
********
Dina dan Joe duduk di sebuah kafe Lucky cat cofee yang terletak di parkir selatan plaza festival Jl H R Rasuna Said, Karet Kuningan kecamatan Setia Budi, JakSel.
Kafe itu adalah pilihan Dina. Karena di sana tempatnya lumayan santai untuk mengobrol dan menghabiskan waktu.
Dina dan Joe duduk di lantai dua. Suasana malm itu cukup ramai. Joe sebenarnya tak terlalu menyukai keramaian tapi demi gadis menyedihkan di depannya itu dia hanya menurut saja.
"Mau pesan apa?" Tanya Dina melihat buku menu dan membolak-balikkannya.
"Aku mau cappucino ice." Ujar Joe singkat.
"Apa kau mau menemaniku makan. Aku penasaran ingin mencoba pan Seared Baramundi, kata temanku itu enak." ---- Dina mengalihkan pandangannya pada Joe, hingga membuat Joe gelapan. Karena ia ketahuan sedang memandangi Dina saat ini.
"Bo- boleh, Aku mau pan seared salmon." Kata Joe tanpa menatap Dina. Dina tersenyum tipis melihat tingkah Joe.
__ADS_1
"Mas ... " Dina melambaikan tangannya pada seorang pelayan.
"Saya pesan Avocado latte dan cappucino ice. Lalu Pan seared Salmon dan Baramundi masing-masing satu ya. Dah oh saya mau cinnamon roll 1."
"Baik .. ditunggu sebentar pesanannya ya kak." Pelayan itu membawa pesanan Dina dan Joe. Joe tengah sibuk bermain HP hingga tak memperhatikan jika sejak tadi ada seseorang yang menatapnya.
"Jonathan .. Jadi ini alasan kamu nolak permintaan tante?" Seseorang menepuk pundak Jonathan. Hingga pria itu terjengkit kaget.
"Tante .. "
Dina menatap bingung, haruskah dia memperkenalkan diri atau diam pura-pura tak melihatnya. Tapi bagaimana jika itu pacar Joe? bisa-bisa dirinya disebut pelakor. Iyuh .. amit-amit deh.
"Eeh .. hmm Joe kamu selesaikan masalah kamu dulu deh, aku biar cari tempat lain." Kata Dina tak berani menatap Joe maupun wanita tadi. Meskipun wanita itu menyebut dirinya tante, tapi wajahnya masih terlihat sangat muda dan cantik. Wajar sih jika Joe menyukai wanita itu. Tapi Dina tak menyangka selera Joe wanita berumur.
"Mau kemana kamu?" Joe menatap Dina tajam.
"Kalian selesaikan dulu aja masalahnya. Aku ga enak dilihatin pengunjung lain. Disangka nya aku wanita apa." Ucap Dina lirih
Joe mengangkat sebelah alisnya. Dia tak mengerti maksud Dina berkata seperti itu.
__ADS_1
Dina meraih tasnya hendak pergi namun tangannya buru-buru ditahan oleh Joe.
"Kamu tetap disini." Kata Joe tegas.
"Tante apa-apaan sih?" kesal Joe menatap wanita itu.
"Kamu yang apa-apaan. Punya pacar diam-diam di belakangku. Kamu beneran udah ga nganggap tante lagi."
Dina menatap bingung, sekaligus kesal karena Joe masih terus menahan tangannya sedangkan semua orang menatap mereka seakan-akan mereka tontonan gratis.
"Trus kalo aku punya pacar kenapa?" Wajah Joe masih terlihat kesal. Dina sudah habis kesabarannya. Dia pun ikut kesal karena tatapan semua orang seakan menghakimi dirinya.
"Stop .. " Seru Dina seraya menghempas tangan Joe yang mencengkeram tangannya.
"Selesaikan dulu masalah kamu sama pacar kamu. Aku ga mau di kira jadi pelakor." Tegas Dina, yang membuat Joe dan wanita itu menatap bengong kearah Dina.
"Pacar ..?" Alis Joe dan wanita itu bertaut dan sedetik kemudian keduanya tertawa.
"Bwaahaaahaaa ... pacar? jadi kamu pikir kita pacaran? tanya Joe sedangkan wanita itu masih terus tertawa, dan Dina mengangguk.
__ADS_1
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱