Terjerat Cinta Janda Ceo

Terjerat Cinta Janda Ceo
Kenapa?2


__ADS_3

"HENTIKAN"suara bariton seseorang menghentikan ucapan Linda.


Semua yang ada diruangkan itu langsung mengalihkan pandangan mereka kearah sumber suara.


Linda lekas berdiri,melangkah mendekat kesumber suara dan tanpa malu bergelanjut manja dilengan sang pria.


"kamu sudah datang mas,mas bisa-bisanya Istrimu mengancamku akan memasukkan aku kepenjara"adu Linda pada Rendy.


Sedang Rendy matanya tak lepas menatap wajah tanpa ekspresi Jeny istrinya,tanpa menghiraukan perkataan Linda sedikitpun.


Rendy mencoba membaca apa yang istrinya itu rasakan saat ini ketika mengetahui hubungan gelap dirinya dengan sekertarisnya.


Rendy berharap ada kobaran api cemburu dimata Jeny istrinya tapi nihil,Rendy tak menemukan ekspresi apapun pada istrinya.Jeny istrinya terlihat sangat tenang.


"selamat datang Tuan Rendy Hutomo"Jeny membuka suara terlebih dahulu mencoba memgurai ketegangan yang ada diruangan itu.


"Jen.."gumam Rendy lirih.


"anda datang sebagai siapa disini tuan Rendy Hutomo?"tanya Jeny tenang diringi senyum tipis.


"apa maksud mu?"


"ada belum mengerti?baiklah akan saya perjelas!tuan Rendy Hutomo saat ini anda datang kemari sebagai suami dari Jeny Aurora Wijaya atau sebagai kekasih Linda Kuncoro.Tapi saya rasa saat ini , anda datang sebagai kekasih dari nona Linda Kuncoro bukan suami dari Jeny Aurora Wijaya karena dia yang tadi memghubungi anda!bukan begitu tuan Rendy Hutomo?"kata Jeny dengan senyum tipis yang masih setia menghiasi wajah cantiknya.


Rendy hanya diam mematung mendengar semua ucapan Jeny istrinya.Bahkan ia sama kali tidak memperdulikan Linda yang tengah bergelanjut manja dilengannya.

__ADS_1


"kenapa?anda bingung?anda bingung datang kesini sebagai siapa hem!"ucap Jeny lagi


"Hentikan,suruh mereka keluar"suara dingin Rendy.


"siapa yang anda suruh keluar tuan Rendy?"tanya Jeny santai.


"Jen ,ayo kita bicara berdua saja"ajak Rendy.


"bukankah anda datang untuk bertemu nona Linda Kuncoro?kenapa mengajak saya bicara berdua saja hem?"tanya Jeny lagi.


"ayo bicara berdua!"Rendy melepas paksa tangan Linda yang bergelanjut manja dilengannya,ia berjalan kearah Jeny tapi ketika tangannya hendak meraih tangan Jeny,tangan Rendy dicekal oleh Luna.


"apa yanh kau lakukan Luna?singkirkan tanganmu?"ucap Rendy dengan dingin dan tatapan tajam kepada Luna.


"hentikan omong kosongmu Lun,dia istriku,aku berhak menyentuhnya"balas Rendy.


"lepaskan tangannya sekertaris Luna,sepertinya tuan Rendy Hutomo sudah menentukan pilihannya."titah Jeny pada Luna.


Luna pun melepas cekalan tangannya pada Rendy suami dari nona mudanya.


"Srkertaris Luna."panggil Jeny pada Luna sekertarisnya.


"ya nona"saut Luna


"bawa nona Linda Kuncoro keluar dulu,sepertinya ada yang ingin suamiku sampaikan padaku"titah Jeny.

__ADS_1


"baik nona"


Luna pun berjalan kearah Linda,lalu menyeret Linda keluar.


"hei..apa-apaan ini,,lepaskan, mas..bantu aku dia menyakitiku"teriak Linda namun tidak diperdulikan oleh Rendy maupun yang lain.


"duduklah mas"titah Jeny pada Rendy suaminya.


Rendy pun duduk disofa yang berhadapan dengan Jeny.


"Jen.."Rendy buka suara.


"hem..apa yang ingin mas bicarakan?"ucap Jeny tetap tenang.


"apa yang Linda katakan padamu?"tanya Rendy dengan tatapannya tak pernah berpaling dari wajah cantik Jeny.


"menurut mas,apa yang nona Linda bicarakan padakku hem?perlu aku katakan semua yang dia katakan tadi?Dia bilang mas dan dia sal..."


"aku bisa jelaskan?"potong Rendy.


"kenapa mas?"tanya Jeny tiba-tiba dengan wajah yang sendu.


"kenapa?kenapa?kenapa kau lakukan ini padaku?"ucap Jeny lagi dengan sudut matanya yang mulai berair.Jeny berusaha mati-matian agar airmatanya tidak menetes.


"harusnya mas bilang jika memang sudah tak memginginkanku,maka aku akan pergi dengan sendirinya"

__ADS_1


__ADS_2