Terjerat Cinta Duda Kece

Terjerat Cinta Duda Kece
Chapter 41. Nasi Lemak


__ADS_3

*******


"Mami kata oma mami mau punya adik bayi ya?" tanya Zafrina antusias.


Velia tersenyum, membelai rambut panjang gadis itu. Wajahnya sangat menggemaskan sekali. Beliau mengangguk.


"Iya sayang .. disini akan ada adik bayinya seperti milik mama Dian." Kata Velia mengusap perutnya.


"Tapi kenapa perut mami tidak bulat seperti punya mama?" Alis Zafrina bertaut dalam.


"Ha..ha..ha .. itu karena adik bayinya masih kecil sayang." Kata Velia entah mengapa berdekatan dengan Zafrina membuat Velia bersemangat dan lapar.


"Sayang .. " Velia memanggil Rian. Pria itu keluar dari ruang kerjanya dan menghampiri istri dan anaknya.


"Ada apa hemb ..?"


"Aku ingin makan sesuatu." Ujar Velia, Zafrina hanya menatap mami dan papinya tanpa ingin mengganggu.


"Apa yang ingin kau makan? tanya Rian sudah bersiap dengan ponselnya.


"Aku mau makan nasi lemak khas Malaysia." Ujar Velia bersemangat. Bahkan air liurnya seakan sulit dikendalikan.


"Baiklah, aku akan suruh Joe membelinya."

__ADS_1


"Tapi aku mau yang langsung dimasak dari sana." Kata Velia yang seketika membuat rahang Rian terjatuh.


"Tapi .. nanti sampai disini pasti tidak akan enak honey." Rian mencoba bernegosiasi.


"Ya sudah aku tidak jadi makan saja." Ujar Velia, Rian mengusap wajahnya kasar. Dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya guna mengurangi rasa kesalnya. Ia merasa dipermainkan oleh Velia.


"Papi, kenapa papi terlihat kesal?" tanya Zafrina membuat Rian tersenyum kaku.


"Tidak sayang, papi tidak kesal. Papi hanya berpikir bagaimana cara mendapatkannya secepat mungkin." Kata Rian berkilah.


"Tapi wajah papi sepertinya tidak ikhlas. Saat Ina ada di rumah mama. Dan mama meminta sesuatu pasti langsung di turuti oleh papa. Bahkan papa sering bilang ke mama, jangankan rotinya tokonya sekalian jika kamu mau, aku juga pasti akan belikan untukmu sayang, demi anak kita." Ucap Zafrina meniru ucapan Gerry namun seperti tamparan telak bagi Rian. Ia merasa bersalah kesal mendengar permintaan istrinya yang terbilang aneh.


"Baiklah aku berangkat dulu. Kau mainlah bersama Zafrina dulu ok." Rian akhirnya mengalah mencoba menuruti keinginan Velia. Rian mengecup puncak kepala Velia dan Zafrina bergantian.


"Setiap pulang kerja papa selalu membawa bunga untuk mama, kata papa agar mama merasa dihargai dan mama bahagia mendapat bunga dari laki-laki yang dicintai. Tapi saat Ina bilang nanti mau suami seperti papa, mama selalu menasehati Ina jika tidak semua laki-laki sama. Ada banyak tipe pria yang menunjukkan kasih sayang dengan cara lain." Ucap Zafrina dengan lancar.


"Ina sebenarnya berapa usia kamu?" tanya Velia penasaran. Bagaimana bisa ada anak sekecil itu memiliki cara pandang yang demikian. Bahkan Ina bisa fasih mengatakan apa yang orang tuanya katakan.


"Sebentar lagi tujuh mama." Kata Zafrina.


"Oh ya,, trus ulang tahun Zafa kapan?"


"Sama seperti Ina .. " Jawab gadis kecil itu tak acuh. Alis Velia mengernyit. Jika Zafa dan Zafrina lahir dihari yang sama dengan Ina bukankah mereka kembar? tapi kenapa hanya Ina yang memanggil Rian papi?

__ADS_1


Saat Velia sibuk dengan pertanyaan yang ada di kepalanya, mama Santika masuk bersama Bianca.


"Mama .. " pekik Velia gembira.


"Sayang, kenapa kamu ga bilang kalo lagi hamil?" ---- Bianca


"Veli juga baru tahu kemarin ma."


"Duh cucu oma cantik sekali." Bianca membelai wajah Ina yang tampak malu-malu.


"Makasih oma." Ujar Ina seraya tersenyum.


"Vel ini mama bawa ayam bumbu bali, apa kamu mau makan? Tanya Bianca menyodorkan rantang berisi makanan yang menggugah selera Velia. Velia mengangguk antusias.


Bianca mengambilkan makan untuk putrinya. Velia terlihat lahap menghabiskan makanannya.


"Mami, nanti kalo papi bawa makanan yang dari Malaysia gimana?"


"Nanti pasti mami makan sayang." Ucap Velia, Zafrina tersenyum senang.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jempolnya birukan ya ..

__ADS_1


__ADS_2