
Setelah menyelesaikan makan siang,Jeny dan rombongkan menuju rumah singgah yang akan ditempati oleh Kai,An,Ali,dan Biru serta bang Jono.
Sampailah mereka ditempat yang dituju,sebuah rumah berlantai dua dengan gaya modern dan memiliki halaman yang cukup luas.
Bang Jono dan anak-anak yang melihat betapa besarnya dan luasnya rumah itu hanya menganga.Mereka yang biasa tinggal disebuah kontrakan kecil begitu terpana melihat rumah yang akan mereka tempati.Tidak terbayangkan jika mereka melihat isi rumah tersebut mungkin mereka semakin dibuat terkejut.
Luna melangkah terlebih dahulu,dikeluarkanya kunci rumah tersebut.
ceklek
"ini rumah yang akan kalian tempati nanti,masuklah"ucap Luna mempersilahkan Bang Jono dan anak-anak masuk..
Dan benar saja ,Bang Jono dan anak-anak terkejut melihat isi rumah yang akan mereka tempati,ruang tamu saja ,sudah terlihat mewah apalagi ruangan lain.
Didalam rumah itu,terdapat fasilitas yang sangat memadai,ada ruang gym,ruang perpustakaan,ruamg khusus belajar yang kelak akan dipakai anak-anak saat guru privet mereka datang,dapur,ruang home theater.Dan jangan lupakan terdapat kolam renang dibelakang rumah itu.
Luna mengajak Bang Jono dan anak-anak berkeliling tak lupa,Luna juga menjelaskan setiap fungsi dari ruangan itu.
"lantai satu ,semua ruangkan berfungsi untuk kegiatan yang akan dilakukan nanti,hanya ada satu kamar utama dilantai satu nanti akan ditempati oleh bang Jono sedang kamar pelayan ada di bagian belakang.Dan anak-anak kamar merekq ada dilantai dua."
"apa ini tidak berlebihan untuk kami sekertaris Luna?"tanya Jono pada sekertaris Luna.
"semua ini atas permintaan nona Jeny,saya hanya mengikuti apa yang diinginkan nona muda saya"jawab Luna dengan nada tegas seperti biasanya.
"tidak bang Jono,kalian layak mendapatkannya,saya berharap kalian menyukainya"Jeny menyauti.
drt..drt..drt..
Jeny merasakan ponselnya bergetar didalam tasnya,diambilnya ponselnya itu.Jeny tersenyum samar saat melihat nama siapa yang muncul dalam layar ponselnya.
__ADS_1
"*halo Rai.."
"kau masih makan bersama anak-anak?"
"tidak ,aku sudah selesai makan.Apa pekerjaanmu sudah selesai hingga kau bisa menghubungiku?"
"ya baru saja selesai,lalu aku menghubungimu.bagaimana pertemuannya?"
"akan aku ceritakan nanti saat kita bertemu"
"kapan kita akan bertemu?"
"terserah padamu!"
"nanti malam,kita makan malam diluar?aku akan menjemputmu"
"jadwalmu kosong Ra,aku sudah bertanya pada sekertaris Luna "
"kapan kau menghubungi sekertaris Luna,Rai?"
"kau tidak perlu tau,bersiaplah untuk nanti malam,aku akan menjemputmu"
"hem..baiklah"
"aku tutup telfonnya,sampai jumpa nanti malam"
"hem..ya"
tut..
__ADS_1
"Tuan Raihan Adiguna nona?"tanya Sekertaris Luna langsung setelah ,Jeny mengakhiri sambungan telfonnya.
"hem,kapan Rai menghubungimu sekertaris Luna,?"tanya
"akan saya ,jelaskan nanti didalam mobil nona"jawab Luna singkat,ia sengaja tidak menjelaskan sekarang karena masih ada Bang Jono dan anak-anak.
"baiklah,aku tunggu penjelasanmu!"
Sekertaris Luna hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
"baiklah bang Jono dan anak-anak,ini adalah rumah yang akan kalian tempati nanti,mulai besok pelayan akan datang kesini untuk membersihakan rumah dan memasak untuk kalian.Dan nanti sopir akan mengantar kalian jika ada barang yang akan kalian ambil dari rumah kalian yang lama."terang Jeny.
"terima kasih nona"ucap Bang Jono.
Jeny hanya tersenyum dan mengangguk untuk menjawab ucapan terimakasih dari bang Jono.
"kalau begitu ,saya pamit dulu Bang Jono,nanti untuk kedepanya dan apa yang akan kalian lakukan di rumah singgah ini ,sekertaris Luna nanti yang akan menjelaskannya lebih lanjut."
"baik nona"
Jeny dan Luna pun melangkah keluar dari rumah singgah itu.
"terima kasih kakak Cantik,"ucap Kai dan teman-temannya saat Jeny hendak naik mobil.
"hem..belajarlah dengan giat ,kakak tunggu kalian kelak di Wijaya Grup"saut Jeny tersenyum lembut.
Mobil Jeny mulai meninggalkan pekaramg rumah singgah iti diiringi lambain tangan Kai dan teman-temannya.
bersambung....
__ADS_1