
Didalam mobil mewah seorang wanita paruhbaya tengah menghubungi seseorang.
"halo.."
"..."
"cari tau tentang kehidupan rumah tangga Jeny Aurora Wijaya dan Rendy Hutomo"
"..."
"aku ingin informasi secepatnya dan jangan ada yang terlewat sedikitpun,aku ingin informasi sedetail-detailnya"
"..."
"usahakan secepatnya kau mendapat informasi itu"
".."
"baiklah aku tutup,aku tunggu laporanmu"
Marlina menghela nafasnya dengan berat.
"anda baik-baik saja nyonya?"tanya bi sari sang pelayan yang selalu setia berada disamping nyonya besar Adiguna itu.
"ya bi,aku hanya berharap semua gosip itu memang salah bi"jawab Marlina.
"iya nyonya saya juga berharap begitu,jika melihat nona muda Jeny secara langsung saya sangat yakin bahwa gosip itu tidak benar."
"aku juga berhapat begitu bi,makanya aku ingin segera mengetahui fakta itu secepatnya,agar aku tau langkah apa yangbharus aku ambil selanjutnya.Jika gosip itu tidak benar aku tal s3gan lagi untuk melanjutkan perjodohan yang aku sepakati dengan Santika waktu itu."
"tapi maaf nyinya apakah tuan Raihan akan setuju jika anda melanjutkan perjodohan itu?bukan kah tuan Raihan sudah memiliki wanita yang disukainya?"
__ADS_1
"heem..aku yakin Raihan akan setuju jika itu adalah perintahku.Putraku pasti akan selalu menuruti permintaan ku.Lagipula waktu itu Raihan baru bilang jika dia menyukai itu,tapi mereka belum menjalin hubungan apapun"tutur Marlina yakin.
.
.
.
.
Ditempat lain
"aku belum bertemu denganya ,aku masih menunggu dia datang Rai"
"kamu masih dipinggir jalan tempat anak-anak itu berada?"
"iya,saat ini aku masih dipinggir jalan menunggu."
"tidak Rai,tidak sopan jika aku menunggu dimobil sedang anak-anak diluar"
"tapi nanti kau akan lelah Ra,diluar panas, ini jam 12 lebih,matahari sedang terik-teriknya"suara disebrang sana yang tampak khawatir.
"aku akan baik-baik saja,lagi pula ini mungkin hanya sebentar"
"kabari aku lagi jika kau sudah bertemu dengan bang jono"
"iya,aku akan ceritakan nanti pertemuanku dengan bang jono"
"aku kerja dulu,hati-hati disana,telfon aku jika terjadi sesuatu"
"iya,selamat bekerja Rai"
__ADS_1
"hem,jaga dirimu Ra,"
"iya.."
tut..
"huft .. jangan memberiku harapan yang mungkin bisa membuatku jatuh Rai"gumam Jeny dengan menatap layar ponselnya yang telah mati setelah perbincangan lewat telfon dengan Raihan terputus.
Jeny bukanlah wanita bodoh dan polos,ia tau dan sadar bahwa Raihan menaruh ketertarikan pada dirinya.Tapi Jeny juga tidak mau terlalu percaya diri.
Saat ini dirinya masih harus berhati-hati menghadapi seorang mahluk yang bernama laki-laki.Hatinya belum sembuh total dari luka yang diberikan oleh mantan suaminya.
Laki-laki yang ia cintai drngan segenap hatinya tapi tega mengkhianati dirinya dan menghancurkan hatinya sampai berkeping-keping dan tak berbentuk lagi.
Ia bukanya trauma untuk membina hubungan percintaan lagi dengan seorang laki-laki tapi Jeny hanya ingin lebih berhati-hati lagi dan jelas ia ingin luka dihatinya harus sembuh dulu sebelum dirinya menerima hati dan cinta yang baru.
Yang belum Jeny pahami saat ini adalah,untuk menyebuhkan luka hati butuh hati baru untuk menyebuhkan luka itu.
"bang Jono"seruan kencang Kai pada seorang laki-laki tinggi dengan warna kulit sedikit gelam karena sering terkena teriknya sinar matahari langsung.Penampilannya tambah rapi.
"hai..Kai,"sapa bang Jono sambil mengusap kepala Kai dan teman-temanya dengan sayang.Tampak jelas bahwa ia begitu menyanyangi anak-anak itu.
"itu kakak cantik yang minta bertemu dengan abang"tutur Kai sambil menunjuk Jeny.
Bang Jono pun memgulirkan pandanganya kearah yang ditunjuk oleh Kai.
"cantik"...
bersambung
maafkan author yang telah lama vakum ya..
__ADS_1