Terjerat Cinta Janda Ceo

Terjerat Cinta Janda Ceo
Dia pilihan mama


__ADS_3

"siapa tadi nama wanita yang kamu lamar Han?"potong Marlina cepat.


"Jeny"ucap Raihan bingung


"siapa nama lengkapnya"tanya Marlina cepat.


"Jeny Aurora Wijaya"


"astaga,tidak mungkin,inikah yang namanya takdir"ucap Marlina lirih disertai dengan kedua tanganya menutup mulutnya


Raihan begitu bingung melihat reaksi mama nya.


"ma..mama..kenapa?"


"coba ulangi lagi siapa tadi nama wanita yang kamu lamar?"


"Jeny Aurora Wijaya,kenapa ma?"ucap Raihan masih dengan kebingunganya.


"Bawa dia menemui mama besok?"titah Marlina tegas pada putra semata wayangnya.


Hening


Hening


Untuk beberapa saat Raihan tidak bisa mencerna perintah wanita yang telah melahirkannya itu.


"Han,bawa Jeny menemui mama besok!"ulang Marlina yang meligat putra semata wayangnya hanya terdiam.


"maksud mama?"tanya Raihan yang masih belum mengerti.


"iya,bawa Jeny Aurora Wijaya besok untuk menemui mama Raihan!"jawab Marlina gemas pada putranya itu.


"jadi mama merestui aku menikah dengan Jeny?"


Marlina hanya menganggukan kepala sebagai jawaban diiringi dengam senyum yang sangat indah menurut Raihan.


"jadi mama tidak jadi menjodohkan Raihan dengan putri sahabat mama kan?"

__ADS_1


Marlina mengelengkan kepalanya.


"Ma.."suara Raiham merajuk


"karna putri sahabat mama adalah Jeny Aurora wijaya."


Hening


Bahkan kedua mata Raihan berkedip lucu saat mendengar penuturan wanita yang sangat ia sayangi itu.


"maksud mama?"


"ya,Jeny Aurora Wijaya adalah putri dari sahabat mama,dia adalah putri tante Santika.kamu ingat dengan tante Santika?"


Raihan mencoba mengingat.


"dulu kita sering bertemu dengan tante Santika waktu di panti MUARA BUNDA,terakhir kita bertemu dengan tante Santika saat beliau masih hamil besar Han.Dan waktu itu, bahkan kamu sudah mengklaim kalau anak dalam kandungan tante Santika sebagai Princes nya Raihan.Apa kamu ingat nak?"


Raihan terdiam, otak cerdasnya mencoba menginggat kejadian yang sudah lama terjadi itu.


"hem,pantas saja kamu tak tertarik dengan banyak wanita yang mengodamu,ternyata kamu menunghu jodohmu jadi janda dulu Han"gurau nyonya Marlina.


"ha...ha..ha.."Raihan tertawa mendengar gurauan ibunya.


Karna jika dipikir-pikir memang benar,selama ini dirinya memang tidak menemukan wanita yang membuat jatungnya berdebar,tapi saat bertemu pertama kalinya dengan seorang Jeny Aurora Wijaya,jantung nya langsung berdebar.


"Han,besok malam ajak Jeny makan malam disini ?"pinta Marlina.


"iya ma"


"Sekarang istirahatlah,mama juga akan istirahat"tintah sang ibu untuk putra semata wayangnya yang terlihat lelahbtapi ada pancaran bahagia di wajahnya.


"Han,antar mama ke kamar!"ucap Raihan


"tidak perlu,biar bi Sari saja,kamu tidurlah!"cegah Marlina.


"baiklah ma"

__ADS_1


Marlina pun pergi ke kamarnya ditemani oleh sang pelayan setia yaitu Bi Sari.


Sedang Raihan juga melangkah menuju ke kamarnya.Sampai didalam kamar,Raihan mengeluarkan ponsel mahalnya untuk mengirim pesan pada seseorang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ting


Sebuah pesan masuk kedalam ponsel pintar sekertaris Luna.


*From Tuan Raihan


sekertaris Luna,tolong kosongkan jadwal Jeny besok malam*


Luna membaca dan membalas pesan itu


*to Tuan Raihan


Untuk apa Tuan,adakah acara yang penting ?*


Send


Ting


*from Tuan Raihan


Besok malam,aku ingin mengajak Jeny makan malam bersama ibu ku,kuharap anda mengijikan Jeny untuk pergi*


*to Tuan Raihan


Baiklah*


Send


Semoga bahagia segera menghampirimu princess


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2