
"dek,,bangun..ayo princesnya kakak buka mata indah mu"dengan gerakan tangan mengusap kepala Jeny.
Merasa ada yang mengusik tidurnya Jeny pun perlahan membuka kedua mata indahnya.Dan pemandangan yang ia lihat ialah sang kakak yang tengah tersenyum lembut padanya.
"kakak..."gumam Jeny.
"hem..ayo bangun ini sudah siang"kata sang kakak.
hup...
Jeny langsung memeluk erat sang kakak yang sangat ia rindukan.
"hua..hua.. hua..kakak,aku merindukan mu hua..hua.."tangis Jeny pecah dan keras bak anak kecil yang kehilangan mainannya.
"kakak juga sangat merindukan adik kecil kakak yang manja ini"Ryan sang kakak tak kalah erat membalas pelukan Jeny sang adik.
"dia jahat kak hiks..hiks..di..a..hiks..hikss..menghianatiku kak,.."Jeny langsung mengadu pada kakak.
"maaf..maaf..maafkan kakak,dek"Ryan semakin mempererat pelukannya pada sang adik tersayang.
Jeny yang mendengar kata maaf dari kakaknya hanya mengelengkan kepalanya pelan seolah berkata ini bukan salah kakak.
"hiks..hiks..hikss"Jeny terus menangis dalam dekapan Ryan kakaknya.
"maaf..membiarkanmu melewati ini sendirian"Ucap Ryan.
__ADS_1
Lagi-lagi Jeny mengelengkan kepalanya mendengar perkataan Ryan kakaknya.Diurainya pelukannya pada tubuh kakaknya,Jeny mendongakan kepala untuk menatap wajah kakaknya yang sangat ia rindukan.
Ryan dapat melihat bahwa adiknya terluka dari pancaran kedua buah mata indahnya yang memancarkan kesedihan.
Ditangkupnya wajah Jeny adiknya dengan kedua tanganya yang kokok.Ditatapnya dalam-dalam kedua bola mata kakaknya.
"dengarkan kakak baik-baik dek,kamu adalah wanita yang kuat,kakak yakin kamu bisa melewati ini semua,jika memang dia sudah tak layak berdiri disampingmu maka tinggalkan dia,kamu harus bahagia.Maafkan kakak karena membiarkanmu melewati ini sendirian,maafkan kakak yang salah menyerahkanmu padanya.maaf kan kakak yang tidak bisa menghajarnya saat ini sesuai keinginanmu.Ingat didalam dirimu mengalir darah Wijaya,jadi kamu harus kuat,kamu mengerti"ucap Ryan
Jeny hanya menganggukan kepalanya.
Ryan beranjak dari sisi ranjang yang Jeny tiduri.
"kakak mau kemana,jangan pergi!"cegah Jeny dengan kedua tanganya memegang salah satu tangan Ryan.
"kakak tidak pernah pergi dari mu,kakak selalu bersamamu disini."dengan menunjuk dada Jeny.
"ingat pesan kakak,kau adalah wanita kuat,kamu pasti mampu melewati ini dengan mudah!"
cup
Ryan mendaratkan sebuah kecupan sayang didkening Jeny,Jeny pun menutup matanya merasakan kasih sayang yang besar dari kakaknya.
Tapi saat Jeny membuka mata,sosok kakak yang baru saja memeluknya sudah menghilang.
"kak..kakak..kak Ryan,kakak dimana?jangan tinggalkan aku sendirian"panggil Jeny.
__ADS_1
"kak..kakak.."teriak Jeny.
"nona..nona..nona...bangunlah"Luna mencoba membangun sang nona muda.
Jeny membuka matanya dengan nafas yang memburu
"nona anda baik-baik saja?"tanya Luna cemas.
Ya Luna menyusul kerumah sakit saat memdapat kabar dari bawahannya yang bertugas mengawal sang nona muda dalam diam bahwa Jeny sang nona muda tengah pergi kerumah sakit malam-malam.
"kak Lun...dimanan Kak Ryan?"dengan wajah pias.
"Tuan Ryan?maksud nona?"Luna bingung mendengar pertanyaann Jeny.Pasalnya nonanya ini tau bahwa sang kakak yaitu Ryan masih terbaring koma.
"iya,,dimana kakak ku,dia tadi datang memelukku kak Lun?"ucap Jeny lagi.
Akhirnya Luna paham bahwa nonanya ini begitu merindukan kakaknya sampai bermimpi bersama sang kakak yaiti Ryan.
lihat mas,adikmu begitu merindukanmu,kenapa kamu belum bangun juga bathin Luna ikut nelangsa
"Nona anda bermimpi tuan Ryan masih terbaring koma dirumah sakit ini"jelas Luna dengan suara sendu.
"mimpi..itu hanya mimpi.."
bersambung...
__ADS_1