
Sinar matahari tengah menyapa hangat seluruh penduduk bumi ini tanpa terkecuali.Sianr matahari tengah ikut menghangatkan tubuh ramping seorang wanita yang belum lama ini menyandang status janda.Diusianya baru 25 tahun Tuhan mentakdirkan dirinya untuk menyandang status janda.Dulu diusianya yang baru 15tahun ia harus kehilangan kedua orang tuanya dalam kecelakaan tragis,dan tidak sampai disitu diumur 22 tahun ia juga harus melihat kakak yang selalu menjaga dan menyayanginya terbaring koma karena kecelakaan tragis. Mungkin Tuhan punya rencana yang begitu indah untuk seorang Jeny Aurora Wijaya.Penderitaannya mungkin nanti akan Tuhan ganti dengan kebahagian yang sempurna.
Beruntung Jeny Aurora masih memiliki sekertaris yang tak lain adalah kekasih dari kakaknya yang juga sangat menyayangi dirinya seperti adik kandungnya sendiri.
"princes,ayo sarapan"panggil sang sekertaris yang tak lain adalah Luna.
"iya kak Lun"saut Jeny,ia pun menglangkah ke sumber suara.
Akhirnya Jeny dan Luna menikmati sarapan mereka berdua dengan hikmat.Setelah selesai sarapan mereka menuju ke perusahaan Wijaya Grup.
Luna mengendarai sendiri mobil yang membawa dirinya dan Jeny ke perusahaan Wijaya Grup.
Perusahaan yang berpengaruh didunia bisnis dinegeri ini.Luna mengendarai kendaraanya dengan kecepatan sedang.Tiba-tiba Jeny menghentikan meminta Luna untuk menhentikan mobilnya.
"kak Lun berhenti"titah Jeny.
Lunapun menepikan mobilnya mendengar sang nona muda memintanya untuk menghentikan laju kendaraan yang ia bawa.
"ada apa princes?"Tanya Luna heran.
"Aku ingin membeli itu!"Jeny menunjuk seorang nenek renta yang menjajakan dagangannya,sepertinya nenek itu menjual berbagai macam kue.
"baiklah aku akan turun membelikan untukmu"ucap Luna yang akan melepas seltbatnya hendak turun tapi dicegah oleh Jeny.
"tidak usah kak,aku akan turun sendiri kak Luna tunggu dimobil saja."cegah Jeny yang hendak turun dari mobilnya tapi ia urungkan kemudian bertanya pada sang sekertaris.
"kak Lun,?"panggi Jeny
__ADS_1
"iya"saut Luna
"kakak bawa uang cash?"tanya Jeny lagi.
Mendengar pertanyaan Jeny,Luna langsung membuka tas untuk mengambil dompet miliknya,dilihatnya isi dari dompet miliknya adakah uang cash.
"ada Princes tapi tidak banyak,hanya ada sekitar 2juta saja"jelas Luna.
"tidak apa-apa!boleh aku pinjam dulu kak Lun?"tanya Jeny.
"tentu boleh,untuk apa princes?"
"aku ingin membeli dagangan nenek-nenek itu kak,"
"begitu,turunlah kakak akan menunggu disini"ucap Luna,sambil tanganya mengasongkan uang yang dibutuhkan oleh sang nona muda yaitu Jeny.
"o..ya apa menurut kakak uang ini akan cukup untuk membeli semua dagangan nenek itu kak?"tanya Jeny.
Lunapun mengalihkan pandanganya kearah nenek penjual kue yang dimaksud oleh sang nona muda Wijaya itu.Ia mencoba menilai berapa jika semua daganganya dibeli semua.
"kakak rasa cukup!"jawab singkat Luna.
"baiklah,kalau begitu aku akan turun!"
Jeny kemudian turun dari mobil mewahnya.Kaki jenjangnya membawa dirinya kearah nenek pedagang kue itu.
"selamat pagi nek!"
__ADS_1
Sang nenek penjual yang disapa oleh wanita cantik dan elengan begitu senang
"pagi nona,silahkan dipilih kuenya,ini enak-enak nona ,bisa untuk sarapan!"sang nenek penjual dengan ramah menawarkan daganganya..
"iya nek,sepertinya memang enak-enak"ucap Jeny tak kalah ramah.
"boleh sayang beli semua kuenya nek?"tanya Jeny lagi.
"boleh nona,saya akan bungkuskan!"jawab sang nenek bersemangat karena dagangannya diborong.
"jadikan beberapa kantong ya nek!"ucap Jeny lembut.
"baik nona"jawab sang nenek penjual patuh,ia pun bergegas membungkus kue-kue daganganya jadi beberapa kantong sesuai keinginan Jeny.
"jadi semua berapa nek?"tanya Jeny.
"700 ribu nona!"mengulurkan kantong berisi kue-kue tersebut.
"baiklah,ini nek uangnya!terima kasih nek"Jeny memberika semua uang yang ia pinjam tadi kepada sang nenek penjual.Setelah nenek penjual menerima uangnya Jeny segera pergi tanpa menunggu sang nenek penjual menghitungnya terlebih dahulu.
Nenek penjual itupun menerima uang tersebut dengan senang,tapj saat dia menghitung uang tersebut ia kaget karna jumlahny lebih banyak dari yang seharusnya.Ia pun terbengong ,saat ia sadar segera memanggil Jeny
Tapi sayang mobil yang ditumpangi Jeny sudah berlalu.
"semoga Tuhan membalas kebaikan anda nona,semoga jika anda belum punya pasangan saya doakan anda mendapat pasangan yang begitu mencintai dan menyayangi anda setulus hati.aamiin"doa tulus sang nenek penjual kue.
bersambung...
__ADS_1