Terjerat Cinta Janda Ceo

Terjerat Cinta Janda Ceo
Mulai membahas rumah singgah


__ADS_3

Bang Jono pun memgulirkan pandanganya kearah yang ditunjuk oleh Kai.


"cantik"...gumam Jono tanpa sadar melihat kecantikan dari Seorang janda CEO yaitu Jeny Aurora Wijaya.


"selamat siang bang Jono"sapa Jeny lembut


"si..siang nona"balas Jono sopan setelah berhasil menguasai dirinya dari rasa kagum pada Jeny.


"bisa kita pergi makan siang bersama anak-anak sekarang?"pinta Jeny ramah.


"bisa nona..."saut bang Jono.


"sekertaris Luna sudah menyediakan mobil untuk kalian,maaf jika terpaksa memakai mobil yang berbeda"terang Jeny ramah,ia tidak bermaksud membedakan tapi kenyataannya saat ini mobil yg ia pakai tidak cukup untuk menamoung bang Jono dan anak-anak.


"tidak masalah nona"ucap bang Jono.


Bang Jono cukup memahami maksud dari Jeny.


Setelah menempuh perjalan beberapa saat,akhirnya rombongan Jeny dan Bang jono serta anak-anak jalanan itu sampai direstoran yang sebelumnya telah Jeny booking.


"selamat siang dan selamat datang nona.."sambut pelayan resto itu.

__ADS_1


"selamat diang sudah disiapkan?"balas dan tanya Jeny ramah.


"sudah nona mari ikuti saya"jawab pelayaan itu kemudian berjalan terlebih dulu menuntun langkah rombongam Jeny ketempat yamg sudah Jeny pesan sebelumnya.


Bang Jono dan anak-anak mengikuti kemanapun langkah Jeny,dan mereka sedikit bingung dengan situasi resto yang sepi karna pengunjungnya hanya mereka saja.


"bang kenapa restoran ini sepi sekali padahal tempatnya bagus,atau jangan-jangan makanannya tidak enak makanya sepi"gumam Kai yang masih bisa didengar oleh Jeny dan sekertaris Luna.


"sst..jangan bicara seperti itu ,itu tidak sopan"Bang Jono memperingati Kai.


"maaf bang"ucap lirih Kai.


"silahkan nona"ucap sang pelayan ketika mereka sudah sampai tempat yang dipesan sekertaris Luna,tepatnya dibagian halaman belakang resto ini yang terdapat ada pendopo.


"terima kasih.."saut Jeny ramah.


Merekapun segera duduk di kursi yang mengelilingi meja panjang itu.Setelah mereka duduk,beberapa pelayan menyerahkan buku menu ke setiap masing-masing orang.


"silahkan pilih menu yang kalian inginkan"tutur Jeny.


"pesanlaha makanan apapun yang kalian suka"tutur Jeny lagi.

__ADS_1


"terima kasih nona"saut Bang jono.


Setelah mereka semua memesan makanan yang diinginkan dan sudah dicacat oleh pelayan.Pelayan pun pergi.


"maaf nona kenapa anda ingin bertemu saya?"tanya bang Jono membuka pembicaraan.


"maaf sebelumnya jika keinginan saya bertemu anda menganggu waktu anda Bang.Sebelumnya perkenalkan nama saya adalah Jeny dan wanita yang disamping saya ini adalah sekertaris Luna.Tujuan saya mengajak bang Jono bertemu adalah untuk membahas tentang Kai dan teman-temannya"tutur Jeny panjang lebar.


"apa Kai dan teman-temannya membuat masalah dengan anda nona,kalau iya .saya mohon apapun masalahnya dengan anda ,saya mohon anda tidak mempersulit mereka bahkan melaporkan mereka kepada pihak yang berwajib.Kami hanya orang kecil nona,jadi saya mohon anda tidak mempersulit kami"saut Bang Jono yang salah faham akan maksud Jeny.


Bang Jono berpikir mungkin Kai dan teman-teman nya telah berbuat kesalahaan pada Jeny dan akan menuntut mereka.


Jeny hanya tersenyum mendengar nada bicara Bang Jono yang penuh kekhawatiran,Jeny paham saat ini Bang Jono telah salah paham.


"Rumah singgah,saya ingin membuat rumah singgah untuk Kai dan teman-temanya"ucap Jeny tenang tapi penuh penegasan.


Hening..


"APA"


bersambung.."

__ADS_1


__ADS_2