Terjerat Cinta Duda Kece

Terjerat Cinta Duda Kece
Chapter 85. Happy End


__ADS_3

********


Suasana malam itu di atas kapal pesiar yang di sewa Rian begitu ramai dan penuh kebahagiaan. Bahkan sahabat Rian yang ada di luar negri pun turut hadir bersama istri dan anaknya yang seumuran dengan Zafrina.


"Papi, siapa itu?" wajah Zafrina tampak penasaran melihat anak laki-laki seusianya berwajah bule. Di mata Zafrina anak laki-laki itu sangat tampan dan cool.


"Dia putra dari sahabat papi. Sini, papi akan bawa kamu berkenalan dengan mereka." Rian menggendong Zafrina yang malam itu tampak cantik dengan dress putih tanpa lengan.


"Hai bro, long time no see!" seru Rian pada sahabatnya. Keduanya berpelukan setelah sebelumnya Rian menurunkan Zafrina. Zafrina berjalan mendekati anak laki-laki bule itu.


"Hai .... " sapa Zafrina. Namun anak laki-laki itu tak acuh pada Zafrina. Namun semuanya tak membuat Zafrina menyerah dia mengulurkan tangannya.


"What's your name?"


"Zico .... " jawab bocah itu singkat tanpa berniat ingin tahu nama Zafrina ataupun menjabat tangan Zafrina.


"I'm Zafrina. You can call me Inna." Zafrina mengulurkan tangannya dan tersenyum ke arah Zico. Namun bocah itu justru melengos membuang muka dengan wajah yang memerah.


Zafrina merasa Zico tidak menyukainya. Dia mundur satu langkah, namun senyumnya tetap bertahan di bibir tipisnya.


"Nice to meet you Zico. Have a nice trip." Zafrina berbalik. Dia menghilang di antara kerumunan dan bergabung bersama Zafa dan yang lain. Zico menatap Zafrina tanpa berkedip. Bahkan bocah yang minim ekspresi itu tiba-tiba tersenyum saat melihat tawa Zafrina.


"Zico, come here." Leo memanggil putranya. Zico tahu ayahnya dan Rian berkecimpung di dunia yang sama yaitu dunia bawah.


Zico langsung merubah ekspresi wajahnya kembali datar dan menghampiri sang ayah.

__ADS_1


Zico hanya menyimak pembicaraan kedua pria itu yang intinya adalah ayahnya menghendaki jika suatu saat Zico akan mewarisi tahta kelompok mafia nya. Sementara Rian, dia hanya akan menyerahkan tampuk kekuasaannya kelak pada orang kepercayaannya. Karena dia ingin pensiun.


Tanpa terasa malam semakin larut. Semua orang kembali ke kamar masing-masing.


Zafrina menyelinap keluar, pengasuhnya sudah terlelap. Dia penasaran dengan kolam renang yang ada di atas. Zafrina berjalan seorang diri. Namun tiba-tiba gadis itu terkejut saat dia melihat Ayah Zico dan Rian ada di sana. Dan di hadapan pria itu ada seorang pria yang sedang bersimpuh.


Saat Zafrina akan mendekat untuk melihat lebih jelas, dari arah belakangnya ada tangan yang membekap mulutnya dan menarik tubuh Zafrina.


"Sshh .... diamlah atau kita akan ketahuan." Zafrina menoleh dan sesaat ia merasa lega karena itu Zico.


"Kamu bisa bahasa Indonesia?" Zafrina terkejut. Namun Zico hanya menjawab dengan anggukan. Zafrina kembali akan melihat ke tempat dimana ayah Zico dan Papi nya berada namun segera di tahan oleh Zico.


"Jangan melihat kesana. Atau kamu akan dihukum," ujar Zico penuh ancaman. Zico menarik Zafrina, akhirnya gadis itu mengikuti kemana arah anak laki-laki itu membawanya.


"Kenapa aku tidak boleh memanggil papi?"


"Hmm, kamu benar. Tapi mengapa di depan papi dan paman Leo tadi ada orang yang berlutut. Apa dia berbuat salah pada papi dan paman?"


"Jangan terlalu banyak ingin tahu. Itu bisa membuat umurmu pendek."


Zico berjalan meninggalkan Zafrina. Bocah itu awalnya juga sama seperti Zafrina yang ingin mencari ayahnya. Tapi dia melihat Zafrina dan tak jauh di depan mereka ayahnya dan papi Zafrina ternyata sedang akan mengeksekusi seseorang. Zico tidak ingin Zafrina ketakutan itu sebabnya Zico menarik Zafrina.


.


.

__ADS_1


.


Keesokan harinya, suasana kapal pesiar begitu ramai. Semua tampil dengan pakaian mewah. Velia dan Rian sudah selesai makeup keduanya tampak sangat sempurna, Zafrina pun juga mengenakan dress berwarna senada dengan rambut di kepang dua dan diberi hiasan bunga.


"Sayang, apa kamu siap? tanya Velia pada Zafrina karena setengah jam lagi mereka akan menuju dinning room tempat diadakan nya acara resepsi. Zafrina mengangguk. Dia nanti yang akan menjadi penabur bunga. Berjalan di depan kedua mempelai seperti keinginan Velia.


"Iya mami. Inna siap." Jawab Zafrina dengan senyuman yang begitu cantik.


"Ayo, nyonya dan tuan juga si cantik Zafrina kalian harus bersiap. Tamu undangan sudah menunggu." Ujar Seorang MC pada ketiganya. Rian, Veli dan Zafrina diarahkan oleh seorang EO menuju dinning room.


Senyum Zafrina tampak sangat manis saat pintu ruangan itu terbuka. Dia berjalan dengan anggun dan sesekali menabur bunga. Semua tamu undangan menyambut kedua mempelai dengan riuh tepuk tangan. Zafrina terlihat sangat bersemangat. Hingga kedua mempelai tiba di singgasana nya Zafrina meninggalkan keduannya dan bergabung bersama Dian dan Gerry. Dian menghujani putrinya dengan ciuman hangat hingga Zafrina terkekeh.


"Stop mama, geli."


"Siapa suruh anak mama secantik ini." Dian memeluk putri pertamanya dengan sayang, dari jarak yang tak terlalu jauh Velia dapat melihat kebahagiaan putri sambungnya itu. Hatinya pun merasa sangat bahagia. Rian lebih dari sempurna menjadi pasangannya dan Zafrina yang begitu cantik yang menjadi putrinya. Ditambah sekarang Rian memberinya resepsi pernikahan yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya.


Dina dan Joe juga turut ikut memeriahkan acara meskipun Dina harus duduk di kursi roda. Dia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan melihat sahabatnya berbahagia.


"Terima kasih honey untuk resepsi yang sempurna ini. Aku benar-benar mencintaimu." Velia mengecup bibir Rian dengan lembut.


...~**END~...


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Whoa,, itu jodoh Zafrina sudah di depan mata. Nanti kisah mereka akan othor buat setelah DBJ end.

__ADS_1


Nanti ada extra part mereka jadi ditunggu saja ya.


Terima kasih untuk segala dukungan kalian. Kesabaran kalian dalam mengikuti kisah ini. Love kalian semua 😘😘😘🥰🥰🥰**


__ADS_2