Terjerat Cinta Duda Kece

Terjerat Cinta Duda Kece
Chapter 84. Fitting


__ADS_3

*********


Rian tidak langsung menuju mansion melainkan ke dermaga. Alis Velia mengernyit saat mobil berhenti.


"Kenapa kita di sini?"


"Kamu akan tahu nanti baby. Sekarang ikut saja." Rian mengulurkan tangannya dan Velia menyambutnya dengan senyum manisnya.


Kedua nya bergandengan menuju ke sebuah kapal pesiar yang sangat mewah. Velia hanya menurut saja saat Rian menuntunnya masuk ke sebuah ruangan, ruangan itu seperti ruangan wardrobe. Di sana ada gaun pernikahan yang sama persis dengan yang kemarin Rian tunjukkan padanya.


"Bagaimana baby? apa kamu menyukainya?"


Velia langsung berbalik memeluk Rian dan menghujani wajah tampannya dengan ciuman. Ini lebih dari apa yang dia impikan. Gaun yang sangat cantik dengan taburan diamond itu terlihat menyala.


"Ini sempurna, terima kasih honey. Aku sangat mencintaimu."


"Apapun akan aku lakukan asal kamu bahagia."


"Thankyou .... " Velia begitu tersanjung, ia mengurai pelukannya dan mendekati gaun yang masin menempel pada manekin.


"Harusnya aku yang pertama memakainya. Tapi tak apa-apa aku pinjamkan gaun ini padamu." Velia bergumam di depan manekin, dan hal itu benar-benar membuat Rian merasa gemas.


"Mari nona, saya akan bantu memakainya." Dua orang pelayan wanita mendekati Velia. Mereka menundukkan kepala dengan hormat.


"Ehm, biarkan suamiku saja yang membantu." Wajah Velia memerah. Ia tak bisa memperlihatkan tubuhnya di hadapan orang lain. Rasanya akan sangat canggung baginya.


"Kalian pergilah, nanti jika aku memerlukan sesuatu aku akan memanggil kalian." Rian mendekati Velia dan memeluk tubuh wanita itu dari belakang. Tangannya tepat berada di perut Velia hingga ia dapat merasakan gerakan putranya.


"Kenapa memintaku. Mereka adalah ahlinya baby."


"Aku tidak terbiasa memperlihatkan tubuhku pada orang lain. Aku malu."


"Baiklah, aku akan membantumu mencoba gaun ini."


Rian perlahan menurunkan resleting dress Velia. Tangannya yang hangat bersentuhan dengan kulit mulus Velia hingga menimbulkan debaran kencang pada jantung masing-masing. Velia bahkan sampai menahan nafas merasakan hawa panas yang tiba-tiba membakar seluruh aliran darahnya. Begitupun Rian yang mulai merasa inti tubuhnya langsung bereaksi melihat kulit punggung Velia yang putih mulus, Rian mengikis jarak dengan Velia hingga tiba-tiba bibirnya sudah menghisap lembut meninggalkan bekas kemerahan di pundak Velia.

__ADS_1


"Aakh ... ho-ney." Velia mende*sah, gelenyar-gelenyar panas semakin membuat Velia bergidik.


Begitu dress yang Velia kenakan lolos dari tubuhnya, Rian seketika membalik tubuh Velia hingga berhadapan dengannya.


"Baby ... bolehkah?" Sorot mata Rian terlihat begitu mendamba. Namun akal Velia masih sanggup bekerja.


"Selesaikan fitting-nya dulu baru kita lakukan olahraga," Velia menahan dada Rian. Wajah suaminya telah condong dan hampir saja meraup bibirnya.


"Oke ... kamu sudah bilang sendiri ya." Rian menurunkan gaun dari manekin dan memasangkannya di tubuh Velia.


Rian menarik resleting ke atas dan perfect. "You look so beautifull baby."


"Thankyou. Ini semua berkat kamu."


Rian memakai Jas yang berwarna senada dengan kancing yang terbuat dari emas. Jas itu sangat sempurna membalut tubuhnya yang atletis.


"Bagaimana baby?"


"Tampan .... " Jawab Velia seraya tersenyum manis, ia mengusap dada bidang Rian lalu menghadiahi pria itu dengan kecupan hangat di bibir.


"Ish ... sakit."


"Ayo kita keluar dulu, aku ingin ada foto kita nanti."


Rian dan Velia keluar beriringan, perut yang besar membuat Velia sulit berjalan cepat. Namun Rian dengan sabar menuntun langkah Velia.


Semua yang ada di ruang tunggu menatap takjub, bahkan seorang fotographer tampak sangat terpesona dengan kecantikan Velia. Padahal Velia sama sekali belum dirias.


"Honey kita akan berfoto dimana?"


"Di sana." Tangan Rian menunjuk atas yaitu outside cabin (balkon)


Velia benar-benar terpana melihatnya. "Baiklah ayo." Velia menggandeng tangan Rian. Dua orang pelayan memegangi ujung gaun Velia agar wanita itu lebih mudah berjalan.


Ternyata di bagian outside cabin sudah di tata sedemikian untuk menjadi spot foto prewedding mereka.

__ADS_1


"Mami, mami cantik sekali." Velia tersenyum melihat Zafrina ternyata sudah menunggu di sana dengan mengenakan gaun yang berwarna serupa dengan gaunnya.


"Kamu juga cantik sayang."


"Ina, tunggu di sana sama oma dan yang lainnya dulu ya. Papi mau foto dulu berdua sama mami. Nanti kalo giliran sama Ina, papi akan panggil." kata Rian seraya berjongkok di hadapan putrinya.


"Iya, papi." Gadis kecil itu menurut dan kembali duduk bersama kedua orang tua Rian dan kedua orang tua Velia. Velia pun merasa ini masih seperti mimpi. Bahkan meskipun bibirnya tersenyum matanya tampak berkaca-kaca.


"Hei, kenapa baby?"


"Aku merasa ini seperti mimpi. Apa aku sedang bermimpi honey? ini benar-benar indah sekali. Jika ini mimpi, aku tak mau bangun dari tidurku." Setitik air mata lolos jatuh membasahi pipi Velia. Rian buru-buru menghapusnya.


"Don't cry baby."


Dua MUA sudah standby, Velia di bawa duduk di sudut dan kedua MUA itu siap untuk membuat Velia semakin terlihat cantik dan bersinar.


Rian menghampiri Keluarganya. Bibirnya terus mengembangkan senyuman dan Santika sangat mensyukuri itu.


"Putramu sudah terlihat seperti manusia normal." Santika melirik suaminya yang juga ikut tersenyum melihat kebahagiaan putranya.


"Apa kamu kira putraku itu bukan manusia? sejak lahir dia adalah manusia normal. Hanya saja minim ekspresi," debat Anggara tak terima mendengar putranya dijelekkan oleh istrinya.


"Mah, pa .... " Rian menghampiri kedua orangtuanya.


"Mama senang melihat kamu bahagia."


"Terima kasih mah dan maaf jika selama ini Rian sering buat mama kecewa."


"Kamu tetap anak kebanggaan mama, Rian." Wanita anggun itu menitikkan air matanya. Rian memeluk sang ibu dan mengusap punggung wanita yang telah melahirkan dirinya itu.


Keduanya larut dalam suasana haru. Rian pun tak pernah merasa se-melow ini. Tapi entah kenapa hari ini dia ingin menutup semua lembar kelam dirinya dan mulai lembaran baru. Menjadi Rian yang baru. Bukan lagi Rian sang ketua mafia King Devil. Tapi bisakah?


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan Lupa like komen dan Giftnya. Mau dibilang Malak lah, ngemis lah gpp deh yang penting kalian tetap menunjukkan eksistensi kalian sebagai pembaca yang budiman.

__ADS_1


__ADS_2