Terjerat Cinta Duda Kece

Terjerat Cinta Duda Kece
Chapter 56. Takut?


__ADS_3

*********


Velia sudah tiba di pelataran tempat Rian janjian. Gadis itu berdiri dengan anggun dan penuh daya tarik. Sesaat setelah turun dari mobil Velia mengibaskan rambutnya yang di tata sedemikian rupa. Gadis itu lalu melenggang masuk sesuai petunjuk yang Rian berikan.


Sebelum membuka pintu seluruhnya Veli dapat melihat jika Angel menaruh minat hasrat sek*sualnya pada sang suami. Dia tersenyum sinis, tanpa permisi dia membuka pintu dengan sekali dorong. Wajah Angel memerah saat melihat Velia. Namun Velia terlihat tak acuh dan mulai duduk di pangkuan Rian dengan posisi miring.


"Kau sedang membicarakan bisnis atau sedang berkencan di belakangku sayang?" tanya Veli seraya mengusap rahang kokoh Rian yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Angel yang melihat keinti*man Veli dan Rian hanya mampu mengepalkan tangannya. Namun saat mendengar pertanyaan Veli pada Rian Angel tak kuasa menahan suaranya.


"Apa kau takut jika kekasihmu diam-diam berselingkuh di belakangmu Veli?" Entah dirasuki apa Angel sama sekali tidak menaruh hormatnya pada Veli. Velia tersenyum miring seraya menatap manik mata Rian yang sejak tadi menatap dirinya teduh.


"Takut ...?" beo Velia dengan alis berkerut ia menoleh ke arah Angel.


"Apa kau berniat selingkuh dengannya honey?" tanya Velia kini kembali menatap Rian dengan pancaran penuh cinta.


Rian tersenyum miring. "Kau sangat tau seleraku nyonya Al Fares. Kau yang terbaik" Desis Rian namun masih dapat di dengar oleh Angel tubuh gadis itu gemetaran. "Apa ...? Veli istri tuan Rian." batin Angel tak percaya.


.

__ADS_1


.


.


Velia tersenyum lalu menempelkan bibirnya di bibir Rian dan sedikit me*lu*matnya. Velia mengurai ciumannya lalu menatap tajam angel.


"Jangan buang waktumu untuk memperlihatkan asetmu itu. Kau bahkan lebih mirip j*l*ng ketimbang sekertaris." Kata Velia ketus.


Wajah angel memerah menahan malu sekaligus marah. Malu karena Velia mengatakan itu di depan Rian, dan marah karena Velia mengatainya j*l*ng.


"Tutup mulutmu nona!! beraninya kau ... jangan samakan nona Veli dengan dirimu." Sahut Danzo yang tak Terima istri tuannya direndahkan, Rian segera mengetik sesuatu di ponselnya ternyata Rian sedang memberi perintah pada Danzo untuk menghubungi pak Hermawan kolega yang akan menerima tender pengerjaan renovasi mall miliknya. Namun mengingat Angel adalah sugar baby pak Hermawan sepertinya Rian akan membatalkan kontrak itu.


"Asal anda tau tuan Rian, wanita yang ada di pangkuan anda itu pernah menjalin kasih dengan sepupunya sendiri dia benar-benar menjijikkan."


"Tentu aku tahu semua itu. Tapi sayangnya aku yang pertama merasakan kemurniannya. Jadi aku tidak akan sekalipun meragukan dirinya." Ujar Rian dengan santai. Tatapan mata Rian begitu memuja Velia begitu pun sebaliknya.


Angel merasa terhina ia bangun dari duduknya namun saat ia akan beranjak pintu di ketuk dari luar dan masuklah pak Hermawan. Pak Hermawan merasa kaget melihat Angel ada disana. Dan yang lebih membuatnya tercengang adalah sosok Velia yang sangat cantik berada dalam pelukan Rian.

__ADS_1


"Siapa wanita ini? sungguh cantik sekali." Batin pak Hermawan. Pria paruh baya yang terkenal flamboyan itu menatap lapar ke arah Velia.


"Apa kau ingin ku congkel matamu?" Hardik Rian saat Hermawan dengan lancangnya memandang istrinya seakan Veli adalah buruannya.


"Ma-maafkan saya tuan." Ujar Hermawan seraya mengusap keringat di dahinya. Suasana di ruangan itu tiba-tiba serasa panas dan pengap. Hermawan terlihat gugup dan bergetar menatap Rian.


"Karena kau sudah lancang menatap istriku dengan mata kotormu itu maka kontrak kita, aku batalkan. Lagipula aku tidak mau memakai jasa di perusahaan yang mana pemimpinnya tidak bisa setia pada pasangannya." Kata Rian datar. Tatapan matanya masih terus mengincar pak Hermawan. Pria paruh baya itu hanya mampu menelan salivanya dengan susah payah.


"Anda sama sekali tidak profesional tuan Rian." Angel menyahut. Dia tidak terima, jika tender ini sampai gagal maka dia tidak akan mendapat uang untuk berbelanja tas branded lagi.


"Danzo ... kau urus mereka. Aku akan membawa pulang istriku."


"Baik tuan ... " Jawab Danzo.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Like dan komenny donk guys.

__ADS_1


__ADS_2