
Disebuah resto x ,tepatnya diruang VVIP resto tersebut seorang wanita cantik nan elegan tengah membahas bisnis dengan koleganya.Meski masih muda tapi kemampuannya mengenai dunia bisnis tak diragukan lagi.
"bagaimana nona Jeny,apa anda setuju dengan penawaran yang kami ajaukan"tanya salah satu wakil dari DN grup.
"em..ya selanjut lebih detail lagi tentang perencanaanya sekertaris saya Luna yang akan menjelaskannya."jawan Jeny ramah.
"baik,,terima kasih nona.Nanti saat penandatanganan MOU kerja sama kita CEO kami sendiri yang datang"ucap perwakilan DN grup.
"baik,penandatangan MOU di perusahan Wijaya grup."saut Luna.
"karna rasa sudah cukup kami undur diri nona,sekertaris Luna"pamit perwakilan DN grup.
"huf..."Jeny membuang nafas lelahnya.
"setelah ini apalagi jadwalku kak?"
"tidak ada jadwal lagi nona,kita bisa kembali ke kantor"
"baiklah,ayo kita kembali"Jeny beranjak dari posisi duduknya.
"mari nona"Luna dengan sigap membukakan pintu untuk sang nona muda.
"nanti sore kosongkan jadwalku kak,aku ingin menjemput mereka dibandara!"titah Jeny.
"anda yakin nona?"tanya Luna ragu-ragu.
"ya,bagaimanapun dia masih suamiku"jawab Jeny tenang.
"baik nona,saya akan menyiapkan untuk menjemput mereka."
"hem..jangan terlalu berlebihan kak Lun,dan jangan lakukan apapun nanti saat bertemu mereka!"perintah Jeny pada Luna.Karna Jeny tau saat ini sang sekertaris tengah memendam amarah pada suaminya,ia takut sekertarisnya ini akan lepas kendali.Jeny tau sebesar apa rasa sayang Luna padanya karna ia bisa merasakaannya.
__ADS_1
Meski Luna seorang wanita tapi ia ahli dalam beladiri.
"baik nona saya akan mengingatnya"
Aku hanya ingin memastikan sesuatu kak,agar aku bisa menentukan langkah apa yang akan aku ambil selanjutnya.aku ingin tau rasanya padaku masih sama atau sudah berubah bathin Jeny.
Tak terasa waktu sudah sore,saat ini Jeny dan Luna tengah dibandara untuk menjemput sang suami yaitu Rendy Hutomo.
Seperti biasa dimanapun Jeny berada pasti akan menjadi pusat perhatian disamping wajahnya yang cantik,sikap ramahnya dan elegan,Ditambah pengawal yang selalu berada disekitarnya semakin membuat dia jadi pusat perhatian.
"apakah pesawatnya delay kak Lun?"
"tidak nona seharusnya mereka sudah landing"
"begitu ya,baiklah aku akan menunggu"
Dari arah pintu keadatangan,datang orang yang ditunggu oleh Jeny.Dari jarak yang lumayan jauh Jeny dapat melihat sepasang pria dan wanita tengah berjalan mesra,sang wanita dengan manjanya mengapit lengan sang pria.
"mas,kok suasana bandara sedikit berbeda ya,kamu ngerasain ga sich,seperti sedikit lengang seperti disiapkan untuk menyambut tamu penting"ucap Linda disertai memperhatikan sekitar.
Mendengarkan perkataan Linda,Rendy baru memperhatikan sekitarnya.Pandanganya menyapu lingkungan sekitar sampai kedua matanya bertemu dengan mata indah yang menatapnya penuh arti.
Menyadari bahwa Jeny istrinya menatapnya,Rendy segera menepis tangan Linda yang bergelayut manja dilengan kokohnya.
"mas,apa-apaan sich"merasa kesal karna tangannya ditepis oleh Rendy.Dan belum menyadari kehadiran Jeny.
Rendy berjalan cepat menuju istrinya,tanpa mendengar ocehan Linda.
"sayang kau menjemputku,kenapa tidak bilang?"cecar Rendy setelah berada didekat Jeny.
Jeny hanya tersenyum mendengar pertanyaan samg suami,diraihnya tangan sang suami diciumnya dengan takzim tangan sang suami sebagai tanda hormatnya dia sebagai istri.
__ADS_1
hup..
Dipeluknya tubuh tegap sang suami,dipejamkanya mata kedua mata indahnya mecoba meresapi dan dihirupnya dalam-dalam aroma tubuh sang suami.
Ternyata aroma tubuhmu sudah tak lagi sama mas bathin Jeny.
"iya,aku ingin memberi kejutan pada mas!"ujar Jeny yang masih memeluk tubuh suaminya.
"oh..apa kau tidak sibuk?"tanya Rendy lagi.
Jeny mendongakan kepalanya menghadap suaminya.Rendy tanpa segan mencium kening istrinya.
"em,mas pasti lelah setelah perjalanan jauh ayo kita pulang!"Jeny tak menghiraukan pertanyaan Rendy.
Sedang dibelangkang Rendy ,Linda mengepalkan kedua tanganya melihat interaksi antara Rendy dan istrinya.
"tapi mas harus mengatar Linda pulang dulu,dia belum ada jemputan."tolak Rendy.
Linda tersenyum senang mendengar perkataan Rendy,ia merasa bahwa Rendy memikirkan keberadaannya.
"wah beruntung sekali sekertarismu mas,atasanya begitu peduli padanya."ucap Jeny yang masih dalam pelukan Rendy.
"jangan salah paham sayang,aku hanya tidak ingin dicap bos kejam,karna tidak memeperdulikan bawahanku,dia juga sedang tidak enak badan jadi..."
"biarkan sekertarisku Luna yang mengatarkannya."Jeny memotong perkataan Rendy.
Rendy terdiam sesaat,akhirnya ia mengiyakan keiinginan sang istri agar tidak curiga.
*Sepertinya bukan hanya aromamu yang tak lagi sama mas bathin Jeny.
bersambung*...
__ADS_1