dengan segelas kopi di mejanya.


Joe mendekat dan menepuk pundak Dina.


"Mengapa melamun sendirian nona?" tanya Joe. Dian menarik sebelah sudut bibirnya menatap Joe yang terlihat lebih santai dengan pakaian kasualnya.

__ADS_1


"Apa kau mau menemaniku?" tawar Dina, Joe tersenyum mendengar tawaran wanita itu. Tapi sekarang dia harus melaksanakan tugasnya terlebih dulu yaitu mencari susu untuk istri tuannya.


"Aku ingin, tapi tuan Rian sedang memintaku mencari susu hamil untuk nona Velia. Jika kau berkenan kau temani aku mencari susu hamil baru setelah itu aku traktir kopi." Mata Dina membulat mendengar sahabatnya hamil.


"Apa kau serius Veli hamil?" tanya Dina.


"Aku tidak tau, tapi sepertinya iya. Karena tuan memintaku membeli susu itu untuk nona Veli."


"Baiklah kalo begitu ayo ..!" Ujar Dina bersemangat. Joe menatap heran pada Dina yang tiba-tiba berubah suasana hatinya.


Keduanya masuk ke supermarket. Dina tampak begitu semangat memilih susu hamil. Namun suara seseorang membuatnya tertegun.


Dina tertawa sumbang, ada sesuatu yang menabrak hatinya dan menyisakan rasa perih.


"Memangnya kelakuan seperti apa yang tante lihat? Bahkan sekarang saya masih memakai pakaian lengkap." Ujar Dina seraya memindai dirinya sendiri.


"Lihatlah apa yang sedang kau pegang itu. Aku yakin kau saat ini sedang hamil anak pria itu. Beruntung aku belum menikahkanmu dengan Dion."


"Terserah tante mau berpikiran seperti apa tentang saya. Tapi jangan libatkan orang lain dengan tuduhan tante yang tidak mendasar." Geram Dina karena ibu Dion mantan tunangannya itu menunjuk Joe yang terlihat datar saja dari tadi.

__ADS_1


"Kita pergi saja. Jangan melayani ucapannya lagi." Joe mendorong trolly dan menarik tangan Dina. Wajah Dina merah padam menahan emosi yang tiba-tiba meledak.


"Maaf .. kau jadi harus terbawa-bawa masalahku." Ujar Dina menunduk.


"Sudahlah, itu tidak masalah. Ayo tuan Rian sudah menunggu." kata Joe mendahului Dina. Dina hanya mengekor di belakang Joe.


"Apa kau mau beli sesuatu?"


"Tidak .. " Dina menggeleng, entah mengapa saat ini dia ingin menangis. Tapi dia tidak mungkin menumpahkan air matanya di depan umum. Dina menarik napas kuat dan menghembuskannya berulangkali. Joe melirik semua gerak gerik Dina lewat ekor matanya.


"Tunggu disini sebentar, aku harus mengambil sesuatu." Joe sedikit berlari meninggalkan Dina. Dia mengambil beberapa bungkus coklat dan beberapa minuman kaleng. Dina tersenyum saat Joe kembali dengan tangan penuh.


"Aku baru tahu jika tuan Joe suka dengan coklat."


Joe hanya tersenyum tipis lalu maju ke depan kasir karena ini sudah giliran mereka membayar.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


like nya jangan lupa ya guys

__ADS_1


__ADS_2