
Senja tengah menyapa penduduk bumi,menandakan bahwa bulan akan bersiap mengantikan matahari.Dimansion mewah seoarang wanita tengah menatap senja dari balkon kamarnya.
"Tuhan bolehkah aku sedikit berharap padanya"gumam pelan Seorang Keny Aurora Wijaya seorang Janda Ceo.
Lain halnya dengan Jeny yang tengah memandang senja di balkon kamarnya,sedang Raihan baru saja menginjakan kakinya di mansion mewah miliknya.
"baru pulang Han?"tanya Marlina ibu dari Raihan Adiguna,wanita yang sangat disayangi oleh seorang Raihan Adiguna.
"iya ma"Raihan melangkah kearah wanita yang telah melahirkannya,dikecupnya kenimg sang ibu dengan sayang.
"tumben pulang jam segini?"tanya Marlina heran ,karna biasanya Raihan akan pulang pada jam makan malam,meski setelah makan malam kadamg Raihan pergi lagi jika masih ada urusan.
Sesibuk apapun Seorang Raihan Adiguna sebisa mungkin dirinya selalu menyempatkan diri untuk menemani mamanya sarapan dan makan malam,sedang makan siang karna jadwalnya yang pada ia lebih sering makan diluar.
"nanti malam aku ada janji,makanya pulang cepat."jawab Raihan.
"janji dengan siapa?"tanya Marlina lagi.
"dengan seorang teman ma."jawab Raihan sedikit gugup.
"teman?siapa?"desak Marlina lagi.
"em,seseorang ma,nanti akan aku ceritakan,sekarang Han ke kamar dulu mau bersih-bersih badan Han bau acem."ucap Raihan mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
maaf Ma,belum saatnya Han cerita,karna saat ini aku juga belum.yakin akan perasaannya padaku bathin Raihan.
Marlina memandang punggung lebar putranya yang mulai menjauh dengan tatapan sendu.
semoga saja mama belum terlambat Han bathin Marlina.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tak terasa waktu bulan sudah mengantikan matahari menyinari gelapnya malam.Seorang pria tampan dengan gaya casualnya sedang bercermin dikamar pribadinya.
"semoga saja kau mau menerima ungkapan hatiku Rara sayang"gumam Raihan penuh harap.
Kaki jenjangnya melangkah melewati setiap anak tangga yamg membawanya turun.
"seperti kataku tadi sore ma,aku ada janji dengan seseorang,em.. makan malam ini mama ditemani bi sari ya"jawab Raihan.
Marlina sejenak diam mendengar penuturan putra semata wayangnya.
"baiklah,hati-hati dijalan"Akhirnya Marlina mengijinkan.
Raihan mengecup kening mamanya ,kemudian pamit untuk pergi.
Raihan melangkah kearah garasi dimana mobilnya terparkir dengan pelan tapi pasti RAIHAN menjalankan mobilnya untuk menjemput sang pujaan hati.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan beberapa waktu ,akhirnya Raihan sampai di Mansion kelurga Wijaya.
Saat melewati pos keamanan Raihan dapat melintasi dengan mudah karena Luna sudah memberi tau pada penjaga.
"selamat malam tuan,silahkan masuk"pelayan menyambut kedatangan Raihan.
Raihan hanya menundukkan kepalanya sebagai jawaban.Saat masuk keruang tau mansion Wijaya,pemandangan yang pertama Raihan lihat adalah foto keluarga Jeny.Difoto itu ada kedua orang tua Jeny yaitu tuan Wijaya dan nyonya Santika,Ryan saat remaja serta Jeny yang masig kecil.
Saat melihat foto nyonya Santika,Raihan merasa wajah nyoya besar Wijaya itu tidak asing paginya.Raihan berusaha mengingatnya tapi saat ini,Raihan belum mampu mengingatnya.
wajah nyonya difoto itu seperti tidak asing bagiku,tapi dimana ya aku bertemu beliau bathin Raihan.
Karna dulu Raihan kecil memang sering bertemu nyonya Santika dipanti asuhan Muara Bunda.Lamunan Raihan buyar ,saat suara tegas menegurnya.
"anda sudah datang Tuan Raihan"sapa Luna.
"selamat malam sekertaris Luna"balas Raihan diiringin dengan sedikit menundukan kepalanya sebagai tanda hormat.
"akan saya,panggilkan nona muda"ucap Luna.
"aku sudah disini kak Lun"saut Jeny.
Meski hanya mengunakan dres sederhan bermotif bunga sakura yang panjangnya sampai lutut,tapi Jeny nampak cantik dan begitu elegan dimata Raihan.
__ADS_1
bersambung....