
Diruang VVIP rumah sakit
"kau sudah mendapatkannya"tanya Luna.
"sudah sekertaris Luna"jawab pria bawahan Luna
Pria itu menyerahkan sebuah map berisi informasi yang dinginkan oleh sang sekertaris.
"kau yakin,semua informasi ini valid?"tanya Luna lagi.
"saya sangat yakin nona,disitu nanti anda akan tau siapa dia."
Luna menerima maoa itu,kemudia membukanya.Dibacanya setiap kata yang tertulis dimap itu dengan seksama.
"jadi dia salah satu dokter dirumah sakit ini dan lebih tepatnya dokter yang ikut merawat mas Ryan disini."tanya Luna pada bawahannya.
"benar sekertaris Luna dan tidak hanya itu saja sekertaris Luna,Raihan Adiguna juga sebenarnya adalah CEO dari DN Grup!"terang sang bawahan.
__ADS_1
"kau yakin dengan itu?"Luna memastikan.
"yakin nona,selama ini Raihan Adiguna memilih bekerja dibalik layar soal mengendalikan DN GRUP.Dia lebih memilih orang-orang tau orofesinya sebagai seorang dokter daripada seorang CEO dan DN GRUP juga memiliki saham dirumah sakit ini.Raihan lama menetap diluar negri untuk menyelesaikan study pendidikannya."
"bagaiman kehidupannya selama diluar negeri?"tanya Luna
"bersih nona,dia pria tanpa skandal"jawab sang bawahan.
Luna melanjutkan membaca laporan yang diberikan bawahannya.
"benar sekertaris Luna dan dia juga sangat menyayangi ibunya,"
"sudah pastikan bahwa dia benar-benar bersih?"
"sudah sekrtaris Luna,dia tidak terlibat dengan dunia bawah,semua bisnisnya murni bersih tanpa campur tangan dunia bawah!"terang sang bawahan.
"hmm,begitu.baiklah kurasa semua sudah cukup, kau boleh pergi bonus mu sudah aku transfer"
__ADS_1
"baik sekertaris Luna,saya undur diri"pamit sang bawahan.
Luna hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
Setelah kepergian bawahannya ,Luna berjalan kearah dimana Ryan sang kekasih masih setia menutup mata.
Luna mengengam tangan Ryan dengan lembut,seketika kedua matanya sedikit berembun.Tangan yang dulu kuat sekarang nampak lebih kurus,dan layu tak bertenaga.
"selamat malam mas."
"bagaimana kabarmu hari ini hem?kalau kabar ku hari ini,"Luna menjeda ucapannya.
"Hari ini sangat melelahkan mas,tadi seorang laki-laki tengah mencoba mendekati princes kita Jeny,sekilas saja aku tau kalau laki-laki itu tertarik dengan Jeny.Aku sudah mencari tau siapa laki-laki itu.apa mas setuju jika aku membiarkan dia mendekati princes kita Jeny.Aku berharap pria itu mampu menyembuhkan luka yang Jeny derita karena ulah sahabatmu Rendy.Mas tenang saja aku sudah mencari tau latar belakang laki-laki itu.Namanya Raihan Adiguna dan dia adalah dokter yang merawatmu saat ini.Mas,tidak bisakah kau segera untuk bangun,aku sangat membutuhkanmu,aku juga merindukanmu,bukan hanya aku yang membutuhkan dan merindukanmu tapi Jeny princes kita juga sangat membutuhkan mu,dia mengalami masa sulit setelah bercerai dengan Rendy,meski dia berusaha terlihat baik-baik saja dihadapan semua orang,tapi aku tau sampai saat ini hatinya juga terluka,begitupun dengan diriku mas,meski aku selalu terlihat tegar dan kuat dihadapan semua orang tapi sebenarnya aku rapuh mas,aku rapuh jika tidak ada dirimu disampingku,jadi kumohon bangunlah."Luna menghentikan bicaranya,ia menarik nafas dalam -dalam kemudian mengembuskannya perlahan untuk menahan air mata yamg sudah siap untuk menetes dari kedua mata tajamnya.
"Jeny menitipkan salam untukmu,dia bilang dia akan benar-benar marah jika kau tidak segera bangun,bukan kah Jeny segala bagimu lebih dari apapun ,kau tidak ingin dia marah padamukan mas,jadi kumohon bangunlah.Apa kau tau mas?akupun juga baru tau bahwa sebenarnya Jeny selalu menyalahkan dirinya sendiri melihat hubungan kita yang tidak segera menikah.Jadi ayo bangunlah,dan mari kita menikah supaya Jeny bisa tenang"tutur Luna.
bersambung...
__ADS_1