
Sang surya tengah menyapa seluruh penduduk bumi,dikamar yang didominasi warna grey seorang pria dewasa tengah mematyt dirinya didepan cermin.
"perfect"gumam Raihan Adiguna.
Kaki kokohnya ia ayunkan untuk keluar kamar,dengan bersiul Raihan memurun tangga dengan wajah yang berbinar bahagia.
"selamat pahi tuan"sapa pelayan yang berpas-pasan dengan Raihan.
"pagi,apa mama sudah bangun?"
"sudah tuan,beliau sedang berjemur di taman ditemani bi Sari."
"baiklah,tetima kasih"
Raihan segera membawa langkahnya menuju taman untuk menemui sang ibu.
"ma.."
"hem,anak mama sudah ganteng pagi-pagi begini!mau kemana sayang?"
Raihan hanya tersenyum mendengar pujian wanita yang melahirkannya itu.
"Han,mau pergi ke mansion Jeny,pagi ini Han ingin sarapan bareng Jeny boleh Ma?"
"boleh,salam untuk calon mantu Mama dan jangan lupa untuk nanti malam!"
"ok,pasti itu,Han tidak akan lupa.Pamit ya Ma"ucap Raihan kemudian diiringi mencium kening sang ibu.
Marlina hanya mengulas senyum melihat kepergian putra semata wayangnya yang melangkah dengan bahagia menuju ke tempat dimana hatinya berlabuh.
"siapkan semuanya untuk nanti malam bi!"titah sang nyonya besar.
"baik nyonya"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"pagi Kak Luna"
"pagi princes"Luna tersenyum membalas sapaan sang nona muda Wijaya.
Jeny memperhatikan meja makan yang ia rasa nampak berbeda,Jeny melihat ada tambahan satu piring lagi di meja makan,ditambah menu yang disajikan sedikit banyak dibanding biasanya,seperti akan ada tamu.
"Kak Luna mengundang seseorang untuk sarapan bersama kita pagi ini?"tanya Jeny.
"tidak..!"
"lalu..kena..?"
"selamat pagi semua!"sebuah suara barito menyapa mereka.
"Rai.."ucap Jeny kaget melihat Raihan yang pagi-pagi sudah berada dimansionnya.
"pagi sweety.."sapa Raihan dengan senyum yang merekah.
"untuk apa lagi jika bukan untuk sarapan bersamamu sweety"
"saya tidak mengundang beliau nona ,tapi lebih tepatnya Tuan Raihan yang memaksa untuk ikut sarapan bersama anda!"terang Luna yang melihat tatapan sang nona muda yang tertuju pada dirinya.
"saya tidak memaksa sekertaris Luna,saya hanya mengatakan pada anda bahwa pagi ini saya akan sarapan bersama nona Jeny Aurora Wijaya.,itu saja"saut Raihan diiringin dengan senyum mengoda pada Jeny.
"terserah anda Tuan!"
"Ada apa Rai,kenapa pagi-pagi sudah kemari?"Jeny mengulang pertanyaan nya.
"ijinakan aku untuk duduk sweety,aku sudah sangat lapar"ucap Jeny dengan wajah memelas yang dibuat-buat.
"oh..silahkan duduk dan ayo kita mulai sarapanya!"
__ADS_1
Mereka bertiga pun memulai makan pagi mereka dengan hikmad.Tidak ada obrolon saat mereka makan,sampai Raihan yang sudah selesai sarapan terlebih dahulu yang membuka pembicaraan.
"sekertaris Luna.."
"Ya Tuan Raihan!"
"Pagi ini ijinkan Jeny berangkat ke kantor bersamaku?"ijin Raihan pada sekertaris Luna.
"baik tuan,silahkan,dengan catatan ada menjamin keselamatan nona muda!"
"tentu,aku akan menjaga dengan sepenuh jiwa raga ku"saut Raihan dengan yakin.
"kalian tidak bertanya padaku?"ucap Jeny tiba-tiba.
"soal apa sweety?" tanya Raihan bingung.
"ah..sudah lah,lupakan!aku sudah selesai sarapan,ayo berangkat"jawab Jeny dengan nada sedikit kesal.
"sweety.."panggil Raihan.
Sekertaris Luna yang paham akan nona mudanya,hanya menghela nafas pelan.
"nona muda sedang pms tuan,jadi bersabarlah"ucap sekertaris Luna.
"wah anda sangat luar biasa sekertaris Luna,hal sensitif tentang Jeny anda sangat tau."saut Raihan
"itu sangat wajar,karna saya bersamanya bukan hanya satu atau dua bulan,tapi lebih dari itu.Cepat susul nona muda sebelum merajuknya semakin parah"
"siap,saya pamit sekertaris Luna"
Raihan segera berdiri meninggalkan ruamg makan dan menyusul sang pujaan hati.
Sekertaris Luna tersenyum melihat Faihan berlari menyusul sang nona muda
__ADS_1
akhirnya aku melihat mu merajuk lagi ketika princes
Bersambung