Terjerat Cinta Janda Ceo

Terjerat Cinta Janda Ceo
perasaan Jeny dan Luna


__ADS_3

"istirahatlah Princes,malam ini kakak akan menginap dirumah sakit"titah Luna


Ya saat ini Luna dimansion Jeny,Luna memastikan dulu sang nona muda istirahat dengan nyaman.


"hem,terima kasih kak Lun"jawab Jeny sopan dan segera melangkah menuju kekamarnya.Kaki jenjang nya mulai menapaki tangga tapi sejenak Jeny menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Luna.


"ada apa hem,ada yang kamu butuhkan lagi?"tanya Luna heran karena melihat Jeny yang menghentikan langkahnya.


"kakak pasti sangat merindukan Kak Ry lebih dari aku kan,maaf kan aku kak,seadainya jika bukan karena aku mungkin kak Luna dan Kak Ry pasti sudah menikah dan mungkin sekarang aku sudah memiliki keponakan yang lucu dari kalian,maafkan aku kak Lun,maaf karna aku selalu jadi beban untuk kalian,tidakkah kakak membenciku,"ucap lirih Jeny dan tanpa sadar air mata Jeny mengalir membasahi kedua pipi mulusnya.


Jeny sudah lama memendam rasa bersalah ini cukup lama,ia selalu menyalahkan dirinya melihat nasib percintaan Luna dan kakak nya Ryan.Seadainya kakaknya itu tidak terhalang sumpah untuk tidak menikah sebelum dirinya menikah bisa dipastikan saat ini kakaknya sudah bahagia bisa bersanding dengan gadis yang dicintainya.Kakaknya dan Luna rela mengorbankan kebahagian mereka untuk dirinya.


Sedang Luna yang mendengar penuturan Jeny,hanya bisa menjaga supaya gejolak perasaan yang berkecamuk didalam dirinya tidak meledak.


Luna mengayunkan kakinya mendekat kearah Jeny,diraihnya tubuh Jeny kedalam pelukannya.


"kakak memang membencimu"tutur Luna pelan.

__ADS_1


deg


Jatung Jeny seaakan dihantam bantu besar mendengar perkataan Luna yang ternyata membencinya tapi itu tidak lama saat Luna melanjutkan kata-katanya.


"ya kakak memang membencimu,benar-benar mencintamu Princes.Bagi kakak dan mas Ryan kamu bukan hanya sekedar adik bagi kami,tapi kamu adalah permata kami,jadi kebahagianmu adalah segalanya untuk kami.Kamu adalah yang utama.Kakak Yakin Tuhan pasti akan mempersatukan kami kelak,jadi jangan pernah menyalahkan dirimu.Percayalah sumber kebahagian kakak dan mas Ryan kakakmu adalah dirimu jadi jika kamu bersedih dan terluka kami ikut merasakan hal yang sama begitupun jika sebaliknya jika kamu bahagia maka kami ikut bahagia jadi hiduplah dengan bahagia Princes.karna senyummu adalah senyum kami!"ucap tenang Luna.


Jeny semakin menangis mendengar semua perkataan Luna.Jeny tidak menyangka bahwa dirinya dicintai luar biasa oleh kakaknya dan kekasihnya.Jeny tidak menyangka Luna notabenya tidak ada hubungan darah denganya bisa menyanyangi dirinya begitu besar.


"terima kasih..terima kasih kak Lun,terima kasih telah menjagaku..terima kasih telah menyanyangiku..terima kasih...aku menyanyangi kakak"ucap pelan Jeny di dalam dekapan Luna.


Luna melerai pelukan mereka,diusapnya air mata yang membasahi kedua pipi Jeny.


"hem,sampaikan salamku pada Kak Ry,suruh dia bangun kak Lun,katakan padanya aku akan benar-benar marah jika dia tidak segera bangun"


"ya,kakak akan sampaikan pesanmu,sekarang masuklah kekamarmu dan segera istirahat"


"ya baiklah"Jeny segera melangkah menuju kamarnya sesuai titah Luna.

__ADS_1


Luna memandangin pungung Jeny yang mulai menjauh,Setelah melihat Jeny yang sudah hilang dari pandanganya.


Luna menghela nafas dengan berat.


"terkadang kakak juga ingin membencimu Jeny,karna dirimu jadi penghalang kakak tidak bisa cepat bersatu dengan Kakakmu Ryan,tapi rasa sayang kakak padamu ternyata lebih besar dari rasa benci kakak.Kakak hanya berharap kau selalu bisa bahagia supaya pengorbanan yang kakak dan mas Ryan tidak sia-sia Jen!"gumam Lirih Luna bahkan sangat lirih.


dret..dret..


Getar ponsel Luna.


"ya.."


"..."


"baik,sebentar lagi aku akan sampai disana,tunggulah".


Tut.

__ADS_1


Luna menutup telfonnya dan segera pergi.


bersambung...


__ADS_2