Terjerat Cinta Duda Kece

Terjerat Cinta Duda Kece
Chapter 45. Pergi


__ADS_3

*******


Velia lagi-lagi harus mengalami morning sickness. Setelah semalam ia di biarkan menikmati ber mangkok-mangkok bakso pagi ini ia harus menguras seluruh isi perutnya hingga tubuhnya terasa lemas. Di tambah saat ini Rian sedang berada di luar kota karena kemarin ia mendapat telepon dari orang kepercayaannya jika perusahaan cabang yang ada di Surabaya bermasalah. Dan saat itu juga Rian pergi meninggalkan Velia


Dengan langkah gontai Velia kembali ke ranjangnya dan merebahkan tubuhnya.


"Kenapa rasanya aku ingin menangis sih .. " Geram Velia, namun tak urung air matanya tetap menetes juga.


Velia meraih ponselnya dan menghubungi Rian, namun ponsel Rian tidak aktif ia mencobanya hingga 3 kali namun hasilnya tetap sama. Veli mendesah berat perasaannya semakin tidak karuan karena hormon kehamilannya.


Tok .. tok .. tok


"Nona, saya diperintahkan tuan Rian mengantar sarapan dan susu untuk nyonya." Ujar kepala pelayan dari luar pintu kamar Velia.


"Aku sedang mual, bawa kembali makanan itu. Aku tidak selera makan." Jawab Velia, Wajah kepala pelayan tampak pasi mendengar jawaban nyonya rumah itu.


"Tapi nyonya .. "

__ADS_1


"Pergilah ... aku tidak mau makan apapun, katakan itu pada tuanmu." Teriak Velia dengan sisa tenaga yang dia punya. Kepala pelayan itu kembali ke dapur dengan wajah yang tak karuan. Ia lantas mengambil ponselnya dan menghubungi Rian namun ternyata ponsel pria itu tidak aktif.


Sementara itu Velia yang kadung kesal mencuci wajahnya dan berganti pakaian. Ia meraih kunci motor sport milik suaminya, Velia gegas ke garasi dan menyalakan motor Rian. Kepala pelayan dan pelayan yang lainnya pun terkejut tak kala Velia mulai menjalankan motor itu tanpa bisa di cegah. Rasa kesal karena merasa di abaikan membuat Velia memiliki tenaga untuk pergi dari mansion Rian.


Rian baru saja terbangun setelah semalam ikut dalam perjamuan bersama kliennya. Harusnya hari ini dia pulang karena sudah berjanji pada Velia jika dia tidak akan lama. Rian meraih ponselnya, saat akan menyalakannya Rian terkejut karena ponselnya mati. Ia segera mencharge ponselnya, Rian merutuki kebodohannya kali ini. Ia segera menyalakan ponselnya karena khawatir Velia menghubunginya. Dan saat ponsel itu menyala benar saja ada 10 panggilan dari mansion, dan 3 panggilan dari istrinya dan 5 panggilan dari anak buahnya yang bertugas mengawal Velia. Perasaan Rian mendadak tak nyaman, namun dering ponsel kembali mengejutkannya.


"Halo .. katakan ada apa?" Tanya Rian saat ternyata nomor pengawal Velia yang menghubungi.


"Maaf tuan, nona Velia pergi menggunakan motor. Dan tadi sepertinya nyonya menangis. Saya sudah berusaha mengikuti tapi nona berhasil mengecoh saya." Lapor pria itu dengan suara bergetar.


Rahang Rian mengeras, tangannya terkepal. Ia benar² merutuki kebodohannya kali ini.


Ia segera mengemasi barang-barang nya dan menghubungi anak buahnya yang lain untuk segera mempersiapkan kepulangannya. Hati Rian dibuat resah, ia tak tahu jika istrinya ternyata bisa menjalankan motor sport. Apalagi kehamilan Velia masih rentan kecemasan Rian semakin bertambah.


Rian mencoba membuka aplikasi untuk menemukan keberadaan Velia, ia ingat jika pernah memasang aplikasi di ponsel Velia untuk mengecek keberadaan Velia. Ia menatap layar ponselnya dimana titik lokasi Velia sangat jauh dari mansion nya.


"Kau mau kemana sayang?" Rian masih mengawasi ponselnya, titik keberadaan Velia masih terus berjalan. Rian menekan nomor telepon mansion nya.

__ADS_1


"Halo .. dengan kediaman Rian Al Fares disini." Jawab kepala pelayan santun.


"Ini aku, kenapa kalian biarkan istriku pergi?"


"Ampuni kami tuan, nyonya tadi mengurung diri di kamar dan tidak mau makan, sepertinya nyonya sedang dalam suasana hati yang kurang baik. Saat saya sedang menghubungi anda, nyonya langsung pergi membawa motor anda."


"Pastikan kesalahan seperti ini tidak terulang lagi." Rian memutus panggilannya dan kembali menatap layar ponselnya.


Motor yang Velia kendarai berhenti di perbatasan luar kota. Rian semakin kesal, namun ia bisa apa? semua adalah kesalahannya.


Velia saat ini berhenti di sebuah warung bubur ayam, ia duduk termenung seraya memainkan ponselnya. hatinya benar-benar gundah saat ini disaat seperti itu ponselnya berdering ia melihat nama pemanggil.


"Kamu lagi ... " Gumam Velia tanpa ingin mengangkat ponselnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Siapa ya kira-kira yang menghubungi Veli?

__ADS_1


jempolnya jangan lupa di birukan. Dan hanya kata maaf yang dapat othor sampaikan atas update yang bolong-bolong ini


__ADS_2