Terjerat Cinta Duda Kece

Terjerat Cinta Duda Kece
Chapter 40. Aku Mau Kamu


__ADS_3

*********


Joe masih terkekeh mengingat kebodohan Dina. Gadis itu justru sedang cemberut kesal menatap Joe yang masih saja menertawakan kesalahpahamannya.


"Saya itu adik ketiga dari mamanya Joe. saya dan mamanya Joe 5 bersaudara dan semuanya perempuan. Makanya saat Joe lahir dia selalu menjadi rebutan kami. Dan saat kecil Joe itu lengketnya sama Tante makanya tante tu khawatir banget sampe usia sekarang dia ga punya pacar." Ujar tante Sofia.


"Trus tadi tante niatnya mau comblangin Joe. Tapi setelah tante lihat Joe sepertinya serasi sama kamu."


Dina hanya tersenyum miring menanggapi ucapan tante Sofia.


"Oh ya, tante mau pesan makanan?" tanya Dina.


"Udah ga usah, tante mau pulang aja takut ganggu kencan kalian."


"Aah tante bisa aja."


Setelah kepergian tante Sofia, Dina memukul lengan Joe. Dan menatap pria itu tajam.


"Kenapa ga bilang aja sih. Bikin malu aku aja .. " Gerutu Dina, Joe berdehem untuk menghilangkan tawanya.


"Kamu ga nanya, dan lagi emang wajah aku kaya g*g*l* apa pacaran sama tante-tante." Terang Joe dan Dina hanya nyengir kearah pria itu.


Keduanya kini makan dengan tenang tanpa ada obrolan karena Joe kembali bersikap kaku seperti kanebo kering.


"Ehm .. Terima kasih ya. Kamu mau nemenin aku menghabiskan malam minggu kelabuku." Ujar Dina sesampainya mereka tiba di depan rumah Dina.


"Non .. " Seorang wanita paruh baya menghampiri Dina dengan wajah pucatnya.

__ADS_1


"Kenapa bi?"


"Tuan datang Non, beliau membawa .. "


"Bawa siapa bi? dia bawa ja_lang itu dan anaknya kemari bi?" tanya Dina dengan tangan gemetaran. Dan wanita paruh baya itu mengangguk.


"Apa ada masalah Din?" tanya Joe.


"Tidak ada, kau pulanglah ..! terima kasih."


Dina masuk ke dalam rumah dan tak menengok lagi ke belakang tak lama terdengar bunyi pecahan benda yang dibanting. Dan suara Dina terdengar jelas. Joe meminggirkan mobilnya, lalu ia turun. Dia benar-benar mencemaskan gadis itu saat ini.


"Dasar laki-laki breng_sek .. pergi bawa ja_langku itu dari rumahku." Pekik Dina.


"Kau tidak punya hak apapun untuk mengusir kami." Ujar seorang wanita, dan lagi-lagi terdengar bunyi pecahan benda lagi. Entah mengapa Joe semakin penasaran.


"Pergi ... " Dina berteriak dan tak lama pintu dibuka dengan kasar. Joe bersembunyi dibalik pilar, saat keluar seorang pria paruh baya dan dua orang wanita dari rumah Dina.


"Kita ke hotel dulu .. besok aku akan kembali lagi saat gadis itu sudah tenang. Aku hanya salah perhitungan saja. Yang jelas bagaimanapun caranya kita akan kuasai rumah ini." Tangan Joe terkepal mendengar ucapan mereka. Setelah mereka pergi tak lama terdengar teriakan seseorang dari dalam rumah, akhirnya Joe memberanikan diri masuk. Matanya membola saat melihat Dina tergeletak di lantai dengan pengelangan tangan yang tersayat.


"Non .. bangun non. Jangan seperti ini!"


"Bibi tolong kunci seluruh rumah aku bawa Dina ke mobil dulu. Setelah itu bibi menyusul."


*


*

__ADS_1


*


Esok paginya Velia kembali mengalami morning sickness. Dan tubuhnya menjadi lemah, karena sejak kemarin tak ada satu makanan atau minuman pun yang bisa di cerna oleh wanita itu. Akhirnya pagi tadi Rian kembali menghubungi dokter Dinda, Setelah memasang selang infus dokter Dinda menganjurkan Velia untuk tetap makan meskipun hanya buah atau sayuran.


Rian menghubungi mamanya untuk menjemput Zafrina di mansion Gerry. Siapa tahu dengan bertemu Zafrina kondisi Velia membaik.


Rian datang membawa kue kesukaan Velia, namun lagi-lagi Velia menolak.


"Kau mau makan apa katakanlah ..!" tanya Rian membelai wajah pucat Velia.


"Aku mau kamu .. " Lirih Velia dengan wajah merah padam, entah mengapa sejak semalaman dia begitu berhasrat ingin bercinta dengan Rian.


"Tapi kau sedang sakit .. " Rian menangkup wajah Velia dengan kedua tangannya. Namun tangan Velia justru berbuat hal yang tidak di sangka oleh Rian. Tangannya yang halus justru mengusap pusaka Rian dengan gerakan yang menggoda."


"Please ... aku mau kamu." Lirih Velia.


Rian yang benar-benar tak tahan dengan godaan Veli, akhirnya menuruti kemauan wanita itu. Rian berjalan mengunci pintu kamar mereka setelah itu dirinya berbalik seraya melepas segala atribut di tubuhnya dan hanya menyisakan segitiga bermuda nya. Velia menelan salivanya kasar. Soalnya saat melihat tubuh gagah Rian Velia semakin ingin menyentuh dan merabanya.


Rian mendekat dan membantu Velia melepas baju tidurnya, sedikit kesulitan karena harus melepas infus dari gantungannya. Kini keduanya saja polos Rian mulai memberikan sentuhan-sentuhan mautnya, Velia merintih lirih saat tangan Rian memilin ujung bukit kembarnya. Dan bibirnya yang seksi melahap nya dengan rakus.


"Ehmm ... aah" Des_ah Velia seraya mencengkeram rambut belakang Rian.


Rian mulai bersiap memposisikan dirinya. Kedua kaki Velia diangkat Rian dan di tumpu pada kedua bahunya. Dengan perlahan Rian mulai melesak maju dan membenamkan pusakanya ke inti tubuh Velia yang basah.


Ini merupakan pagi terpanas mereka karena Velia meminta Rian melakukannya berulangkali. Mereka terhenti saat mendengar deru mobil dari bawah. Yang pasti itu adalah ibu Rian dan Zafrina tentunya. Rian segera membersihkan tubuh Velia menggunakan air hangat memakaikan kembali gaun tidur Velia. Rian segera bergegas ke kamar mandi setelah membuka kunci kamarnya.


"Mami ... " Teriak Zafrina kencang seiring pintu kamar yang terdorong keras dari luar. Gadis bersuara cempreng itu langsung berlari ke arah ranjang Velia.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Maaf ya. Kalo disini up nya sering bolong-bolong


__ADS_2