Terjerat Cinta Janda Ceo

Terjerat Cinta Janda Ceo
panggilan baru


__ADS_3

Setelah drama yang dibuat Linda dicafe tadi Jeny dan Raihan memutuskan untuk segera mengakhiri makan siang mereka dan memutuskan untuk segera kembali


"terima kasih untuk makan siangnya Rai"ucap Jeny sopan saat mereka sudah sampai diloby perusahaan Wijaya grup.


"ya sama-sama lain kali bisakah kita makan bersama lagi?"tanya Raihan.


"apa kau tidak malu pergi denganku setelah kejadian tadi Rai?"tanya Jeny balik.


"tidak,aku yakin kau tidak seperti yang mereka dan wanita itu katakan"jawab Raihan yakin.


"kenapa kau bisa seyakin itu?"


"hatiku yang mengatakanya,bukankah kata oramg hati tak bisa berbohong!"ucap Raihan dengan menatap lembut Jeny.


Karna memang itu yang dirasakan oleh Raihan,entah mengapa hatinya menyakini bahwa Jeny adalah wanita baik-baik,tidak seperti gosip yang beredar saat ini.


Sedang Jeny hanya mampu tersenyum tulus mendengar perkataan Raihan yang menyakini bahwa gosip itu tidak benar,hatinya sedikit menghangat mendengar penuturan Raihan.


"Jen,bolehka aku memanggilmu Rara?"tanya Raihan hati-hati.


"Rara?"gumam Jeny bingung,bahkan Jeny sampai menyergitkan dahinya.


"ya,Rara dari nama tengahmu Aurora."jelas Raihan yang menyadari kebingungan Jeny.


"bolehkah?"tanya Raihan lagi.


Pertanyaan Raihan membuyarkan lamunan Jeny.

__ADS_1


"em..ya senyaman dirimu saja Rai ingin memanggilku apa."jawab Jeny.


"baiklah terima kasih Ra,naiklah pasti banyak pekerjaan yang menantimu"


"hem,aku naik"pamit Jeny diiringi dengan anggukan dan senyum tulus untuk Raihan.


Belum jauh Jeny melangkah terdengar suara Raihan memanggil kembali.


"Rara"panggil Raihan.


Entah perintah darimana Jeny menghentikan langkahnya dan menenggok kesumber suara itu,padahal Rara adalah panggilan baru untuknya.Tapi ia suka.


"ya"saut.


Raihan tersenyum mendengar Jeny menyauti panggilannya.Ia senang Jeny mau memerima panggilan yang diberika Raihan untuk Jeny.


Jeny hanya tersenyum melihat tingkah Raihan,ia pun membalas dengan menganggukan kepalanya serta senyum manis diwajah cantiknya untuk membalas semangat yang diberikan Raihan untuknya.


Hati Jeny menghangat mendapat perlakuan sederhana dari Raihan.


Begitupun dengan Raihan,ia pun merasa hatinya bahagia bisa mengenal Jeny.


.


..


.

__ADS_1


"terjadi hal yang menyenangkan nona?"tanya Luna penasaran karena melihat wajah sang nona muda yang tampak berseri-seri dan bahagia.


Padahal tadi Luna sempat khawatir dan cemas seakan ingin langsung menyusul sang nona muda saat ada laporan dari bawahannya kalau Linda sang pasangan selingkuhan mantan suami nona mudanya itu menganggu makan siang Jeny dan Raihan.


Tapi ia urungan untuk menyusul karena tau Jeny sudah bisa mengatasi Linda.Dan yang Luna khawatirkan adalah keadaan hati sang nona muda.Luna berfikir Jeny akan pulang kekantir dengan keadaan yang sedih tapi lihat sekarang,yang dapat Luna lihat bahwa sang nona muda terlihat baik-baik saja dan justru nampak bahagia.


Karna itulah Luna penasaran apa yang terjadi pada nona mudanya ini.


"tidak ada kak Lun,tidak ada apa"jawab Jeny berusaha menyembuyikan raut bahagiannya.


"benarkah?"tanya Luna lagi memastikan.


"hem"jawab Jeny singkat dengan tangan dan matanya sekarang fokus melihat berkas yang ia pegang.


"o..ya kak Lun,boleh aku tanya sesuatu?"Jeny menghentikan kegiatannya sejenak.


"ya,mau tanya apa?"


"apa kak Luna yang memberitau Raihan soal keadaanku yang tidak bisa minum teh,kopi dan susu,dan yang lainnya?"


"iya,karena aku tidak ingin kejadian semalam terulang lagi!"jelas Luna.


"begitu,terima kasih kak Luna telah menjagaku"ucap Jeny tulus setelah Ryan sang kakak kandungnya satu-satunya koma,hanya Luna tempat Jeny bersandar.


"tentu princes,kakak akan selalu menjagamu!"saut Luna tak kalah lembut.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2