Terjerat Cinta Janda Ceo

Terjerat Cinta Janda Ceo
Kenapa???


__ADS_3

"Nona..apa anda yakin akan bekerja saat ini"


"hem"


"saya akan mengosongkan jadwal anda,jika anda masih ingin disini dulu"Luna menarwakan lagi.


"tidak usah kak,aku akan tetap ke Wijaya grup,ayo aku ingin berpamitan dulu dengan kak Ryan."


"baik nona"


Diruang VVIP rumah sakit.


"kak,aku pergi dulu"Jeny menjeda ucapannya.


"aku akan mengingat pesanmu semalam kak,meski itu cuma mimpi tapi aku yakin itu adalah nyata.aku tau kau takkan pernah membiarkanku sendirian dan terluka.Jadi kumohon cepatlah bangun"dengan kedua tangan Jeny mengengam tangan Ryan dan bulir air mata yang membasahi pipinya.


Jeny segera menghapus air mata yajg meleleh dipipinya.


Sekarang aku tau langkah mana yang akan aku ambil.Ini mudah bagiku kan kak,aku pasti bisa kan kak?seperti katamu ,darah Wijaya mengalir dalam diriku,masalah ini tidak akan mengoyahkanku apalagi membuatku jatuh bathin Jeny tegar.


"ayo kita pergi"Jeny beranjak dari sisi bad tempat Ryan terbaring.


Tanpa Jeny dan Luna sadari keluar airmata dari kedua mata Ryan.

__ADS_1


Aku pergi,akan aku pastikan Jeny princes kita tetap berdiri tegak bathin Luna sekilas melihat Ryan kekasihnya yang masih betah menutup matanya.


Luna mengikuti langkah Jeny yang keluar dari ruang rawat inap Ryan.


WIJAYA GRUP


Dua orang wanita cantik beda usia tengah memasuki loby Perusahan Wijaya grup,mereka disambut penuh hormat,Luna sang sekertaris yang dikenal dengan kedisiplinan dan ketegasannya dan sang Jeny sang CEO muda yang cantik ,cerdas,ramah tapi tegas dan berwibawa disambut penuh hormat.


Dengan langkah yang elegan Luna dan Jeny memasuki lift khusus untuk langsung ke ruang CEO.


"hari ini jadwalku?"


"rapat dengan para direksi tentang performa setiap divisi dan pengembangan Wijaya grup,setelah itu,tidak ada agenda keluar nona,hanya pemeriksaan berkas-berkas yang perlu tanda tangan anda."Luna menjelaskan meski mereka masih didalam Lift.


"benar nona,dijam itu jadwal anda kosong!"


"hem,,baiklah buat janji dengan CEO Hutomo grup"titah Jeny.


apa yang akan ingin kau lakukan jen bathin Luna.


"maaf nona,apa yang ingin anada bahas dengan CEO Hutomo grup,setahu saya perusahaan kita tidak ada agenda pembahasan kerjasama.Apa ini masalah pribadi?"tanya Luna hati-hati.


ting

__ADS_1


Suara lift yang terbuka,mereka pun keluar dari lift menuju ruangn CEO,Jeny hanya diam saja sampai ia masuk keruangnya bahkam pertanyaan Luna pun belum ia jawab.


"bolehkah saat ini kita tanggalkan posisi kita Kak Lun,"tanya Jeny dengan memandang keluar dari kaca besar diruangnya,ditatapnya gedung-gedung diluar sana.


Luna yang tau maksud dari nona mudanya,segera mendekat ketempat Jeny berdiri,ia berdiri disamping sang nona muda.


"bicaralah princes.."suara Luna melembut,ia tau saat ini Jeny ingin bicara dengannya sebagai seorang kakak.


"hari ini,aku ingin tau dari mulutnya sendiri,kenapa dia melakukan itu padaku?hari ini aku ingin memperjelas langkahku mau kemana?dan yang yang pasti aku ingin memastikan masihkan ia layak berada disisiku!"ucap Jeny dengan tatapan menajam.


"itu yang seharusnya kamu lakukan dari dulu,kamu terlalu berharga untuk dia sakiti princes,aku akan selalu disampingmu takkan kubiarkan kamu menghadapi ini sendiri princes"


"bisakah sekarang kakak sedikit memberi tau ku kenapa dia melakukan ini padaku?"dengan kepala sedikit menunduk.


"Angkat kepalamu..tegakkan kepalamu "titah Luna


Mendengar perkataan Luna,Jeny mengangkat kepalanya ditatapnya sang sekertaris.


Begitupun sebaliknya,diraihnya wajah sang nona muda yang dia anggap seperti adik kandungnya sendiri dengan tanganya,diusapnya pipi mulus itu.


"dia hanya pria yang tak bisa membedakan mana berlian ,mana batu kali princes!sudah kukatakan kamu terlalu berharga untuk dia duakan dan sakiti,jadi tegakkan kepalamu,kuatkan hatimu,ini sesuatu yang mudah untuk mu,diluar sana begitu banyak pria yang menginginkanmu.kamu terlalu sempurna untuk dia sia-siakan."uca


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2