
********
Setelah kepergian Rian dan Velia, David memilih beranjak dari kafe itu namun suara Dina menghentikan langkahnya
"Kau itu kekurangan kaca atau tidak punya kaca? Apa kau pikir bajing*an sepertimu bisa mendapatkan sahabatku yang berharga. Sampai kapan pun akan ku pastikan kau akan berada di tempatmu yang seharusnya." Ujar Dina.
David berbalik dan menatap tajam kearah Dina.
"Semua belum berakhir. Aku akan merebutnya." Ujar David lalu berlalu pergi meninggalkan Dina dan Juna.
"Maaf Pak, saya mau pulang. Dan maaf atas ketidaknyamanan ini." Ujar Dina menyesal.
"Tak perlu sungkan .. " Kata pak Juna.
Dina keluar dari Kafe dengan terburu-buru. Tanpa sengaja dia menabrak seseorang.
"Maaf, maaf mas .. " Kata Dina seraya menunduk. Namun pria itu bergeming, ia menatap Dina dengan sorot mata yang lain. Dina merasa aneh karena pria itu sama sekali tak bergerak. Dina bisa tau jika itu pria karena sepatu Vantoufel yang dikenakan oleh orang yang ada di hadapannya. Karena penasaran Dina mengangkat wajahnya seketika tangannya langsung memukuli pria itu.
__ADS_1
"Iissh .. bikin aku keder aja. Aku kira aku nabrak pejabat taunya kamu." Omelan Dina terus terdengar nyaring namun pria itu seakan menikmatinya bahkan senyum tipis tersemat di bibirnya.
"Kau sudah selesai?"
"Hmm .. apa kau kesini untuk makan siang?" tanya Dina.
"Aku kemari untuk menjemputmu .. "
"Aah .. Joe jangan buat hatiku meleleh dong." Dina menggoyangkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan layaknya anak-anak. Joe mengacak rambut Dina dengan gemas.
"Aku mengkhawatirkan dirimu setelah aku dengan kakak angkat nona Velia ada di sini. Aku khawatir terjadi keributan." Kata Joe.
"Eh tapi mobil aku gimana dong?"
"Biar di urus oleh anak buahku." Kata Joe, keduanya masuk ke dalam mobil yang di bawa Joe. Entah mengapa keduanya merasa nyaman satu sama lain. Bahkan tidak ada yang namanya mengungkapkan rasa tapi keduanya terlihat saling mengisi dan saling menyayangi.
.
__ADS_1
.
.
Sementara itu Velia dan Rian justru mampir ke sebuah hotel karena Velia ingin merasakan bercinta di kamar hotel. Akhirnya demi menuntaskan rasa penasaran Velia, Rian membawa gadis itu ke salah satu hotel miliknya.
Lantai paling atas menjadi tujuan mereka untuk memadu kasih, selama di dalam lift tangan Velia tak henti-hentinya menggoda junior Rian, hingga kini posisinya langsung tegang.
Velia tersenyum nakal tapi anehnya Rian sangat menyukai keagresifan istrinya saat ini. Tangan Rian bertengger posesif di pinggang Velia. Sesampainya di dalam kamar hotel mewah itu, Velia langsung membantu Rian melepas segala yang menempel di tubuh pria itu.
"Aku mau kamu baby .. " Bisik Velia sensual di telinga Rian hingga bulu-bulu halus Rian langsung meremang. Velia juga menjilat titik sensitif di leber Rian hingga tubuh pria itu langsung kaku seketika.
Rian mengangkat tubuh Velia dan membaringkan nya di kasur. Ia mulai melepaskan seluruh kain yang melekat ditubuh sang istri. Tatapan mata Velia dan Rian sama-sama tampak memuja satu sama lain. Rian mulai aktif melakukan serangan balik mengarah ke beberapa titik sensitif Velia, suara lenguhan dan desa*han terdengar bersahutan saat Rian mulai menyatukan inti tubuh mereka.
Keduanya terbuai dengan sentuhan sentuhan halus di area sensitif mereka masing-masing. Sesekali bibir mereka saling memagut menyalurkan hasrat yang begitu menggebu. Lenguhan panjang Velia dan desa*han kepuasan Rian mengakhiri kegiatan bercocok tanam di siang hari.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Selamat membaca guys. 🥰🥰🥰