Terjerat Cinta Janda Ceo

Terjerat Cinta Janda Ceo
Berkunjung


__ADS_3

Ya Jeny memutuskan untuk mengunjungi makam kedua orang tuanya.Ia pun turun dari mobil mewahnya,Kaki jenjangnya menuntun langkahnya menuju ketempat dimana kedua orang tuanya dimakamkan.Dengan sekeranjang bunga yang ia bawa ditanganya.


brak..


"maaf..maaf..saya tidak sengaja"ucap seorang pria yang tanpa segaja menyenggol Jeny hingga keranjang bunga yang ia bawa jatuh berhamburan ke tanah.


Jeny hanya mendesah kasar,nampak raut wajahya sedih melihat keranjang yang berisihakab bunga yang akan ia taburkan kemakam kedua orang tuanya jatuh berserakan.


"tak apa tuan"saut Jeny dengan suara yang sangat lembut.


deg.


wanita ini,bukankah dia yang aku lihat diruang VVIP rumah sakit waktu itu,wanita yang terlihat tegar tapi sebenarnya rapuh bathin sang pria.


Raihan masih tak bergeming mendengar jawaban Jeny,Ia masih terpesona menatap wajah cantik nan teduh Jeny.Ya pria yang tanpa segaja menyenggol Jeny adalah Raihan dokter yang merawat sang kakak dirumah sakit.


"saya duluan tuan"ucap Jeny segera melanjutkan langkahnya.


Mendengar suara lembut itu membuat Raihan tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


Raihan menatap punggung mungil Jeny yang terlihat mulai menjauh.


Jeny saat ini telah sampai didepan makam kedua orang tuanya.Jeny dudukBersimpuh disana,diusapnya kedua nisan yang saling berdampingan itu dengan kedua tanganya nisan yang bertuliskan Wijaya dan Santika itu.Ya makam kedua orangtua Jeny berdampingan.


"ayah,bunda aku datang,maaf baru datang mengunjungi kalian sekarang,ayah pasti akan bertanya tentang Wijaya grup kan?Wijaya grup baik-baik saja ayah ,meski kemarin sempat goyah karena kesalahan ku ayah.Kesalahanku yang menerima semua tuduhan yang sebenarnya tidak aku lakukan tapi karna ego ku yang masih peduli padanya aku sampai membahayan Wijaya grup,tapi ayah tenang saja sekarang Wijaya grup tetap berdiri kokoh seperti yang ayah inginkan.Bun,aku lelah bolehkan aku tidur dipangkuanmu,aku lelah mendengar semua cacian mereka yang tak tau apa yang sebenarnya terjadi.Ayah bunda bisakah kalian minta putra kebanggaan kalian untuk bangun,aku membutuhkan dia saat ini"suara Jeny mulai serak menahan tangis yang akan pecah.


"aku sangat membutuhkannya saat ini yah,aku butuh dia untuk tempatku bersandar,jadi kumohon suruh dia bangun dari tidur panjangnya,hiks..hiks.."akhirnya tangisan Jeny pecah juga tanpa Jeny sadari ada seseorang yang mendengar setiap keluh kesahnya tadi.


Langit yang cerah tiba-tiba mendung,dan akhirnya setitik-demi setitik air hujan turun membasahi bumi meski tidak begitu deras.Dan Jeny masih betah pada posisinya saat ini ,ia tidak memperdulikan air hujan yang akan membasahi tubuhnya.


Sejenak Jeny tidak sadar bahwa air hujan itu tidak membasahi tubuhnya,sampai ia mendongakan kepalanya dan ternyata ada payung yang menaungi dirinya.


"tuan..anda.."Jeny begitu terkejut mendapati seseorang pria tengah memayungi dirinya agar tidak terkena air hujan.


"maaf menganggu anda nona,saya hanya ingin menganti bunga anda yang jatuh tadi"ucap sang pria yang tak lain adalah Raihan.


Raihan yang melihat kesedihan dimata Jeny ketika keranjang bunga yang jatuh berhamburan membuat ia berinisiatif untuk mengantinya dan karna ia melihat langit yang mendung Raihanpun akhirnya memilih kembali kemobilnya untyk mengambil payung,ia takut nanti akan turun hujan dan ternyata benar.


Saat dia akan menyerahkan keranjang yang berisi bunga tabur itu ,ia justru lagi-lagi memdengar curahan hati seorang wanita yang menarik perhatiannya sejak pertama kali bertemu.Curahan hati yamg memilukan.

__ADS_1


"tidak apa-apa tuan,terima kasih"saut Jeny lembut tak lupa senyum tipis iya berikan untuk pria yang telah memayunginya.Tiba-tiba...


jheder...


Suara petir mengelegar,reflek Jeny menghambur memeluk tubuh tegap Raihan,ia memejamkan mata untuk menghalau rasa takut dihatinya.


"ehem.."suara deheman Raihan menyadarkan Jeny.


Perlahan Jeny membuka kedua mata cantiknya,saat ini Jeny belum menyadari bahwa dirinya tengah memeluk tubuh pria yang bahkan dia belum tau namanya.


"sebaiknya kita segera kembali nona,hujan mulai deras,saya takut petir akan kembali menyambar!"ucap Raihan.


"ah..baiklah"saut Jeny.


"tapi bisakah anda melepas pelukan anda dulu nona!"kata Raihan yang menyadarkan Jeny akan posisinya saat ini.


"eh.."


bersambung

__ADS_1


__ADS_2