Terjerat Cinta Duda Kece

Terjerat Cinta Duda Kece
Chapter 75. Batu Sandungan


__ADS_3

********


Setelah Dina tertidur Joe membawa Sofia dan Liana ke ruang kerjanya. Dia ingin menunjukkan siapa sebenarnya keluarga Dina. Meskipun sebenarnya itu adalah aib tapi Joe tetap akan memberitahu keluarganya, mengingat pesan dokter yang mengatakan jika ada kemungkinan semakin sering Dina bertemu keluarganya akan membuat gadis itu bisa saja depresi.


Sejak saat itu Joe mencari semua informasi di keluarga Dina dan hasilnya sangat mencengangkan.


Joe membuka laptopnya menyambungkannya di sebuah proyektor sehingga sofia dan liana dapat melihat jelas tulisan yang ada di sana.


"Apa tante tahu jika teman yang tante bela itu seorang parasit, pelakor?"


Sofia menggeleng. Karena jujur saja mereka sudah jarang bertemu hanya saling berkirim kabar lewat pesan.


"Devi Anggraini, awalnya datang di kediaman Dina sebagai perawat ibu Dina yang sakit. Abbas adalah suami kedua dari ibu Dina, entah dimulai dari siapa kedua insan tak tau malu itu menjalin hubungan hingga bertahun-tahun dan menghasilkan gadis yang sekarang menjadi anak mereka. Mengetahui hal itu Dini, ibu dari Dina semakin drop dan akhirnya meninggal dunia pada saat itu Dina masih kecil dia di perlakukan tidak adil oleh mereka bahkan dengan terang-terangan sering menyiksa Dina. Abbas pernah masuk penjara karena pembantu di keluarga mereka melaporkan Abbas kasus KDRT dan sahabat tante itu bukannya insaf malah semakin menjadi dengan menyiksa Dina dan mengancam Dina. Beruntung ada bik Sulis dan pengacara keluarga dari mendiang almarhum ayah Dina yang selalu membantu. Hingga semua aset yang keluarga Dina miliki tidak jatuh ke tangan Sahabat tante dan suaminya. Namun sampai sekarang mereka terus memburu Dina untuk menguasai harta keluarga Dina. Bahkan sahabat tante juga melakukan trik kotor. Dia mencuri perhiasan ibu Dina dan memanipulasi tanda tangannya. Semua bukti kejahatan mereka sudah aku kumpulkan."


PRAANK!!


Mendengar suara pecahan gelas membuat Joe langsung bangkit dari kursinya dan berlari keluar dari ruangannya. Jantungnya berdebar keras mengingat Dina pernah hampir mati karena bunuh diri. Joe segera menghampiri Dina yang meringkuk di bawah ranjang memegang pecahan kaca.


"Dina .... " Joe merebut pecahan kaca itu hingga tangannya sendiri terluka dan berdarah. Dia segera memeluk Dina.


"Aku di sini. Jangan takut."


"Mereka datang untuk mengacaukan semuanya. Mereka berniat membunuhku Joe." Isak Dina.


Liana dan Sofia sangat terkejut melihat semuanya. Bahkan Liana sampai menitikkan air matanya melihat kondisi calon menantunya.


"Sshh ... tenanglah. Aku akan jebloskan mereka ke penjara saat ini juga. Aku mau Dina ku yang ceria, aku mau Dina ku yang tegar dan galak. Jangan lemah, ada aku yang akan selalu melindungimu.

__ADS_1


Joe meraih ponselnya dan menghubungi orang-orang nya. Orang-orang terpilih dari dunia bawah yang selalu mengawal Joe kemana pun Joe pergi.


"Seret dan bawa ketiga orang yang aku berikan fotonya tadi dari rumahku sekarang juga." Nada bicara Joe terdengar berbeda. Bahkan Liana dan Sofia baru kali ini melihat sisi lain dari Joe. Tanpa memperdulikan lukanya Joe mengangkat tubuh Dina ala bridal style dan membawanya ke luar kamar.


Liana melihat darah masih mengalir di tangan putranya segera berlari mengambil kotak P3K.


"Joe obati dulu lukamu." Ucap Liana lembut. Setelah menurunkan Dina di ruang tamu, Joe mendekat ke arah ibunya. Dina seketika tersadar saat melihat darah di tangan Joe.


"Ka... kamu terluka." Joe tersenyum dan mengusap kepala Dina.


"Tidak apa-apa. Sebaiknya kamu tunggu dan lihat pertunjukan yang aku siapkan untukmu." Ujar Joe menarik tangan Dina dan membawanya mendekat.


Sedang Liana terus mengawasi semua gerak gerik putranya yang tampak sangat mengistimewakan Dina. Sama seperti ayah Joe memperlakukan dirinya.


Ketiga orang itu masuk ke ruang tamu setelah di panggil oleh Sofia. Wajah ketiganya masih terlihat biasa karena mereka tak tahu apa yang akan mereka hadapi nanti.


"Bisa kau jelaskan Devi? apa yang sebenarnya terjadi kenapa kau membohongiku?" tanya Sofia suaranya terdengar tegas.


"Sofi aku tidak bohong apapun padamu. Aku menikah dengan Abbas juga setelah ibu Dina meninggal. Aku tidak tahu cerita apa yang Dina karang di depanmu. Tapi apapun itu aku tidak akan menyimpan dendam padanya bagaimanapun dia adalah putriku. Meskipun putri sambung." Ujar Devi mengeluarkan air mata buayanya.


"Kau bohong, kau yang membunuh ibuku lalu kau menikahi ba*jing*n itu." Pekik Dina.


Joe memeluk Dina erat dan berbisik. "Tenanglah, aku akan membuat mereka membayar mahal untuk air matamu ini." bisik Joe seraya mengecup pelipis Dina.


Dina kembali tenang, Sofi tersenyum sinis. "Tapi kamu bilang padaku jika kamu menikahi seorang pria lajang bukan duda Devi? kau anggap aku ini apa? Kau juga cerita jika suamimu itu adalah perjaka tua."


"A... aku bisa jelaskan semua Sofi." Lirih Devi masih dengan air mata kepura-puraan. Dina benar-benar muak. Apalagi Anggi terus menatap Joe tanpa berkedip dan Dina sungguh merasa kesal.

__ADS_1


"Joe kepalaku pusing." Lirih Dina.


"Bersandarlah padaku. Tunggu sebentar lagi ya." bujuk Joe.


"Sudahlah Devi, tidak perlu mengiba. Kita pergi dari sini. Toh Dina juga tidak menganggap kita keluarganya." Tutur Abbas.


"Kakak, aku harap kita tetap jadi keluarga meskipun kau sudah menikahi pria kaya seperti tuan Jonathan." Anggi memasang tampang memelas.


Di saat ketiga orang itu menyudutkan Dina. Dari pintu masuk muncul 3 orang pria berwajah sangar menghampiri mereka dan meringkus tangan mereka.


"Hei ada apa ini?"


"Kami dari kepolisian. Ada laporan jika kalian terlibat kasus pembunuhan berencana pada nyonya Dini dan penggelapan aset."


"Hei, kami tidak melakukan apapun. Dini mati sendiri karena dia wanita penyakitan." Teriak Abbas tak terima.


"Kalian bisa menjelaskan nanti di kantor." Ujar pria yang mencekal tangan Anggi. Ketiga orang itu di bawa dengan setengah diseret oleh ketiga pria bertampang sangar itu.


Devi terus meronta dan berteriak begitupun yang lain. Namun siapa yang tahu jika ketiga orang itu adalah orang suruhan Joe yang menyamar menjadi polisi.


Dina terisak di dada Joe. Kenapa dia bisa berurusan dengan orang-orang seperti Abbas dan Devi. Bahkan anak mereka pun memiliki perangai yang buruk sama seperti orang tuanya.


"Batu sandunganmu telah hilang, aku harap kau lebih bisa fokus dengan pernikahan kita." Bisik Joe. Dina mengangguk.


"Dina, tante minta maaf padamu." Ucap Sofia menyesal.


"Ini bukan salah tante. Tante Sofi bahkan tidak tahu masalah di keluarga Dina. Jadi semua ini hanya kebetulan tante. Anggap saja ini hari sialku."

__ADS_1


"Baiklah. Karena masalah sudah selesai sekarang kita makan. Mama lapar dari tadi." Ucap Liana dan semua tertawa mendengarnya. Akhirnya ke empat orang itu berjalan ke ruang makan.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2