Terjerat Cinta Janda Ceo

Terjerat Cinta Janda Ceo
Panti Muara Bunda


__ADS_3

Mentari pagi tengah menampakan sinarnya dibumi,menyinari setiap mahluk hidup yamg Tuhan ciptakan dibumi ini.Tanpa terkecuali sinar mentari tengah membagikan sinarnya yang hangat pada seorang wanita cantik sedang menikmati Segarnya udara pagi dihalaman mansion mewahnya.


"waktunya sarapan princes"ajak Luna.


Jeny yang tengah duduk di bangku taman dimansion mewahnya itu membuka mata indahnya yang tengah terpejam menikmati segarnya udara pagi dan hangatnya mentari pagi.


"hm"


Jeny segera bangkit dan melangkah masuk kedalam mansion diikuti oleh Luna yang selaku setiap berdiri dibelakangnya.


Mereka berdua makan sarapan mereka dengan khidmat,setelah selesai sarapan mereka bersiap untuk pergi ke Panti Asuhan MUARA BUNDA sesuai jadwal yang ditentukan.


Didalam mobil,terjadi perbincangan ringan antaran Jeny dan sekertaris Luna.


"kak Lun,apa mobil yang membawa hadiah untuk anak panti sudah berangkat duluan?"tanya Jeny.


"sudah,tapi nanti saat penyerahan tetap menunggu kehadiranmu"jawab Luna.


"apa untuk rumah singgah sudah kakak siapkan?"


"hm,sudah..kakak sudah siapakan rumah singgah itu,tapi masih perlu renovasi sesuai keinginanmu"


"baiklah,terimakasih kak Lun!"


Setelah menempuh perjalanan beberapa saat akhirnya Jeny dan Luna sampai di Panti Asuhan Muara Bunda.Luna turun terlebih dulu disusul oleh Jeny setelah sopir membukan pintu untuk Jeny.

__ADS_1


Terlihat didepan Panti Ibu Fatimah selaku pengurus panti sudah berdiri untuk menyamput Jeny dan rombongan.


"selamat datang nona Jeny dan nona Luna"sapa ibu Fatimah ramah.


"terima kasih bu,sambutanya.ibu apa kabar?"


"baik nona bagaimana perjalanan anda tadi"


"syukurlah kalau ibu dalam keadaan baik,"ucap Jeny sambil tersenyum


"ayo masuk nona,anak-anak pasti merindukan kakak cantik mereka"ajak ibu Fatimah.


"ya bu,terima kasih,aku juga sangat merindukan mereka"balas Jeny tak kalah ramah.


"Anak-anak lihat siapa yang datang mengunjungi kalian"ucap Ibu Fatimah yang membuat kegiatan anak-anak panti yang ada diaula langsung tertuju pada sumber suara.


"kakak cantik....."teriak anak-anak panti yang melihat Jeny ada diatara mereka.


Jeny dengan senang hati membuka kedua tangnya lebar-lebar.Tanpa dikomando anak-anak panti itu langsung berlari -kearah Jeny.Mereka memeluk Jeny dengan penuh rasa sayang.


"kami merindukan kakak"


"kakak juga sangat merindukan kalian,maaf kakak jarang kesini,o.iya kakak membawakan hadiah untuk kalian"tutur Jeny.


Jeny meminta Luna untuk membawa hadiah-hadiah itu masuk.Jeny membagikan hadiah yang ia bawa kepada anak-anak panti.

__ADS_1


Anak-anak panti begitu bahagia menerima hafiah yang Jeny bawa untuk mereka.


"terima kasih nona,anda sudah bersedia untuk melanjutkan apa yang jadi kegiatan nyonya besar dipanti ini"


"sama-sama bu,panti ini salah satu hak berharga yang dimiliki bunda,rinduku terhadap bunda sedikit terobati saat aku berada disini."


oek..oek..oek...


Terdengar suara tangisan bayi.


"bayi siapa itu bu?"tanya Jeny heran pasalnya setau Jeny dipanti ini tidak ada daftar bayi yang tinggal disini.


"itu bayi yag baru kami temukan beberapa hari yang lalu didepan Panti ini nona "ucap Ibu Fatimah,sambil kakinya melangkah menuju sumber tangis bayi itu.


Nampak seorang wanita paruhbaya berusahan menenangkan bayi itu,tapi bayi itu tak kunjung berhenti menangis.Jeny yang mendengar tangis bayi itu jiwa keibuanya muncul.


"boleh saya mengendongnya bu"ijin Jeny.


"tentu nona"wanita paruhbaya itu menyerahkan bayi itu untuk digendong Jeny.


Jeny dengan hati-hati mengendong bayi itu dan dengan ajaibnya bayi itu berhenti menangis saat dalam dekapan hangat Jeny.


Tanpa Jeny sadari ada yang memperhatikan dirinya saat menenagkan bayi itu.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2