
"hai anak tampan"sapa Santika sambil mengelus kepala Raihan.
Dan entah mengapa tanpa disuruh Raihan mengelus perut buncit Santika.
"Hai Princesnya Rai"
"oh..ya..ampun lihatlah San,bahkan putraku juga merasakan kalau bayi didalam kandunganmu adalah seorang princes"pekik Marlina girang.
Santika hanya tersenyum melihat itu.
benarkan dia perempuan nantinya bathin Santika.
"jadi bagaimana ,kamu setujukan soal perjodohan ini?"tanya Marlina semangat.
"baiklah,semoga saja memang mereka berjodoh nantinya Lin"
flasback off.
__ADS_1
"nyonya anda baik-baik saja"tegur bu Fatimah.
Teguran bu fatimah mengembalikan kesadaran Marlina dari lamunannya tentang masa lalu.
"ah..iya bu,saya hanya teringat Santika saja"
Karna memang setelah pertemuanya dengan Santika yang terakhir kali dipanti ini.Marlina dan keluarganya harus pindah ke luar negeri karena waktu itu Suami dari Marlina yaitu Adiguna mengembangkan jaringan bisnisnya diluar negeri.Karna Adiguna tidak mau jauh dengan anak istrinya makanya Adiguna memboyong anak dan istrinya keluar negeri.
Karena kesibukan masing-masing Marlina dan Santika sempat putus komunikasi.Dan saat ia kembali kenegara ini ,dikarena suaminya meninggal karena kecelakaan yang ia dan suaminya alami, beruntungnya Tuhan masih memberi umur Panjang pada Marlina meski Marlina harus mengalami kelumpuhan pada kakinya.
Marlina pun mencari tau,Santika memiliki anak perempuan atau tidak dan informasi yang ia dapat lagi-lagi membuatnya kecewa.Bayi yang dikandung Santika waktu itu memang perempuan dan ternyata saat Marlina kembali ternyata putri Santika sudah menikah dengan CEO.
Tadinya Marlina berniat akan mencari anak Santika dan akan melanjutkan berjodohan yang mereka sepakati waktu itu.Tapi ketika informasi yang ia dapat bahwa putri Santika sudah meikah,maka pupus sudah harapan Marlina untuk memiliki menantu dari keluarga Wijaya.
jika wanita tadi putri dari Santika berarti dia sudah bersuami.ah..sayang sekali,padahal aku sudah sangat menyukai nya saat pertama melihat dia waktu itu saat membeli kue pada nenek renta itu.hah..mungkin memang Raihan tidak berjodoh dengan putri Santika.Tapi aku berharap ada keajaiban bathin Marlina bermonolog sendiri.
"kepergian mendiang nyonya Santika memang meninggalkan kesedihan bagi semua orang nyonya,saya jadi salah satunya,beliau adalah wanita yang sangat baik,meski mikiki kekayaan yang melimpah tak membuat nya sombong,beliau orang yang sangat peduli pada sesama,bukti nyatanya adalah adanya panti muara bunda ini"ucap bu Fatimah sendu mengingat sang nyonya besar Wijaya yaitu Santika.
__ADS_1
"em..apa putri Santika sering kesini bu?"tanya Marlina mencoba mencari informasi tentang Jeny dari ibu Fatimah.
"sering nyonya, setidaknya satu bulan sekali nona muda Jeny datang kemari.Dulu sebelum nona muda menjabat sebagai CEO Wijaya Grup beliau bisa satu sampai tiga kali berkunjung kesini.Tapi sekarang hanya sebulan sekali,tapi kami memahami itu , sekarang dikarenakan kesibukanya lah nona Jeny tidak bisa sering berkunjung kesini.Nona Jeny sering bilang jika ia kesini kerinduanya terhadap bundanya sedikit terobati.Hal itu wajar saja,karena sejak umur 15 tahun nona Jeny sudah ditinggal nyonya Santika dan dulu ,nyonya Santika sering mengajak nona Jeny bermain disini."tutur ibu Fatimah
kasihan sekali kamu nak,bathin Marlina.
Marlina dengan sungguh-sungguh mendengar cerita tentang Jeny dari ibu Fatimah.
"Lalu apakah setelah menikah Jeny sering datang kesini bersama suaminya?"
Ibu fatimah mengelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"bahkan sampai mereka bercerai Suami nona Jeny belum pernah kesini!"
"APA"
bersambung...
__ADS_1