
"hatiku tidak butuh alasan untuk mencintai seorang Jeny Aurora Wijaya,hatiku mencintainya tanpa syarat dan alasan!"jawab Raihan dengan penuh keyakinan.
"keputusan sepenuhnya milik Nona muda,aku tidak bisa memutuskannya"ucap Luna.
"saya mengerti,tapi saya yakin bahwan ijin dari anda akan mempengaruhi keputusan Jeny nanti"saut Raihan
"nona muda Jeny berhak menentukan jalan hidupnya,dan keputusan apa yang akan dia diambil dalam hidupnya.tidak ada yang berhak mengintervensinya termasuk saya tuan Raihan!"ucap Sekertaris Luna tenang,Luna tidak suka dengan ucapan Raihan yang seolah-olah menyudutkan dirinya yang seolah-olah mengatur hidup Jeny.Dia bukan sang kekasih Ryan putra Wijaya yang punya hak untuk mengatur hidup Jeny,karena hubungan darah diantara keduanya,meski Luna akui dulu kekasihnya Ryan sedikit keterlaluan mengatur hidup Jeny secara diam-diam tapi iya tau alasan kenapa sang kekasih melakukan itu.Jadi Luna memahami itu dan mencoba untuk mengerti.Dan saat ini apa yang dia lakukan hanya meneruskan apa yang dilakukan sang kekasih meski tidak seketat Ryan.
"hm..baiklah kalau begitu,saya pamit sekertaris Luna"
"baik,hati-hati dijalan tuan "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"sampai kapan kamu akan menyembunyikan hubungan kita mas?"
__ADS_1
"sudah ku bilang nikmati posisimu!"
"sampai kapan mas?sampai kapan kamu bilang seperti itu ke aku?kenapa selalu jawaban itu yang kamu berikan mas?"tanyak wanita itu dengan nafas yang memburu menahan amarah.
Sang pria hanya diam membisu tak bersuara.
"dulu aku masih bisa mengerti kenapa kamu menyembunyikan hubungan kita karena kamu masih punya istri,tapi sekarang apalagi yang membuat kamu tidak mau membuka hubungan kita mas?KENAPA MAS,JAWAB?"
"tekan suaramu,jangan berani berteriak didepan ku,jika aku bilang ,nikmati posisimu maka nikmati saja,jangan coba-coba mencari masalah mengerti.seadainya dulu kamu cukup menerima posisi yang aku berikan hidupku tidak akan seperti ini"ucap Rendy tajam bahkan tangan kokoknya sedikit menekan dagu Linda dengan keras,hingga membuat Linda meringis kesakitan.
Rendy menjadi teringat obrolan nya ketika bertemu dengan dokter kandungan dari rumah sakit.
flasback
"pak Rendy "sapa seorang pria paruhbaya.
__ADS_1
" dokter Samsul?"saut Rendy.
"bagaimanan kabar nyonya Jeny,maaf saya tidak bisa mendampingi program kehamilan kalian sampai selesai?"tanya dokter samsul
deg
"maaf dokter samsul,apa maksud anda?"tanya balik Rendy bingung dengan pertanyaan dokter samsul yang membicarakan tentang program kehamilan.
"bukankah anda dan nona Jeny waktu itu mengikuti program kehamilan,nona Jeny sendiri yang datang konsultasi dengan saya waktu itu,tapi ketika saya baru melakukan pemeriksaan awal pada nona Jeny dan memberi beliau vitamin,saya dipindahkan tugaskan,tapi waktu itu saya sudah merekomendasikan dokter Wayan pada nona Jeny.Apa nona Jeny tidak memberi tau anda tentang ini"jelas Dokter Samsul.
"ah..tentu saja tapi saya sedikit lupa!"
"oh,saya paham,mungkin karena kesibukan anda,lalu bagaimana sekarang apa anda dan nona Jeny melanjutkan promil nya?"
"saya dan Jeny sudah berpisah!"
__ADS_1
flasback end