
Hari itu Jeny menjalani hari seperti biasa dalam memimpin perusahaan Wijaya Grup.Selesai dengan meeting yang ia jalani,Jeny kembali keruanganya.Ia tenggah serius membaca setiap kata yang ada pada lembar kertas yang ia pegang.Sampai suara ketukan membuyarkan konsenstrasinya.Luna mengalihkan pandangan dari layar laptop kearah pintu yang diketuk.
Ya ruangan Luna dan Jeny jadi satu
tok..tok..tok..
"masuk.."
"permisi nona.."
"ya..ada apa?"
"seorang wanita bernama Linda Kuncoro ingin bertemu"
deg..
*mau apa dia kemari bathin Jeny
punya nyali juga dia datang kemari bathin Luna tersenyum miring*.
"saya yang akan menemuinya nona"Luna beranjak dari tempatnya duduk.
"tidak usah,biarkan dia masuk kemari"Jeny mencegah langah Luna.
"baik nona"patuh Luna.
"bawa wanita itu kemari"titah Luna pada pegawai wanita.
Jeny meletakkan berkas yang ia pegang,dia menyandarkan punggungnya kesandaran kursi kebesaranya.
"dia cukup berani bukan kak Lun"
"benar nona, menurut saya dia cukup berani mengali kuburnya sendiri"saut Luna dingin.
"jangan lakukan apapun padanya kak Lun!"Jeny memperingati.
__ADS_1
Luna hanya diam patuh.
"aku akan menyelesaikan ini sendiri dan dengan caraku,aku ingin tau mau apa dia kemari"ucap Jeny.Ia beranjak dari tempatnya duduk menuju jendela kaca besar diruangnya pemandangan yang srlalu menarik ia lihat saat dikantor.
Ditatapnya hamparan gedung-gedung diluar dengan perasaan yang campur aduk.
tok..tok..tok...
Luna melangkahkan kakinya menuju pintu.
ceklek
"masuklah.."titah Luna dengan suara yang dingin.
Wanita yang bernama Linda Kuncoro itu pun masuk keruangan itu.
"lanjutkan pekerjaamu"titah Luna selanjutnya pada pegawai wanita yang mengatar Linda tadi.
"baik sekertaris Luna,permisi"dengan sedikit membungkukkan badan.Selain Jeny ,sekertaris Luna termasuk yang paling disegani di WIJAYA GRUP.
Linda dengan kaya sok berkuasanya duduk dengan angkuhnya disofa yang ada diruangan itu.
"ada perlu apa anda kemari?"tanya Luna dengan ekspresi yang datar.
"saya ingin bicara dengan Jeny"jawab Linda angkuh.
Luna menyergitkan dahinya ketika Linda dengan angkuhnya menyebut nama nona mudanya hanya nama saja tanpa embel-embel nona.
"siapa anda berani memanggil CEO WIJAYA GRUP hanya dengan nama saja?"tanya Luna dengan suara semakin dingin.
"bukankah benar namanya Jeny?"Linda tersenyum meremehkan.
"apa disekolah saat pelajaran etika anda tertidur?an.. "saut Luna geram.
"hentikan sekertaris Lun,biarkan dia sesuka hatinya memanggilku apa!"Jeny memotong perkataan Luna.
__ADS_1
Jeny berjalan kearah sofa ,ia duduk dengan anggun dan elegannya.Luna segera berdiri dibelakang sang nona muda.
"apa yang membuat anda kemari nona Linda Kuncoro?"tanya Jeny dengan tenang.
"ehem..saya hanya ingin bicara berdua saja dengan anda!"dengan melihat Luna yang masih setia berdiri dibelakang Jeny ,seolah mengusir Luna.
"maka bicaralah..apa yang ingin anda katakan!"
"aku hanya ingin bicara berdua saja"pinta Linda lagi dengan menatap tajam Luna.
Sedang Jeny yang paham akan maksud Linda hanya tersenyum tipis.
"sekertaris Luna adalah bagian dari mata dan telinga saya,jadi dia memang harus ikut mendengar apa yang ingin anda sampaikan!"ucap Jeny masih dengan tenang.
"anda yakin ,ingin orang lain mendengar pembicaraan kita nanti?"tanya Linda dengan senyum meremehkan.
"tentu saya sangat yakin,,bukankah tadi saya sudah bilang,sekertaris Luna adalah bagian dari mata dan telinga saya."
"baiklah kalau itu keinginanmu"Linda tersenyum sinis pada Jeny.
"jadi apa yang ingin anda sampaikan?"tanya Jeny tenang.
"tinggalkan posisimu saat ini?serahkan padaku karna aku lebih pantas"jawab Linda dengan angkuh.
"posisi mana yang anda maksud,posisi sebagai CEO WIJAYA GRUP atau posisi sebagai istri dari Rendy Hutomo?"
"sepertinya anda sudah tau?"Linda tersenyum remeh pada Jeny.
"tentu saja..harusnya anda bersyukur saat ini anda masih bisa berada disini setelah apa yang anda lakukan,Harusnya anda bersembuyi.Anda pasti tau dengan kekuasaan yang saya miliki saat ini,saya bisa melakukan apapun pada anda"Jeny tersenyum miring pada Linda
deg..
senyumnya mengerikan,apa yang akan Jeny lakukan padaku bathin Linda cemas
bersambung...
__ADS_1