
Dimansion yang tak kalah mewah seorang pria tampan tengah menyuapi seorang wanita paruh baya yang tengah duduk diatas kursi rodanya.
"mama mau nambah lagi?"tanya pria itu penuh dengan kesabaran.
"tidak ini sudah cukup,mama sudah kenyang"tolak sang wanita paruh baya itu.
"baiklah,aku ambilkan obat mama dulu dikamar"pria itu beranjak dari tempatnya hendak melangkah pergi tapi suara wanita paruhbaya menghentikan langkahnya.
"Raihan.."panggil wanita paruhbaya itu yang tak lain adalah Marliana ibu dari Raihan Adiguna.
"ya ma.."
"kapan kamu akan menikah?mama sudah tua,mama takut tidak sempat melihat kamu menikah!"Marlina berkata dengan sendu.
Raihan segera berjongkok didepan Marlina ibunya,digenggamnya kedua tangan itu dengan penuh kelembutan.
"Raihan pasti akan menikah ma,jadi mama harus semangat untuk menjaga kesehatan mama supaya mama bisa melihat Raihan menikah dan mempunyai anak kelak."tutur Raihan lembut.
__ADS_1
"Tapi kapan kamu menikah Han,usiamu sudah lebih dari cukup untuk membina rumah tangga!Mama tau banyak wanita yang mendekatimu"ucao Marlina.
"Nanti Ma,saat Raihan menemukan wanita yang cocok untuk Raihan.Mama doakan saja"saut Raihan.
"Kamu mencari wanita seperti apa Han?Mama lihat semua wanita yang mendekatimu adalah wanita yang berkelas dari keluarga yang terpandang,tapi kamu sepertinya enggan meresponya?"tanya Marlina.
Ya kenapa Marlina berkata seperti itu karena yang ia ketahui banyak wanita yang mendekati putra tunggalnya itu,dari seorang model,sesama rekan dokter,dan bahkan teman-teman Marlina juga berniat menjadikan Raihan sebagai menantu mereka tapi Raihan menolaknya dengan berbagai alasan.
"Raihan mencari wanita yang mampu membuat hati Raihan berdebar saat menatapnya ma,wanita yang mampu menenangkan hati Raihan meski cuma melihat senyum dan wajahnya,dan yang terpenting seorang wanita yang mau mencintai mama seperti aku mencintai mama.Karna mama adalah segalanya bagiku.Aku tidak ingin kelak pendamping yang aku cintai justru melukai hati wanita yang paling aku cintai yaitu mama.Jadi Raihan mohon sama mama tolong doakan Raihan agar mendapat wanita seperti yang Raihan inginkan"jawab Raihan panjang Lebar.
Diusapkanya kepala Raihan dengan penuh kasih saya.
"mama doakan,kamu mendapatkan pendamping sesuai dengan keinginanmu Nak"doa tulus Marlina untuk putra semata wayangnya itu tak lupa ia mencium pucuk kepala sang putra dengan penuh kasih sayang.
"Ma,jika kelak jodoh Raihan ternyata bukan seorang gadis apa mama akan merestuinya"tanya Raihan hati-hati.
Marlina menyergitkan dahinya tanda ia bingung dengan pertanyaan putranya itu.
__ADS_1
"Maksudmu Han?bukan gadis itu bagaimana,apa kamu sudah tidak suka dengan perempuan?oh..astaga"pekik Marlina mbeka kedua mulutnya dengan kedua tangannya karna kaget dengan dugaaanya tentang putranya.
"Mama,bukan seperti itu.Raihan masih normal,Han masih suka perempuan ma!"bantah Raihan tidak terima dirinya dianggap menyukai sesama jenis.
"oh syukurlah.."Marlina menghela nafas lega mendengar jawaban putranya yang ternyata Raihan putranya ini masih menyukai laean jenisnya yaitu perempuan.
"Mama terlalu berlebihan,masa anak sendiri dikira belok,apa tidak lihat kalau putranya ini pria gagah dan tampan apa!"gerutu Raihan.
"iya..iya..maaf kan mama.Jadi maksudmu gimana?apa maksudnya bukan gadis nak?coba jelaskan"tanya Marlina.
"em...maksudnya jika kelak jodoh Raihan ternyata bukan seorang gadis tapi justru seorang janda ,apa mama akan merestui"ucap Raihan hati-hati.
hening.
"APA JANDA?""
bersambung...
__ADS_1