
Raihan tersenyum simpul memgingat perkataan penjual minuman coklat tadi yang mengirah bahwa dirinya dan jeny adalah sepasang suami istri.
"terima kasih Rai,dan maaf makan malam kita jadi kacau karena kejadian tak terduga tadi!"ucap Jeny sendu.
"Ayo kita menikah"ucap Raihan
Dipandangnya wajah teduh milik Jeny dengan lembut.
"ayo kita menikah Ra?"ucap Raihan sekali lagi.
Sedang Jeny,jangan tanya ekspresi wajahnya saat ini,dia hanya diam membisu mendengar perkataan Raihan,laki-laki yamg belum lama ia kenal itu, tidak ada angin ,tidak ada hujan tiba-tiba mengajaknya menikah.
__ADS_1
"a..pa...kau..sedang bercanda Rai?"ucap.Jeny sedikit terbata.,setelah sadar dari keterkejutannya.
"tidak"Raihan mengelengkan kepalanya menyakinkan Jeny bahwa dirinya tidak bercanda soal mengajak Jeny menikah.
"aku sangat serius,aku seorang pria dewasa Ra,aku bukan anak remaja yang hanya ingin menjalin hubungan main-main.Aku serius dengan setiap ucapanku"ucap Raihan tegas tidak ada keraguan sedikitpun dari setiap ucapannya tadi untuk mengajak Jeny menikah,mungkin orang-orang akan memfatakan dirinya terburu-buru karna belum lama mengenal tapi jika hati sudah memilih maka hanya kata yakin yang terlintas.
"apa kau yakin dengan ucapanmu Rai,untuk mengajak ku menikah,aku rasa kau sudah tau akan statusku saat ini?"tanya Jeny membalas tatapan Raihan.
"mungkin tidak masalah untuk dirimu Rai,tapi tidak untuk keluarga besarmu?ditambah gosip yang melekat pada diriku hingga aku bisa memiliki status janda.aku yakin keluarga mu tidak akan mudah menerima itu semua,apalagi dirimu adalah seorang perjaka,tentunya kamu layak mendapatkan gadis perawan bukan janda seperti diriku."terang Jeny menolak halus ajakan menikah yang diucapkan Raihan,tidak Jeny pungkiri dirinya senang mendengar Raihan memgajaknya menikah,Jeny akui dirinya nyaman saat bersama dengan dokter tampan itu,tapi ketika mengingat status yamg dirinya sandang saat ini membuatnya ragu dan berkecil hati.
Mendengar perkataan Jeny yang seolah mengisyaratkan menolak dirinya,Raihan segera mengenggam kedua tangan lembut dan berkata.
__ADS_1
"aku yang menjalani Ra,mereka tidak berhak mengatur hidupku,kecuali ibuku tentunya.Dan ibuku bukan seorang ibu yang egois ,ibuku selalu lebih mementingkan kebahagian putranya daripada apapun,jika bahagiaku bersama mu ,aku yakin ibuku akan menerimamu.percayalah,!memang kenapa jika seorang perjaka berjodoh dengan janda,memang banyak wanita diluar sana yang berstatus gadis tapi,tidak menjamin mereka masih perawan.Jadi aku mohon menikahlah denganku Ra,kamu istimewa untukku"
Jeny hanya mampu terdiam membisu mendengar perkataan Raihan,jujur saat ini dirinya bingung harus menjawab apa?Jeny ragu akan sangsi keluarga besar Raihan dan ibunya mau menerima dirinya yang sudah cacat ini.
"Rai,kau tau dulu salah satu alasan mas Rendy berselingkuh karena aku tak kunjung hamil selama 3tahun pernikahan kami.Bisa jadi aku ini wanita mandul Rai,apa kau yakin menikahi wanita sepertiku yang banyak memiliki kekurangan ini.?aku tidak ingin kamu menyesal nantinya dan aku juga tidak ingin gagal untuk kedua kalinya Rai,jadi kumohon pertimbangkan itu!"
Lagi..lagi.lagi Setiap perkataan Jeny mengisyaratkan penolakan Wanita pujaannya ini pada dirinya,untuk menikah.Raihan bingung bagaimana dia meyakinkan seorang Jeny Aurora Wijaya untuk menjadi pendamping hidupnya.
"Aku tidak peduli akan hal itu!"
bersambung..
__ADS_1