
Sedang dimobil yang berbeda dan sedikit lebih jauh dari tempat mobil Jeny terparkir.Seorang Wanita paruhbaya nampak mengamati setiap gerak-gerik wanita muda yang tengah membagikan makanan ke anak jalanan.
"kita langsung kerumah sakit nyonya atau tetap mengikuti mobil itu"tanya sang sopir.
"jam berapa sekarang Bik Rum"tanya wanita paruh baya itu pada pelayan pribadinya.Pelayan yang selalu menemaninya kemanapun ia pergi sejak kepergian sang suami untuk selama-lamanya.
"sudah hampir jam 8 nyonya"jawab Bik Rum.
"kita langsung kerumah sakit saja,Raihan pasti khawatir kalau kita tidak segera sampai disana"titah sang nyonya.
"baik nyonya"saut sang sopir.
Ya wanita paruh baya yang memperhatikan Jeny tadi adalah Marlina ibu dari dokter Raihan Adiguna.
Marlina tadi juga berhenti untuk membeli kue dagangan nenek renta tadi.Meski ia tidak turun sendiri dan memborong habis kue itu tapi Marlina membeli cukup banyak.Dan saat sang sopir akan melajukan mobil yang mereka kendarai..Marlina melihat sebuah mobil mewah berhenti dan keluarlah seorang gadis cantik dari mobil itu.Marlina penasaran untuk apa seorang gadis cantik yang jelas dia pasti orang kaya berhenti dan menghampiri pedagang kue dipinggir jalan.
Dan tanpa ia duga gadis itu membeli semua dagangan kue nenek penjual itu.Karena penasaran entah mengapa Marlina bukannya melanjutkan perjalanan kearah seharusnya tapi justru mengikuti mobil Jeny.
Dan lagi-lagi hal mengejutkan bagi Marlina adalah melihat Jeny yang membagikan makanan tadi ke anak-anak jalanan tanpa risih bahkan yang ditangkap oleh penglihatan Marlina adalah Jeny sangat nyaman berada diantara anak-anak jalanan itu dikihat dari interaksi mereka.
gadis yang baik hati dan cantik seadainya Raihan belum memiliki wanita yang disukai,aku pasti akan menjodohkan mereka bathin Marlina.
.
__ADS_1
.
.
Di WIJAYA GRUP.
"kak Lun,nanti siang kosongkan jadwalku!"titah Jeny pada sekertarisnya yaitu Luna.
"mau kemana?"tanya Jeny.
"aku ingin membawakan makan siang untuk anak-anak jalanan tadi."jawab Jeny entah mengapa Jeny tidak sabar menunggu besok untuk bertemu anak-anak jalanan tadi terutama Kai.
"mereka belum tentu masih disana princes"jelas Luna.
"aku tau,jika memang mereka tidak ada disana aku akan langsung kembali!"ucap Jeny.
"tidak ,aku pergi sendiri saja nanti,kak Luna kan banyak pekerjaan dikantor !"tolak Jeny.
"hem baiklah"pasrah Luna,karena memang dirinya banyak hal yang harus diurus.
Tanpa terasa waktu makan siang telah tiba.Jeny pun segera menutup laptopnya dan hendak turun kebawah.
"aku akan mengatarmu sampai loby princes"ucap Luna.
__ADS_1
"tidak perlu kak Lun,aku bisa sendiri ,sebaiknya kakak segera cari makan siang"tolak Jeny.
"tidak ada penolakan princes"saut Luna tak ingin dibantah.
"huft..baiklah"mengelah nafasnya mengalah.
Jeny dan Luna memasuki lift khusus untuk para petinggi perusahaan Wijaya Grup.
"Kakak sudah siapkan mobil yang akan kau bawa princes"ucap sang sekertaris yaitu Luna.
"terimakasih kak Lun"saut Jeny.
"Apa kau yakin tidak ingin membawa sopir?"tanya Luna.
"ya,aku sangat yakin,kakak tenang saja,aku akan baik-baik saja kak Lun!"jawab Jeny.Jeny paham betul.kekhawatiran berlebih sekertaridnya ini pada dirinya.Padahal ia hanya ingin bertemu anak kecil bukan preman atau mafia.
"jaga dirimu baik-baik,bethati-hatilah"pesan Luna.
"iya sekertaris Luna"saut Jeny tersenyum.
ting
Suara lift terbuka,Luna dan Jeny melangkah keluar.Langkah mereka terhenti tatkala ada suara bariton menghentikan langkah mereka.
__ADS_1
"kalian mau pergi"
bersambung...