Terjerat Cinta Duda Kece

Terjerat Cinta Duda Kece
Chapter 48. Tidak Semua Pria


__ADS_3

*********


Pagi ini suasana di apartemen Joe terlihat hidup, Bik Sulis dan Dina sedang menyiapkan sarapan, Dina juga membuat kopi untuk Joe, meskipun ia tak tahu selera Joe. Tapi Dina ingin berterimakasih dengan caranya.


Joe keluar kamar seraya menenteng jas dan tas kantornya. Ia sesaat terpana melihat penampilan Dina yang hanya memakai daster rumahan yang panjangnya tak sampai selutut, yang menampilkan kaki jenjangnya, rambutnya digulung keatas asal hingga menampakkan leher jenjang Dina. Joe benar-benar seperti tersihir.


"Joe ... apa kau mendengarku?" Dina ternyata sudah ada di hadapan Joe, Joe mengerjapkan matanya berkali-kali menghilangkan grogi yang tiba-tiba membuatnya salah tingkah.


"Eh .. iya kamu ngomong apa barusan?" tanya Joe seraya menggaruk pelipisnya.


"Aku ga ada ngomong apa-apa Joe, cuma aku manggil kamu dari tadi bengong. Liatin apa sih?" Dina ikut menoleh ke arah dapur dan ada bik Sulis yang sedang menata piring.


"Kamu naksir bik Sulis ya?" Bisik Dina dengan wajah menahan tawa.


"Sembarangan .. " Joe menoyor kepala Dina lalu berjalan ke meja makan. Jantung Joe rasanya masih berdetak tak karuan. Ia duduk di kursi meja makan, Dina meletakkan kopi di hadapan pria itu.


"Makanan dan minuman apa yang kau sukai? Selama aku menumpang disini aku ingin menyiapkan sarapan dan makan malam jika kau tidak keberatan."

__ADS_1


"Aku jarang sarapan dan sering makan malam di luar karena aku sendiri disini. Jadi menurutku apapun yang kau sediakan aku pasti akan makan. Apalagi jika bercita rasa pedas." Jawab Joe, ia lalu meminum kopi buatan Dina, setelah menyesapnya bibir Joe tersenyum tipis. Rasa kopi yang Dina buat untuknya sangat pas di lidah Joe.


"Apa kau menyukai kopi itu?"


"Hhmm .. lumayan." Jawab Joe singkat. Dina bersungut di belakang Joe. Kesal sekali rasanya mendapat komentar yang begitu singkat dari pria itu.


"Jangan mengumpatku di dalam hati." Ujar Joe, Dina tersenyum kikuk.


"Ayo makan, aku buatkan kamu nasi goreng seafood. Tadi pagi-pagi sekali aku ikut Bik Sulis berbelanja di pasar tradisional." Kata Dina kembali bersemangat. Ia mengambil piring Joe dan mengambilkan nasi goreng untuk pria itu, dan lagi-lagi entah mengapa Joe merasa mereka berdua sudah seperti suami istri saja.


Joe menerima piring yang sudah berisi nasi dan kerupuk serta telur mata sapi setengah matang. Ia pun mulai melahap hasil masakan Dina. Dan lagi-lagi Joe dibuat terkejut dengan kemampuan memasak gadis yang ada di hadapannya.


"Apa kau sering memasak?" tanya Joe seraya terus menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya.


"Ya tentu saja. hanya sekedar mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu ada pria yang menginginkanku untuk menjadi istrinya." Kata Dina enteng.


"Uhhuk .. uhuuk" Joe langsung tersedak mendengar penuturan Dina. Dina segera menyerahkan gelas air putihnya pada Joe, pria itu meneguk nya hingga tandas. Untung saja nasi goreng itu tidak terlalu pedas jadi tenggorokannya aman.

__ADS_1


"Apa kau serius?" Tanya Joe, dan Dina pun mengangguk, tapi raut wajahnya tampak berubah sendu.


"Tapi itu dulu, sekarang aku semakin yakin untuk menyendiri." Lirih Dina.


"Jangan menutup hatimu, tidak semua laki-laki di dunia ini sama seperti ayahmu dan mantanmu." Ujar Joe.


"Siapa contohnya?"


"Kau bisa melihat sahabatmu? bahkan dulunya tuanku seorang Casanova. Tapi setelah bertemu sahabatmu dia menjadi pria romantis dan setia."


"Mungkin karena mereka pengantin baru." Sanggah Dina. ---- "Dulu orangtuaku juga romantis. Tapi begitu ibuku sakit-sakitan semuanya hanya menjadi omong kosong belaka." Dina mengusap kasar air matanya, Joe langsung berlutut bertumpu pada dua lututnya di depan Dina hingga membuat Dina tersentak.


"Kau harus yakin, jika tidak semua pria bajing*an. Kau bisa buktikan itu. Nyatanya kau lihat papa nona Velia begitu memuja istrinya. Percayalah padaku, tidak semua pria se*breng*sek mereka." Joe mengusap air mata Dina yang terus mengalir.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


selamat membaca guys 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2