
********
Rian tampak senang Veli makan dengan lahap. Bahkan tadi mamanya bilang jika Veli sebenarnya sudah makan masakan Bianca ayam bumbu bali dua jam yang lalu.
"Uurgh ... " Velia bersendawa keras hingga membuat Rian terbengong dengan sikap istrinya itu. Velia hanya nyengir melihat wajah Rian yang seakan syok dengan tingkah gadis itu.
Rian mengambil ponselnya yang bergetar ia menerima telepon dari Joe.
"Halo Joe, ada apa menghubungiku?"
"Maaf tuan, saya hanya ingin meminta ijin cuti satu hari. Karena ada kepentingan."
"Katakan saja ada masalah apa dirimu ..! apa kau butuh bantuanku?" ---- Rian.
"Sebenarnya ini mengenai nona Dina sahabat nona Velia."
"Ada apa dengannya?"
"Dia melakukan percobaan bunuh diri dirumahnya. Saat ini saya sedang menunggunya karena tidak ada sanak keluarga yang bisa saya hubungi." Ujar Joe berbohong.
"Baiklah, aku beri kau cuti 2 hari. Lebih dari itu aku akan mengirimmu ke perusahaan cabang di Afrika." Ujar Rian penuh penekanan. Setelah mematikan sambungan teleponnya Rian menatap ragu pada Velia.
"Ada apa sayang? kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Velia sadar suaminya sedang menatapnya dengan resah.
__ADS_1
"Aku hanya akan memberitahumu tapi kau jangan syok." Ucap Rian ragu, namun Velia semakin penasaran dengan apa yang akan di sampaikan suaminya itu.
"Begini, sahabatmu kemarin .. "
"Dina maksud kamu?" sela Veli, Rian mengangguk. ---- "Ada apa dengan Dina?" Wajah Velia tampak khawatir.
"Dia mencoba bunuh diri semalam." Rian menatap Velia yang tampak sangat syok, Velia menutup mulutnya dengan air mata yang berderai.
Rian segera meraih tubuh Velia dan memeluknya. Velia menumpahkan tangisannya. Ia tahu betul kehidupan Dina. Selama mereka bersahabat tidak ada satupun rahasia yang tidak mereka ketahui satu sama lain. Velia tau betapa menderitanya kehidupan Dina. Tapi hal itu justru membuat Dina tumbuh menjadi sosok yang tegar. Jika sampai gadis itu berbuat nekat pasti ada sesuatu yang terjadi.
"Aku ingin menemui Dina .. " Ujar Velia di sela isak tangisnya. Ia mengurai pelukan Rian menatap dalam penuh permohonan akhirnya mau tak mau Rian mengangguk.
.
.
.
"Jika kau mengabaikanku lebih baik kita pulang. Aku tidak suka kau seperti ini. Bahkan kau melupakan janin yang sedang kau kandung." Ujar Rian dengan tatapan dingin. Velia meringis ngeri menatap wajah suaminya yang berubah dingin.
"Maafkan aku honey, aku terlalu panik." Wajah Velia dipenuhi penyesalan. Rian mendesah berat, saat tatapan mata Velia seakan menembus jantungnya.
Velia mengapit lengan Rian dan menyandarkan kepalanya di lengan kokoh pria itu. Saat memasuki lift mereka ternyata bersamaan dengan Stevi.
__ADS_1
Velia penasaran namun ia enggan menyapa wanita yang menjadi pacar kakak angkatnya itu. Stevi berdiri di samping Rian. Entah mengapa Velia tampak tak senang saat lengan stevi menyentuh lengan suaminya. Entah mengapa Velia merasa Stevi sengaja menempelkan lengannya. Velia menarik tubuh Rian, tatapan mata Velia menajam dia menggeser Rian untuk pindah di sebelahnya. Alis Rian bertaut, ia masih belum paham kenapa istrinya terlihat kesal. Tapi Rian tetap menurut saja apapun yang Velia lakukan.
"Ada apa sayang?"
"Aku hanya tidak ingin lenganmu lecet karena terus di gesek orang." Velia melirik Stevi yang terlihat mencuri pandang pada Rian.
Rian akhirnya paham jika istrinya sedang dilanda cemburu. Rian tersenyum melihat tingkah menggemaskan Velia.
"Jangan tersenyum atau dia akan menjadikanmu target incaran selanjutnya." Kata Velia dingin. ---- "Rasanya ingin ku congkel matanya." Desis Velia. Rian merangkul Velia dan mendekapnya dengan gemas.
"Jangan galak-galak sweetheart kau semakin terlihat manis jika seperti ini." Ujar Rian, pintu lift terbuka Rian dan Velia turun. Namun wajah Velia tak kunjung reda kekesalannya.
"Apa kau cemburu?"
"Pertanyaan aneh .." Ketus Velia --- "jika kau penasaran dengan jawabannya lain kali aku akan coba menyentuh lengan pria lain biar kau tau rasanya." Velia membuka pintu kamar dimana Dina dirawat.
Rian menggeram kesal mendengar jawaban Velia.
"Jika kau berani akan ku kuliti lengan pria itu."
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan ditungguin upnya masih bolong-bolong guys. Dunia nyataku membutuhkan konsentrasi penuh
__ADS_1