Terjerat Cinta Duda Kece

Terjerat Cinta Duda Kece
Chapter 44. Ayo Pulang


__ADS_3

*********


Velia menarik mangkok bakso yang lain dengan kuah bening.Dan menggeser mangkuk bakso berkuah merah kearah Rian.


Dengan isyarat mata Velia menyuruh Rian menghabiskan bakso itu.


"Apa ..?" ketus Rian saat tahu apa yang istrinya inginkan.


"Ayolah meskipun aku tahu kau sanggup membelikan warung bakso ini untukku tapi aku tidak ingin makanan yang aku pesan terbuang percuma." Kata Velia. Rian berdecak kesal, semakin hari istrinya selalu saja berbuat sesuatu yang akhirnya hanya ingin menyiksa dirinya. Apakah ini karma untuknya yang telah mensia-siakan Dian dulu.


Dengan enggan Rian menarik mangkuk bakso yang sebesar kepala bayi itu. Rian mulai menyendok kuah bakso itu, namun begitu bakso itu melewati tenggorokannya Rian tersedak kuah merah bakso itu dengan wajah yang memerah. Velia segera menyodorkan air minum pada Rian dan berpindah duduk di samping suaminya seraya menepuk punggung Rian halus.


"Bagaimana apa sudah lebih baik?" tanya Velia cemas. Rian yang awalnya kesal langsung luluh melihat wajah Velia.


"Tenggorokanku sakit. Tapi demi dirimu aku akan menghabiskannya." Ujar Rian dengan nada yang dibuat semelas mungkin, ia berharap umpannya di tangkap oleh Velia. Dan benar saja Velia langsung menjauhkan mangkuk bakso itu. Dalam hati Rian bersorak senang namun itu hanya sesaat sebelum Velia kembali berujar.

__ADS_1


"Biar aku yang habiskan saja. Kau tidak tahan pedas rupanya." Ujar Velia kembali memotong bakso itu dan memakannya dalam potongan besar. Mata Rian mendelik kesal. Ia segera merebut mangkuk itu.


"Hentikan memakannya atau akan ku ratakan warung ini tak bersisa." Ujar Rian dingin, Kini giliran Velia mendengus. Ia akhirnya menarik bakso berkuah bening dan memakannya dengan lahap. Bahkan tidak ada niatan sedikitpun untuk menawari Rian. Mangkok demi mangkok ludes isinya, Velia menyandarkan tubuhnya di dinding karena kekenyangan. Rian hanya menatap tumpukan mangkok itu dengan menelan salivanya.


.


.


.


"Ah .. ternyata kau tau dari kemarin mami ga doyan makan dan sekarang kau memberi mami kesempatan untuk balas dendam ya." Ujar Velia mengusap perut ratanya. Rian tersenyum mendengar ucapan Velia, ia bersyukur setidaknya istrinya mendapat tenaga karena mau makan.


"Kau bahkan melupakan aku disini dan menguras semua isi mangkok itu." Ujar Rian menyusupkan wajahnya di ceruk leher Velia.


"Uhmm .. jangan seperti ini, ini di warung banyak yang melihat kita." Velia mulai merasa panas dingin di sekujur tubuhnya begitu bibir Rian menyentuh area sensitif di lehernya.

__ADS_1


"Aku menginginkanmu, bisakan kita lanjutkan di rumah?" Tanya Rian masih dengan posisi nyamannya.


"Hmm .. a-yo pulang." suara Velia bergetar lututnya terasa lemas karena Rian terus saja menggesekkan bibir nya di leher Velia. Bahkan sesekali menjilatnya. Sungguh rasanya Velia ingin menerkam Rian saat ini.


.


.


.


Akhirnya Velia dan Rian memutuskan untuk pulang namun siapa sangka jika mereka malah berpapasan dengan Dion mantan Dina dan Angel selingkuhannya. Velia enggan melirik kearah mereka. Dion terus menatap Velia begitupun angel yang tampak terpesona dengan kehadiran Rian di sana.


Velia memeluk erat lengan Rian dan menyandarkan kepalanya di bahu pria itu. Angel menatap iri ke arah Velia.


"Sepertinya priamu sangat menggoda Velia. Next aku pasti akan menggodanya dan dia akan bertekuk lutut padaku. Karena aku yakin pria sepertinya sangat hyper .. " Gumam Angel dalam hati.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Menurut kalian bisa ga ya si Angel mengaet ketua mafia King Devil itu?


__ADS_2