Terjerat Cinta Janda Ceo

Terjerat Cinta Janda Ceo
keinginan Marlina


__ADS_3

"bagaimana?"


"ini nyonya hasil laporan penyelidikan saya tentang kasus perceraian nona Jeny Aurora Wijaya dengan Rendy Hutomo"seorang pria kepercayaan nyonya Marlina mengasongkan sebuah map kehadapan nyonya Marlina.


Marlina segera mengambil map itu.


"jelaskan "titah nyonya Marlina.


"kasus perceraian nona Jeny dimanipulasi oleh mantan suaminya , Rendy Hutomo mengajukan gugatan perceraian dengan alasan bahwa nona Jeny mempunyai pria idaman lain atau dengan kata lain nona Jeny berselingkuh,"pria itu menjeda ucapannya.


"tapi yang sebenarnya adalah bahwa ternyata yang berselingkuh adalah Rendy Hutomo sendiri,dia bermain api dengan sekertarisnya sendiri."pria itu melanjutkan penjelasannya.


"hem ,kau yakin dengan hasil penyelidikanmu?"tanya nyinya Marlina memastikan.


"sangat yakin nyonya,di map itu sudah ada semua bukti bahwa Rendy Hutomo lah yang berselingkuh,disitu juga ada bukti palsu yang dijadikan Rendy Hutomo saat sidang perceraiannya dengan nona Jeny"jawab pria itu.


"baik,terima kasih atas kerja kerasnya,bonusmu akan segera masuk"ucap Marlina


"terimakasih nyonya,kalau begitu saya undur diri"pamit pria itu kemudian berdiri dan sedikit menundukkan kepala.


Setelah orang suruhannya pergi,nyonya Marlina membaca berkas yang diberikan tadi.Meski tadi sudah dijelaskan tapi nyonya Marlina ingin lebih memastikan lagi.


"sekarang aku yakin untuk melanjutkan rencanaku"guman Marlina.

__ADS_1


"Rencana apa ma?"ucap Raihan tiba-tiba.


"Astaga,kamu buat mama kaget Han!"saut Marlina sambil memegang dadanya.


"maaf ma,mama baik-baik saja?"ucap Raihan panik.


Marlina hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Ma"


"Han"


Marlina dan Raihan berucap bersamaan.


"Mama duluan saja!"


"Han,Mama ingin melanjutkan perjodohan yang Mama buat dengan sahabat Mama sewaktu kamu kecil!"ucap Marlina tenang.


deg..deg..deg


Jantung Raihan seakan bergetar hebat mendengar perkataan ibunya.


"a..pa..mak..sud.. ma..ma?"tanya Raihan dengan suara terbata-bata.

__ADS_1


Marlina menghela nafas sejenak.


"dulu mama pernah membuat janji dengan sahabat mama,bahwa jika anak yang sahabat mama kandung adalah perempuan maka mama ingin menjadikanya menantu mama.Dan sekarang mama baru tau kalau anak sahabat mama itu perempuan.Jadi mama berniat melanjutkan perjodohan itu sekarang!"jelas Marlina.


Raihan hanya terdiam mendengar penjelasan ibunya,dirinya mengalami kebimbangan yang luar biasa.Baru saja dirinya berniat mengutarankan niatnya untuk menikahi wanita yang dicintainya pada ibunya tapi ibunya malah meminta dirinya untuk ikut dalam perjodohan.


"Ma,bolehkah aku menolak perjodohan ini?"ucap Raihan hati-hati,bahkan suaranya sangat rendah saat mengatakan itu,bahkan Raihan tidak berani menatap wajah ibunya,dia takut penolakan dirinya akan perjodohan itu melukai wanita yang telah melahirkan dirinya itu.


"kenapa kamu menolak perjodohan ini?bukankah kamu belum punya kekasih Han?kenapa kamu menolak"tanya Marlina lembut.


"Han..sudah melamar wanita yang Han ceritakan pada bunda waktu itu hari ini?"jawab Raihan pelan,kali ini Raihan memberanikan diri untuk menatap wajah ibunya.


Ada guratan keterkejutan dan kekecewaan dari wajah sang ibu saat dirinya mengatakan bahwa dirinya sudah melamar Jeny tanpa memberi tau ibunya terlebih dahulu.


"Apa!kau melamar wanita itu tanpa memberi tau mama terlebih dahulu Han?apa kau sudah menganggap ibumu ini sudah mati hingga hal sepenting itu tidak kau beri tau dulu."ucap Marlina kecewa.


"maaf kan Han Ma,aku terlalu takut kehilangan Jeny waktu itu,makanya aku langsung melamarnya tanpa memberi tau Mama terlebih dahulu,Han bar..."


"siapa tadi nama wanita yang kamu lamar Han?"potong Marlina cepat.


"Jeny"ucap Raihan bingung


"siapa nama lengkapnya"tanya Marlina cepat.

__ADS_1


"Jeny Aurora Wijaya"


"astaga,"


__ADS_2