Terjerat Cinta Janda Ceo

Terjerat Cinta Janda Ceo
Panggilan baru lagi


__ADS_3

Bang Jono bekerja serabutan kak,kalau pagi dia jadi tukang parkir dipasar,sekalian jadi kuli juga kalau sore bang Jono juga kerja dirumah makan. dan masih banyak lagi,kadang kami merasa kasihan,dia rela kerja keras untuk kami,Padahal kami bukanlah siapa-siapa bang Jono.Kami hanyalah anak-anak yang ditemukan oleh bang Jono tanpa tau latar belakang kami!"jelas Kai sendu.


"begitu.."ucap Jeny dengan sendu ,Jeny tidak menyangka masih ada orang diluar sana yang berhati mulia seperti Bang Jono,yang rela berjuang untuk orang yang bahkan tidak punya hubungan darah dengan dirinya.


Tak selang beberapa waktu makanan yang mereka pesan datang.


"silahkan tuan nona"pelayan menaruh demua pesanan mereka diatas meja.


"terimakasih"ucap Jeny dan Raihan bersamaan.


Mereka menikmati makan siang dengan hikmat,Jeny sesekali memandang Kai dan teman-temanya yang nampak lahap menghabiskan makan siang mereka.Ternyata kebahagian anak-anak ini begitu sederhana,bisa makan saja sudah mampu membuat mereka tersenyum dan bersyukur.


Setelah menghabiskan makan siang mereka.Raihan segera membayar tagihannya,tadinya Jeny menolak dia ingin dirinya saja yang membayar karna dirinya lah yang mengajak anak-anak ini makan.


Tapi Raihan tak mengijikan dengan alasan ia juga ingin ikut mendapat pahala kebaikan.Jeny hanya pasra mendengar jawaban Raihan.


Setelah selesai membayar mereka pun segera meninggalkan resto itu.Didalam mobil terjadi obrolan ringan diantara mereka.


"setelah ini kakak harus mengatar kalain kemana,tempat tadi atau kemana?"tanya Raihan.


"ketempat tadi saja kak"jawab Kai.

__ADS_1


"em Kai,An,bolehkan kapan-kapan kakak beteyemu dengan bang Jono?"tanya Jeny hati-hati.Tiba-tiba otak cantik Jeny punya ide untuk membuat rumah singgah untuk anak-anak jalanan itu yaitu Kai dan teman-temannya.Maka dari itu Jeny ingin membahas niatan itu pada bang Jono selaku yang mengasuh Kai dan teman-temannya.


"tentu saja boleh kak,nanti aku akan bilang kepada bang Jono bahwa kakak ingin bertemu"ucap Kai antusias.


"baiklah beritau kakak jika bang Jono bisa bertemu dengan kakak ya"ucap Jeny.


"bagaimana cara kami memberitau kakak"tanya Kai .


"ah..iya..bagaimana ini?"jawab Jeny yang juga bingung.


"bagaimana kalau besok siang kita makan siamg bareng lagi ,kakak akan menjemput kalian ditempat tadi"ucap Raihan memberi solusi.


"baikah kak"balas Kai dan An bersamaan.An menyenggol tangan Kai,mengisyaratkan untuk Kai bertanya tentang nama Jeny,karna memang mereka belum tau.


"maaf kak,boleh kami bertanya?"tanya Kai hati-hati.


"tentu..katakan apa yang ingin kalian tanyakan?"jawab Jeny.


"nama kakak siapa?"tanya An pelan.


hening.

__ADS_1


Jeny masih terbengong mendengar pertanyaan An dan Kai.


jadi mereka belum tau namaku.ah..iya waktu itu aku hanya bertanya nama mereka tanpa mengenalkan diriku sendiri bathin Jeny.


"jadi kalian belum tau nama kakak?"tanya Jeny lembut.


Kai dan An hanya mengangguk sebagai jawaban.


"perkenalkan nama kakak adalah Jeny,dan teman kakak ini namanya kak Raihan."Jeny memperkenalkan dirinya dan juga Raihan.


"kak Jeny dan kak Raihan"ulang Kai.


"iya"saut Jeny.


"boleh kami memanggil Kak Jeje dan Kak Rai saja?"tanya Kai pelan.


"tentu sesuka kalian saja."jawab Jeny lembut tak lupa seutas senyum tulus ia berikan pada Kai dan An,anak-anak jalanan yang menarik perhatiannya.


*lagi-lagi aku punya panggilan baru,Rai yang memberiku panggilan Rara sekarang anak-anak ini ingin memanggilku Jeje,tak apa aku suka dua panggilan baru ini bathin Jeny terus tersenyum.


bersambung*...

__ADS_1


__ADS_2